<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Isu Pimpinan KPK Terbelah soal Tersangka Kuota Haji, Setyo Budiyanto Buka Suara</title><description>Mencuat isu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbelah terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194146/heboh-isu-pimpinan-kpk-terbelah-soal-tersangka-kuota-haji-setyo-budiyanto-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194146/heboh-isu-pimpinan-kpk-terbelah-soal-tersangka-kuota-haji-setyo-budiyanto-buka-suara"/><item><title>Heboh Isu Pimpinan KPK Terbelah soal Tersangka Kuota Haji, Setyo Budiyanto Buka Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194146/heboh-isu-pimpinan-kpk-terbelah-soal-tersangka-kuota-haji-setyo-budiyanto-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/07/337/3194146/heboh-isu-pimpinan-kpk-terbelah-soal-tersangka-kuota-haji-setyo-budiyanto-buka-suara</guid><pubDate>Rabu 07 Januari 2026 22:57 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/07/337/3194146/kpk-BVMG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPk Setyo Budiyanto (Foto: Riyan Rizki/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/07/337/3194146/kpk-BVMG_large.jpg</image><title>Ketua KPk Setyo Budiyanto (Foto: Riyan Rizki/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mencuat isu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbelah terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Hingga kini, KPK diketahui belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.&#13;
&#13;
Ketua KPK Setyo Budiyanto pun membantah rumor tersebut. Ia menegaskan, pimpinan lembaga antirasuah satu suara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak dari proses penyelidikan sampai kemudian naik ke tahap penyidikan, semuanya satu suara,&amp;quot; kata Setyo, Rabu (7/1/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, pimpinan KPK sama-sama memantau kinerja penyidik dalam mengusut perkara ini. &amp;quot;Ya tinggal memastikan apa yang dikerjakan oleh para penyidik, semuanya sudah memenuhi untuk nanti dipastikan bahwa ada saatnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan permasalahan tersebut terkait pembagian 20 ribu kuota tambahan yang diterima Indonesia pada pelaksanaan haji 2024.&#13;
&#13;
Asep mengatakan, berdasarkan aturan yang berlaku, kuota tambahan tersebut dibagi dengan persentase 92 persen haji reguler dan 8 persen haji khusus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa 92 persen? Karena yang banyak ini saudara-saudara kita yang ada di seluruh Indonesia, yang mendaftar haji itu menggunakan kuota reguler, sedangkan kuota khusus ini memang biaya pembayarannya lebih besar dibandingkan dengan kuota reguler, jadi penyediaannya hanya 8 persen,&amp;quot; kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Rabu 6 Agustus 2025.&#13;
&#13;
Asep melanjutkan, dalam praktiknya pembagian kuota tambahan itu tidak 92 banding 8 persen, melainkan dibagi rata.&#13;
&amp;quot;Itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, itu tidak sesuai aturan, tapi dibagi dua, 10.000 untuk reguler, 10.000 lagi untuk kuota khusus,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Otomatis 10.000 ini akan menjadi, kalau dikalikan dengan biaya haji khusus, nilainya akan lebih besar. Pendapatannya menjadi lebih besar. Nah, dari situlah mulainya perkara ini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam penyelidikan ini, KPK telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk agen travel haji. Keterangan mereka penting untuk mengetahui pendistribusian kuota tambahan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi mereka yang kemudian membagi. Tentunya kalau travelnya besar, ya porsinya besar. Travel yang kecil, ya dapatnya juga kecil,&amp;quot; ucap Asep.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalkan tahun 2024 travel A dapat berapa tambahan haji khususnya? Sepuluh misalnya, travel B dan seterusnya, sehingga genaplah 10.000 kuota. Dan ini variasi, variasi maksudnya variasi di harganya. Setiap travel berbeda juga,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mencuat isu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbelah terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Hingga kini, KPK diketahui belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.&#13;
&#13;
Ketua KPK Setyo Budiyanto pun membantah rumor tersebut. Ia menegaskan, pimpinan lembaga antirasuah satu suara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak dari proses penyelidikan sampai kemudian naik ke tahap penyidikan, semuanya satu suara,&amp;quot; kata Setyo, Rabu (7/1/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, pimpinan KPK sama-sama memantau kinerja penyidik dalam mengusut perkara ini. &amp;quot;Ya tinggal memastikan apa yang dikerjakan oleh para penyidik, semuanya sudah memenuhi untuk nanti dipastikan bahwa ada saatnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan permasalahan tersebut terkait pembagian 20 ribu kuota tambahan yang diterima Indonesia pada pelaksanaan haji 2024.&#13;
&#13;
Asep mengatakan, berdasarkan aturan yang berlaku, kuota tambahan tersebut dibagi dengan persentase 92 persen haji reguler dan 8 persen haji khusus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa 92 persen? Karena yang banyak ini saudara-saudara kita yang ada di seluruh Indonesia, yang mendaftar haji itu menggunakan kuota reguler, sedangkan kuota khusus ini memang biaya pembayarannya lebih besar dibandingkan dengan kuota reguler, jadi penyediaannya hanya 8 persen,&amp;quot; kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Rabu 6 Agustus 2025.&#13;
&#13;
Asep melanjutkan, dalam praktiknya pembagian kuota tambahan itu tidak 92 banding 8 persen, melainkan dibagi rata.&#13;
&amp;quot;Itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, itu tidak sesuai aturan, tapi dibagi dua, 10.000 untuk reguler, 10.000 lagi untuk kuota khusus,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Otomatis 10.000 ini akan menjadi, kalau dikalikan dengan biaya haji khusus, nilainya akan lebih besar. Pendapatannya menjadi lebih besar. Nah, dari situlah mulainya perkara ini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam penyelidikan ini, KPK telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk agen travel haji. Keterangan mereka penting untuk mengetahui pendistribusian kuota tambahan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi mereka yang kemudian membagi. Tentunya kalau travelnya besar, ya porsinya besar. Travel yang kecil, ya dapatnya juga kecil,&amp;quot; ucap Asep.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalkan tahun 2024 travel A dapat berapa tambahan haji khususnya? Sepuluh misalnya, travel B dan seterusnya, sehingga genaplah 10.000 kuota. Dan ini variasi, variasi maksudnya variasi di harganya. Setiap travel berbeda juga,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
