<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY: Sangat Mungkin Perang Dunia Ketiga Terjadi!</title><description>SBY menyebut, perang dunia ketiga bisa saja terjadi melihat situasi geopolitik belakangan ini, namun perang tersebut bisa dicegah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/19/337/3196188/sby-sangat-mungkin-perang-dunia-ketiga-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/19/337/3196188/sby-sangat-mungkin-perang-dunia-ketiga-terjadi"/><item><title>SBY: Sangat Mungkin Perang Dunia Ketiga Terjadi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/19/337/3196188/sby-sangat-mungkin-perang-dunia-ketiga-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/19/337/3196188/sby-sangat-mungkin-perang-dunia-ketiga-terjadi</guid><pubDate>Senin 19 Januari 2026 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/19/337/3196188/viral-qzS8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SBY: Sangat Mungkin Perang Dunia Ketiga Terjadi!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/19/337/3196188/viral-qzS8_large.jpg</image><title>SBY: Sangat Mungkin Perang Dunia Ketiga Terjadi!</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku mengikuti perkembangan dunia selama tiga tahun belakangan ini. Terlebih dinamika global yang terjadi beberapa beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir,&amp;rdquo;ujar SBY dikutip dari akun X @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,&amp;rsquo;&amp;rsquo;sambungnya..&#13;
&#13;
SBY menyebut, perang dunia ketiga bisa saja terjadi melihat situasi geopolitik belakangan ini, namun perang tersebut bisa dicegah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
SBY memberi contoh munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?,&amp;rdquo; tanya SBY.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
SBY memaparkan, banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang,&amp;rdquo; ulasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SBY juga memberikan saran dan usulan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly).&#13;
&#13;
Agendanya kata dia adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu &amp;ldquo;bagai berseru di padang pasir&amp;rdquo;. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini,&amp;rdquo; tutup SBY.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku mengikuti perkembangan dunia selama tiga tahun belakangan ini. Terlebih dinamika global yang terjadi beberapa beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir,&amp;rdquo;ujar SBY dikutip dari akun X @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,&amp;rsquo;&amp;rsquo;sambungnya..&#13;
&#13;
SBY menyebut, perang dunia ketiga bisa saja terjadi melihat situasi geopolitik belakangan ini, namun perang tersebut bisa dicegah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
SBY memberi contoh munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?,&amp;rdquo; tanya SBY.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
SBY memaparkan, banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang,&amp;rdquo; ulasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SBY juga memberikan saran dan usulan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly).&#13;
&#13;
Agendanya kata dia adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu &amp;ldquo;bagai berseru di padang pasir&amp;rdquo;. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini,&amp;rdquo; tutup SBY.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
