<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakapolri Ungkap Negara yang Jadi Pusat Eksploitasi WNI di ASEAN</title><description>Wilayah yang menjadi pusat eksploitasi dalam kurun 2020 hingga 2023 di Asia Tenggara, mulai dari Kamboja hingga Myanmar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/22/337/3196752/wakapolri-ungkap-negara-yang-jadi-pusat-eksploitasi-wni-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/22/337/3196752/wakapolri-ungkap-negara-yang-jadi-pusat-eksploitasi-wni-di-asean"/><item><title>Wakapolri Ungkap Negara yang Jadi Pusat Eksploitasi WNI di ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/22/337/3196752/wakapolri-ungkap-negara-yang-jadi-pusat-eksploitasi-wni-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/22/337/3196752/wakapolri-ungkap-negara-yang-jadi-pusat-eksploitasi-wni-di-asean</guid><pubDate>Kamis 22 Januari 2026 03:27 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/22/337/3196752/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-eCR5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakapolri Ungkap Negara yang Jadi Pusat Eksploitasi WNI di ASEAN (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/22/337/3196752/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-eCR5_large.jpg</image><title>Wakapolri Ungkap Negara yang Jadi Pusat Eksploitasi WNI di ASEAN (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan negara yang menjadi pusat eksploitasi warga negara Indonesia (WNI). Salah satunya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dedi menjelaskan, wilayah yang menjadi pusat eksploitasi dalam kurun 2020 hingga 2023 di Asia Tenggara, mulai dari Kamboja hingga Myanmar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam simpul korban perdagangan manusia WNI selama 2020-2023, peta korban WNI di kawasan Asia dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan bahwa pusat-pusat eksploitasi yang menonjol terjadi di Kamboja, Filipina, dengan simpul transitnya di Thailand, Laos dan Myanmar,&amp;rdquo; kata Dedi dalam Bedah Buku Strategi Polri Dalam Pemberantasan TPPO di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (21/1/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dedi menyebut Indonesia dan Filipina memiliki pola berbeda dalam hal perlintasan jaringan TPPO. Itu karena karena garis pantai kedua negara ini terbentang luas, sehingga titik-titik masuknya pun banyak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada terjadi perbedaan pola (masuk jaringan TPPO) terutama di Indonesia dan Filipina. Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat luas, pintu masuknya banyak,&amp;rdquo; ujar Dedi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menuturkan pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO baru di sejumlah wilayah adalah bentuk mitigasi terhadap kejahatan perdagangan orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada beberapa Polda yang akan kita persiapkan dalam rangka memitigasi secara maksimal terjadinya kejahatan TPPO, ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan negara yang menjadi pusat eksploitasi warga negara Indonesia (WNI). Salah satunya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dedi menjelaskan, wilayah yang menjadi pusat eksploitasi dalam kurun 2020 hingga 2023 di Asia Tenggara, mulai dari Kamboja hingga Myanmar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam simpul korban perdagangan manusia WNI selama 2020-2023, peta korban WNI di kawasan Asia dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan bahwa pusat-pusat eksploitasi yang menonjol terjadi di Kamboja, Filipina, dengan simpul transitnya di Thailand, Laos dan Myanmar,&amp;rdquo; kata Dedi dalam Bedah Buku Strategi Polri Dalam Pemberantasan TPPO di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (21/1/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dedi menyebut Indonesia dan Filipina memiliki pola berbeda dalam hal perlintasan jaringan TPPO. Itu karena karena garis pantai kedua negara ini terbentang luas, sehingga titik-titik masuknya pun banyak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada terjadi perbedaan pola (masuk jaringan TPPO) terutama di Indonesia dan Filipina. Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat luas, pintu masuknya banyak,&amp;rdquo; ujar Dedi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menuturkan pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO baru di sejumlah wilayah adalah bentuk mitigasi terhadap kejahatan perdagangan orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada beberapa Polda yang akan kita persiapkan dalam rangka memitigasi secara maksimal terjadinya kejahatan TPPO, ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
