<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puing-Puing Ditemukan Diduga Milik Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros</title><description>Belum diketahui pasti apakah puing yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195951/puing-puing-ditemukan-diduga-milik-pesawat-atr-hilang-kontak-di-maros</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195951/puing-puing-ditemukan-diduga-milik-pesawat-atr-hilang-kontak-di-maros"/><item><title>Puing-Puing Ditemukan Diduga Milik Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195951/puing-puing-ditemukan-diduga-milik-pesawat-atr-hilang-kontak-di-maros</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195951/puing-puing-ditemukan-diduga-milik-pesawat-atr-hilang-kontak-di-maros</guid><pubDate>Sabtu 17 Januari 2026 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/17/337/3195951/puing_diduga_pesawat_atr_hilang_kontak_di_maros-sVeA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puing-Puing Ditemukan Diduga Milik Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/17/337/3195951/puing_diduga_pesawat_atr_hilang_kontak_di_maros-sVeA_large.jpg</image><title>Puing-Puing Ditemukan Diduga Milik Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Beredar sebuah video memperlihatkan temuan sejumlah puing yang diduga milik pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (17/1/2026).&#13;
&#13;
1. Puing Diduga Pesawat ATR&#13;
&#13;
Dari video yang diterima, tampak ada dua benda yang diduga merupakan puing pesawat. Tampak pula sebuah kertas kecil berwarna cokelat menempel di benda tersebut.&#13;
&#13;
Sementara di benda satu lagi terlihat tempelan kertas berwarna cokelat dengan tulisan putih bertuliskan FWD serta terdapat bentuk tanda panah.&#13;
&#13;
Meski begitu, belum diketahui pasti apakah puing yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak.&#13;
&#13;
Diketahui, pesawat jenis ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Merespons peristiwa tersebut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian ke Pegunungan Kapur Bantimurung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Target pencarian di Pegunungan Kapur Bantimurung, Fesa Leang-leang, Kabupaten Marros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi,&amp;quot; kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, helikopter milik TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat. AirNav Indonesia saat ini menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (Notam) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, bedasarkan informasi kronologi kejadian yang diterima, pesawat awalnya lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar.&#13;
&#13;
Ketika ingin mendarat pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun ketika hendak mendarat, pihak bandara tidak menerima sinyal dari pesawat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,&amp;quot; ujar Lukman.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Dengan kejadian ini, AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Basarnas Pusat serta kepolisian setempat guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Beredar sebuah video memperlihatkan temuan sejumlah puing yang diduga milik pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (17/1/2026).&#13;
&#13;
1. Puing Diduga Pesawat ATR&#13;
&#13;
Dari video yang diterima, tampak ada dua benda yang diduga merupakan puing pesawat. Tampak pula sebuah kertas kecil berwarna cokelat menempel di benda tersebut.&#13;
&#13;
Sementara di benda satu lagi terlihat tempelan kertas berwarna cokelat dengan tulisan putih bertuliskan FWD serta terdapat bentuk tanda panah.&#13;
&#13;
Meski begitu, belum diketahui pasti apakah puing yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak.&#13;
&#13;
Diketahui, pesawat jenis ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Merespons peristiwa tersebut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian ke Pegunungan Kapur Bantimurung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Target pencarian di Pegunungan Kapur Bantimurung, Fesa Leang-leang, Kabupaten Marros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi,&amp;quot; kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/1/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, helikopter milik TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat. AirNav Indonesia saat ini menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (Notam) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, bedasarkan informasi kronologi kejadian yang diterima, pesawat awalnya lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar.&#13;
&#13;
Ketika ingin mendarat pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun ketika hendak mendarat, pihak bandara tidak menerima sinyal dari pesawat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,&amp;quot; ujar Lukman.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Dengan kejadian ini, AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Basarnas Pusat serta kepolisian setempat guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
