<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Tim SAR Temukan Badan dan Ekor Pesawat di Gunung Bulusaraung, Ini Penampakannya</title><description>Dikatakan Andi, medan yang sangat terjal serta kondisi kabut tebal menjadi kendala utama dalam proses pergerakan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/18/340/3196015/breaking-news-tim-sar-temukan-badan-dan-ekor-pesawat-di-gunung-bulusaraung-ini-penampakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/18/340/3196015/breaking-news-tim-sar-temukan-badan-dan-ekor-pesawat-di-gunung-bulusaraung-ini-penampakannya"/><item><title>Breaking News! Tim SAR Temukan Badan dan Ekor Pesawat di Gunung Bulusaraung, Ini Penampakannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/18/340/3196015/breaking-news-tim-sar-temukan-badan-dan-ekor-pesawat-di-gunung-bulusaraung-ini-penampakannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/18/340/3196015/breaking-news-tim-sar-temukan-badan-dan-ekor-pesawat-di-gunung-bulusaraung-ini-penampakannya</guid><pubDate>Minggu 18 Januari 2026 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/18/340/3196015/viral-rEo6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR Temukan Badan dan Ekor Pesawat di Gunung Bulusaraung, Ini Penampakannya</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/18/340/3196015/viral-rEo6_large.jpg</image><title>Tim SAR Temukan Badan dan Ekor Pesawat di Gunung Bulusaraung, Ini Penampakannya</title></images><description>PANGKEP - Tim SAR melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah perbukitan Maros Sulawesi Selatan. Tim gabungan menemukan badan dan ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Update pencarian pesawat ATR 42-500, pukul 06.00 pagi tadi kami memberangkatkan tim aju dengan membawa drone dan peralatan evaluasi lainnya,&amp;rdquo; ujar Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, Minggu (18/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada pukul 07.49 ditemukan bagian besar pesawat yang dicurigai sebagai badan dan ekor pesawat di bagian selatan lereng,&amp;rdquo; lanjut Andi.&#13;
&#13;
Dikatakan Andi, medan yang sangat terjal serta kondisi kabut tebal menjadi kendala utama dalam proses pergerakan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai saat ini teman-teman yang menuju lokasi menghadapi medan cukup terjal, sehingga kami harus memperhitungkan faktor keselamatan terlebih dahulu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Masih kata Andi, Tim SAR menggunakan drone dalam pencarian ini mengingat kontur wilayah yang berbukit dan sulit dijangkau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memberangkatkan tim aju terlebih dahulu ke lokasi badan pesawat. Kendala di lokasi cukup berkabut,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pesawat awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.&#13;
&#13;
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.&#13;
</description><content:encoded>PANGKEP - Tim SAR melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah perbukitan Maros Sulawesi Selatan. Tim gabungan menemukan badan dan ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Update pencarian pesawat ATR 42-500, pukul 06.00 pagi tadi kami memberangkatkan tim aju dengan membawa drone dan peralatan evaluasi lainnya,&amp;rdquo; ujar Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, Minggu (18/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada pukul 07.49 ditemukan bagian besar pesawat yang dicurigai sebagai badan dan ekor pesawat di bagian selatan lereng,&amp;rdquo; lanjut Andi.&#13;
&#13;
Dikatakan Andi, medan yang sangat terjal serta kondisi kabut tebal menjadi kendala utama dalam proses pergerakan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai saat ini teman-teman yang menuju lokasi menghadapi medan cukup terjal, sehingga kami harus memperhitungkan faktor keselamatan terlebih dahulu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Masih kata Andi, Tim SAR menggunakan drone dalam pencarian ini mengingat kontur wilayah yang berbukit dan sulit dijangkau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memberangkatkan tim aju terlebih dahulu ke lokasi badan pesawat. Kendala di lokasi cukup berkabut,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pesawat awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.&#13;
&#13;
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
