<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Densus 88: Puluhan Anak Terpapar Ekstremisme lewat &amp;ldquo;The True Crime Community&amp;rdquo;</title><description>Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menemukan 70 anak yang terpapar ideologi ekstremisme melalui komunitas online bernama The True Crime Community. Puluhan anak ini berasal dari 19 provinsi di Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194047/densus-88-puluhan-anak-terpapar-ekstremisme-lewat-ldquo-the-true-crime-community-rdquo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194047/densus-88-puluhan-anak-terpapar-ekstremisme-lewat-ldquo-the-true-crime-community-rdquo"/><item><title>Densus 88: Puluhan Anak Terpapar Ekstremisme lewat &amp;ldquo;The True Crime Community&amp;rdquo;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194047/densus-88-puluhan-anak-terpapar-ekstremisme-lewat-ldquo-the-true-crime-community-rdquo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194047/densus-88-puluhan-anak-terpapar-ekstremisme-lewat-ldquo-the-true-crime-community-rdquo</guid><pubDate>Rabu 07 Januari 2026 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/07/337/3194047/juru_bicara_densus_88_kombes_mayndra_eka-nQk6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/07/337/3194047/juru_bicara_densus_88_kombes_mayndra_eka-nQk6_large.jpg</image><title> Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menemukan 70 anak yang terpapar ideologi ekstremisme melalui komunitas online bernama The True Crime Community. Puluhan anak ini berasal dari 19 provinsi di Indonesia.&#13;
&#13;
Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan komunitas tersebut tidak dibentuk oleh organisasi resmi, melainkan tumbuh secara spontan karena minat yang sama di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh, organisasi, maupun institusi. Tetapi tumbuh secara sporadis seiring perkembangan media digital, sebagai pertemuan antara minat terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital transnasional,&amp;quot; kata Mayndra di Kantor Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Konten-konten digital yang dibagikan dalam komunitas ini membuat anak-anak mudah terpapar paham ekstremisme. Dari total 70 anak yang terdeteksi, wilayah Jakarta tercatat menjadi penyumbang terbanyak dengan 15 anak.&#13;
&#13;
Densus 88 langsung melakukan asesmen dan konseling terhadap anak-anak yang terpapar. &amp;ldquo;Dari 70 anak, 67 sudah dilakukan asesmen, mapping, dan konseling dengan berbagai stakeholder di masing-masing wilayah,&amp;rdquo; ujar Mayndra.&#13;
&#13;
Langkah ini bertujuan mencegah anak-anak tersebut larut dalam paham ekstremisme dan memastikan mereka mendapatkan bimbingan serta perlindungan yang tepat.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menemukan 70 anak yang terpapar ideologi ekstremisme melalui komunitas online bernama The True Crime Community. Puluhan anak ini berasal dari 19 provinsi di Indonesia.&#13;
&#13;
Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan komunitas tersebut tidak dibentuk oleh organisasi resmi, melainkan tumbuh secara spontan karena minat yang sama di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh, organisasi, maupun institusi. Tetapi tumbuh secara sporadis seiring perkembangan media digital, sebagai pertemuan antara minat terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital transnasional,&amp;quot; kata Mayndra di Kantor Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Konten-konten digital yang dibagikan dalam komunitas ini membuat anak-anak mudah terpapar paham ekstremisme. Dari total 70 anak yang terdeteksi, wilayah Jakarta tercatat menjadi penyumbang terbanyak dengan 15 anak.&#13;
&#13;
Densus 88 langsung melakukan asesmen dan konseling terhadap anak-anak yang terpapar. &amp;ldquo;Dari 70 anak, 67 sudah dilakukan asesmen, mapping, dan konseling dengan berbagai stakeholder di masing-masing wilayah,&amp;rdquo; ujar Mayndra.&#13;
&#13;
Langkah ini bertujuan mencegah anak-anak tersebut larut dalam paham ekstremisme dan memastikan mereka mendapatkan bimbingan serta perlindungan yang tepat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
