<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DVI Polri Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500</title><description>Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dikerahkan untuk mengidentifikasi para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/21/337/3196587/dvi-polri-identifikasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/21/337/3196587/dvi-polri-identifikasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500"/><item><title>DVI Polri Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/21/337/3196587/dvi-polri-identifikasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/21/337/3196587/dvi-polri-identifikasi-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500</guid><pubDate>Rabu 21 Januari 2026 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/21/337/3196587/pesawat-Z35s_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/21/337/3196587/pesawat-Z35s_large.jpg</image><title>Pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dikerahkan untuk mengidentifikasi para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto, Rabu (21/1/2026).&#13;
&#13;
Didik menjelaskan, saat ini proses identifikasi masih difokuskan pada pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal. &amp;ldquo;Hingga saat ini, kami telah melakukan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap delapan keluarga korban,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menuturkan, data antemortem yang dikumpulkan meliputi data DNA, rekam medis, serta data administrasi milik korban.&#13;
Berdasarkan manifes dari pihak maskapai dan keterangan resmi Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahap postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan jenazah atau temuan lain dari tim pencarian yang dipimpin Basarnas,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara cermat dan profesional. &amp;ldquo;Pencocokan data tersebut dilakukan untuk memastikan identitas korban sesuai dengan data manifes dari maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Didik menegaskan seluruh rangkaian proses identifikasi dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun keilmuan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dikerahkan untuk mengidentifikasi para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto, Rabu (21/1/2026).&#13;
&#13;
Didik menjelaskan, saat ini proses identifikasi masih difokuskan pada pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal. &amp;ldquo;Hingga saat ini, kami telah melakukan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap delapan keluarga korban,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menuturkan, data antemortem yang dikumpulkan meliputi data DNA, rekam medis, serta data administrasi milik korban.&#13;
Berdasarkan manifes dari pihak maskapai dan keterangan resmi Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahap postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan jenazah atau temuan lain dari tim pencarian yang dipimpin Basarnas,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara cermat dan profesional. &amp;ldquo;Pencocokan data tersebut dilakukan untuk memastikan identitas korban sesuai dengan data manifes dari maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Didik menegaskan seluruh rangkaian proses identifikasi dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun keilmuan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
