<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPT Cegah 27 Perencanaan Serangan Teror pada 2023-2025</title><description>BNPT menyatakan terdapat 27 perencanaan serangan teror yang digagalkan selama periode 2023-2025.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192673/bnpt-cegah-27-perencanaan-serangan-teror-pada-2023-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192673/bnpt-cegah-27-perencanaan-serangan-teror-pada-2023-2025"/><item><title>BNPT Cegah 27 Perencanaan Serangan Teror pada 2023-2025</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192673/bnpt-cegah-27-perencanaan-serangan-teror-pada-2023-2025</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/12/30/337/3192673/bnpt-cegah-27-perencanaan-serangan-teror-pada-2023-2025</guid><pubDate>Selasa 30 Desember 2025 17:20 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/30/337/3192673/kepala_bnpt_eddy_hartono-tIxQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPT, Eddy Hartono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/30/337/3192673/kepala_bnpt_eddy_hartono-tIxQ_large.jpg</image><title>Kepala BNPT, Eddy Hartono</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan terdapat 27 perencanaan serangan yang digagalkan selama periode 2023-2025.&#13;
&#13;
1. Gagalkan 27 Perencanaan Teror&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala BNPT, Eddy Hartono, dalam Pernyataan Pers Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025 pada Selasa (30/12/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sini kami sampaikan temuan kunci adalah selama tiga tahun terakhir ini terdapat 27 perencanaan serangan yang berhasil dicegah,&amp;quot; kata Eddy.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, hal itu lantaran didukung UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang bersifat preventif justice.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya perbuatan persiapan itu sudah masuk dalam norma hukum pidana,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kurun waktu tersebut, Eddy menyatakan telah menangkap 230 orang terkait pendanaan maupun dukungan terhadap kelompok teroris.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi lain, terdapat 362 orang yang disidangkan. Mayoritas dari mereka terafiliasi atau simpatisan ISIS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian juga ada terdapat 11 pelaku perempuan selama 3 tahun terakhir ini, mereka melakukan propaganda, menggalang dana, dan mengoordinasikan komunitas kelompok teroris,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Eddy menyatakan, terdapat 137 pelaku yang memanfaatkan ruang digital untuk kepentingan terorisme dan 32 orang terpapar radikalisme melalui online serta bergabung dengan jaringan terorisme.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;17 pelaku melakukan aktivitas terorisme di ruang digital tanpa terlibat langsung dengan jaringan, ini yang dikenal dengan self radicalization,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyatakan, hal tersebut merupakan wujud penyalahgunaan ruang digital oleh jaringan terorisme.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Eddy menambahkan, pihaknya juga menemukan belasan kasus pendanaan terorisme yang mencapai miliaran rupiah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendanaan terorisme juga sama ditemukan 16 kasus pendanaan terorisme melaalui berbagai metode dengan akumulasi dana Rp5.093.810.613,&amp;quot; kata Eddy.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain menyasar pemuda, radikalisme kata Eddy juga menyasar anak-anak di usia 10-17 tahun.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan terdapat 27 perencanaan serangan yang digagalkan selama periode 2023-2025.&#13;
&#13;
1. Gagalkan 27 Perencanaan Teror&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala BNPT, Eddy Hartono, dalam Pernyataan Pers Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025 pada Selasa (30/12/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sini kami sampaikan temuan kunci adalah selama tiga tahun terakhir ini terdapat 27 perencanaan serangan yang berhasil dicegah,&amp;quot; kata Eddy.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, hal itu lantaran didukung UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang bersifat preventif justice.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya perbuatan persiapan itu sudah masuk dalam norma hukum pidana,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kurun waktu tersebut, Eddy menyatakan telah menangkap 230 orang terkait pendanaan maupun dukungan terhadap kelompok teroris.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi lain, terdapat 362 orang yang disidangkan. Mayoritas dari mereka terafiliasi atau simpatisan ISIS.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian juga ada terdapat 11 pelaku perempuan selama 3 tahun terakhir ini, mereka melakukan propaganda, menggalang dana, dan mengoordinasikan komunitas kelompok teroris,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Eddy menyatakan, terdapat 137 pelaku yang memanfaatkan ruang digital untuk kepentingan terorisme dan 32 orang terpapar radikalisme melalui online serta bergabung dengan jaringan terorisme.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;17 pelaku melakukan aktivitas terorisme di ruang digital tanpa terlibat langsung dengan jaringan, ini yang dikenal dengan self radicalization,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyatakan, hal tersebut merupakan wujud penyalahgunaan ruang digital oleh jaringan terorisme.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Eddy menambahkan, pihaknya juga menemukan belasan kasus pendanaan terorisme yang mencapai miliaran rupiah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendanaan terorisme juga sama ditemukan 16 kasus pendanaan terorisme melaalui berbagai metode dengan akumulasi dana Rp5.093.810.613,&amp;quot; kata Eddy.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain menyasar pemuda, radikalisme kata Eddy juga menyasar anak-anak di usia 10-17 tahun.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
