<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR Hilang di Maros Berjumlah 7 Orang</title><description>Dirut Indonesia Air Transport menegaskan, kru pesawat ATR yang hilang kontak di Maros berjumlah 7 orang, bukan 8.  &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195972/indonesia-air-transport-tegaskan-kru-pesawat-atr-hilang-di-maros-berjumlah-7-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195972/indonesia-air-transport-tegaskan-kru-pesawat-atr-hilang-di-maros-berjumlah-7-orang"/><item><title>Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR Hilang di Maros Berjumlah 7 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195972/indonesia-air-transport-tegaskan-kru-pesawat-atr-hilang-di-maros-berjumlah-7-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/17/337/3195972/indonesia-air-transport-tegaskan-kru-pesawat-atr-hilang-di-maros-berjumlah-7-orang</guid><pubDate>Sabtu 17 Januari 2026 21:49 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/17/337/3195972/dirut_pt_indonesia_air_transport_tri_adi_wibowo-vcp9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR Hilang di Maros Berjumlah 7 Orang (Danandaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/17/337/3195972/dirut_pt_indonesia_air_transport_tri_adi_wibowo-vcp9_large.jpg</image><title>Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR Hilang di Maros Berjumlah 7 Orang (Danandaya)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, mengklarifikasi informasi kru pesawat jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Ia menegaskan, kru pesawat tersebut berjumlah tujuh orang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. 7 Kru&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ada yang beredar ada 8, kami sampaikan hanya 7 orang saja. demikian,&amp;quot; kata Tri dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sabtu (17/1/2026).&#13;
&#13;
Dari ketujuh orang yang ia sampaikan dalam konferensi pers itu, Tri hanya menyebut enam nama kru pesawat. Satu nama tersebut yang tidak disebutkan diduga bernama Hariadi.&#13;
&#13;
Adapun enam nama yang disebutkan adalah Kapten Andi Dahananto; Muhammad Farhan Gunawan; Restu Adi, dan Dim Murdiono.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kabin kami ada Florencia Lolita dan Mbak Esther Aprilia,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini Indonesia Air Transport, menyampaikan rasa turut prihatin. Pihaknya saat ini masih menunggu proses pencarian dari Basarnas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tim kami sudah meluncur ke Makassar,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.&#13;
&#13;
Pesawat awalnya diarahkan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.&#13;
&#13;
Saat ini, tim SAR gabungan masih mencari pesawat tersebut. TNI AU bahkan mengerahkan helikopter untuk mencari titik keberadaan pesawat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, mengklarifikasi informasi kru pesawat jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Ia menegaskan, kru pesawat tersebut berjumlah tujuh orang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. 7 Kru&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ada yang beredar ada 8, kami sampaikan hanya 7 orang saja. demikian,&amp;quot; kata Tri dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sabtu (17/1/2026).&#13;
&#13;
Dari ketujuh orang yang ia sampaikan dalam konferensi pers itu, Tri hanya menyebut enam nama kru pesawat. Satu nama tersebut yang tidak disebutkan diduga bernama Hariadi.&#13;
&#13;
Adapun enam nama yang disebutkan adalah Kapten Andi Dahananto; Muhammad Farhan Gunawan; Restu Adi, dan Dim Murdiono.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kabin kami ada Florencia Lolita dan Mbak Esther Aprilia,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Atas kejadian ini Indonesia Air Transport, menyampaikan rasa turut prihatin. Pihaknya saat ini masih menunggu proses pencarian dari Basarnas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tim kami sudah meluncur ke Makassar,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sekedar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.&#13;
&#13;
Pesawat awalnya diarahkan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.&#13;
&#13;
Saat ini, tim SAR gabungan masih mencari pesawat tersebut. TNI AU bahkan mengerahkan helikopter untuk mencari titik keberadaan pesawat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
