<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basarnas: Tidak Ada Korban Selamat dari Pesawat ATR yang Jatuh di Maros</title><description>Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafi&amp;#39;i tetap berharap ada mukjizat untuk bisa menemukan korban selamat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/20/337/3196484/basarnas-tidak-ada-korban-selamat-dari-pesawat-atr-yang-jatuh-di-maros</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/20/337/3196484/basarnas-tidak-ada-korban-selamat-dari-pesawat-atr-yang-jatuh-di-maros"/><item><title>Basarnas: Tidak Ada Korban Selamat dari Pesawat ATR yang Jatuh di Maros</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/20/337/3196484/basarnas-tidak-ada-korban-selamat-dari-pesawat-atr-yang-jatuh-di-maros</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/20/337/3196484/basarnas-tidak-ada-korban-selamat-dari-pesawat-atr-yang-jatuh-di-maros</guid><pubDate>Selasa 20 Januari 2026 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/20/337/3196484/viral-svth_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Basarnas: Tidak Ada Korban Selamat dari Pesawat ATR yang Jatuh di Maros</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/20/337/3196484/viral-svth_large.jpg</image><title>Basarnas: Tidak Ada Korban Selamat dari Pesawat ATR yang Jatuh di Maros</title></images><description>JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) meyakini tidak ada korban yang selamat dari peristiwa kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafi&amp;#39;i tetap berharap ada mukjizat untuk bisa menemukan korban selamat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada. Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup,&amp;quot; kata Syafi&amp;#39;i di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syafi&amp;rsquo;i mengisahkan pengalaman sebelumnya, pernah ada pesawat yang juga mengalami kecelakaan seperti yang dialami Pesawat ATR 42-500, tapi ternyata ada penumpang yang masih hidup. Dia menyebut si penumpang itu selamat setelah sebelumnya mengalami mati suri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena pernah itu kejadian ada pesawat crash, kemudian kondisinya sama, terburai pesawatnya, tapi ternyata ada penumpang yang terlempar, kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.&#13;
&#13;
Pesawat awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) meyakini tidak ada korban yang selamat dari peristiwa kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafi&amp;#39;i tetap berharap ada mukjizat untuk bisa menemukan korban selamat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada. Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup,&amp;quot; kata Syafi&amp;#39;i di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syafi&amp;rsquo;i mengisahkan pengalaman sebelumnya, pernah ada pesawat yang juga mengalami kecelakaan seperti yang dialami Pesawat ATR 42-500, tapi ternyata ada penumpang yang masih hidup. Dia menyebut si penumpang itu selamat setelah sebelumnya mengalami mati suri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena pernah itu kejadian ada pesawat crash, kemudian kondisinya sama, terburai pesawatnya, tapi ternyata ada penumpang yang terlempar, kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.&#13;
&#13;
Pesawat awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.&#13;
&#13;
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
