<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendala Internet, Chromebook Dikeluhkan Tak Bisa Digunakan di Sekolah</title><description>Pengadaan laptop chromebook tengah berperkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Salah satu terdakwanya, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/14/340/3195462/kendala-internet-chromebook-dikeluhkan-tak-bisa-digunakan-di-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/14/340/3195462/kendala-internet-chromebook-dikeluhkan-tak-bisa-digunakan-di-sekolah"/><item><title>Kendala Internet, Chromebook Dikeluhkan Tak Bisa Digunakan di Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/14/340/3195462/kendala-internet-chromebook-dikeluhkan-tak-bisa-digunakan-di-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/14/340/3195462/kendala-internet-chromebook-dikeluhkan-tak-bisa-digunakan-di-sekolah</guid><pubDate>Rabu 14 Januari 2026 21:52 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/14/340/3195462/chromebook-HzSr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/14/340/3195462/chromebook-HzSr_large.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengadaan laptop chromebook tengah berperkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Salah satu terdakwanya, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.&#13;
&#13;
Sementara perkara itu bergulir, program digitalisasi sekolah melalui bantuan pengadaan laptop chromebook dikeluhkan oleh sekolah-sekolah di daerah. Pasalnya, chromebook hanya menjadi pajangan akibat tidak maksimalnya infrastruktur penunjang di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Hal ini dituturkan Kepala Sekolah SD Negeri 9 Simu Timur, Kaswin, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap laptop tersebut. Sekolahnya menerima tiga unit chromebook pada 2021, perangkat itu hingga kini sama sekali tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Chromebook tersebut tidak bisa digunakan oleh guru dan siswa kami. Penyebab utamanya karena perangkat ini tidak dapat terhubung dengan jaringan internet di lokasi kami,&amp;rdquo; ujar Kaswin, dikutip Rabu (14/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak hanya Kaswin, kondisi serupa juga dialami SD Negeri 9 Tanjung Sakti Pumi. Kepala sekolahnya, Intanmi, menuturkan ketiadaan sinyal internet di wilayahnya membuat chromebook yang mereka terima menjadi tidak berdaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap kali pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kami selalu terpaksa menumpang di SD Negeri 1 Tanjung Sakti Pumi karena di sekolah kami tidak ada sinyal. Kami tidak bisa menggunakan chromebook ini secara maksimal,&amp;rdquo; kata Intanmi.&#13;
&#13;
Chromebook, yang secara sistem operasi sangat bergantung pada koneksi internet (cloud-based), menjadi tidak berguna di wilayah blank spot. Pengadaan ini dinilai terlalu dipaksakan tanpa mempertimbangkan disparitas infrastruktur digital antarwilayah di Indonesia.&#13;
&#13;
Tak hanya masalah fungsionalitas, program ini juga terus dibayangi persoalan hukum. Sebagaimana diketahui, pengadaan chromebook di sejumlah daerah telah masuk ke ranah pidana korupsi.&#13;
&#13;
Dengan realitas tersebut, kebijakan ini dinilai terlalu Jakarta-sentris serta kurang peka terhadap kondisi di lapangan. Sebab, tanpa pemerataan jaringan internet dan pelatihan teknis bagi guru, bantuan perangkat digital bernilai fantastis ini justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengadaan laptop chromebook tengah berperkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Salah satu terdakwanya, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.&#13;
&#13;
Sementara perkara itu bergulir, program digitalisasi sekolah melalui bantuan pengadaan laptop chromebook dikeluhkan oleh sekolah-sekolah di daerah. Pasalnya, chromebook hanya menjadi pajangan akibat tidak maksimalnya infrastruktur penunjang di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Hal ini dituturkan Kepala Sekolah SD Negeri 9 Simu Timur, Kaswin, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap laptop tersebut. Sekolahnya menerima tiga unit chromebook pada 2021, perangkat itu hingga kini sama sekali tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Chromebook tersebut tidak bisa digunakan oleh guru dan siswa kami. Penyebab utamanya karena perangkat ini tidak dapat terhubung dengan jaringan internet di lokasi kami,&amp;rdquo; ujar Kaswin, dikutip Rabu (14/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak hanya Kaswin, kondisi serupa juga dialami SD Negeri 9 Tanjung Sakti Pumi. Kepala sekolahnya, Intanmi, menuturkan ketiadaan sinyal internet di wilayahnya membuat chromebook yang mereka terima menjadi tidak berdaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap kali pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kami selalu terpaksa menumpang di SD Negeri 1 Tanjung Sakti Pumi karena di sekolah kami tidak ada sinyal. Kami tidak bisa menggunakan chromebook ini secara maksimal,&amp;rdquo; kata Intanmi.&#13;
&#13;
Chromebook, yang secara sistem operasi sangat bergantung pada koneksi internet (cloud-based), menjadi tidak berguna di wilayah blank spot. Pengadaan ini dinilai terlalu dipaksakan tanpa mempertimbangkan disparitas infrastruktur digital antarwilayah di Indonesia.&#13;
&#13;
Tak hanya masalah fungsionalitas, program ini juga terus dibayangi persoalan hukum. Sebagaimana diketahui, pengadaan chromebook di sejumlah daerah telah masuk ke ranah pidana korupsi.&#13;
&#13;
Dengan realitas tersebut, kebijakan ini dinilai terlalu Jakarta-sentris serta kurang peka terhadap kondisi di lapangan. Sebab, tanpa pemerataan jaringan internet dan pelatihan teknis bagi guru, bantuan perangkat digital bernilai fantastis ini justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
