<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai</title><description>Diet water fasting atau puasa air belakangan ini semakin populer, terutama di media sosial, sebagai metode cepat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Diet ini hanya memperbolehkan konsumsi air putih tanpa asupan makanan apa pun selama periode tertentu.&#13;
</description><link>https://women.okezone.com/read/2026/01/24/482/3197272/mengenal-diet-water-fasting-manfaat-risiko-dan-hal-yang-perlu-diwaspadai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://women.okezone.com/read/2026/01/24/482/3197272/mengenal-diet-water-fasting-manfaat-risiko-dan-hal-yang-perlu-diwaspadai"/><item><title>Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai</title><link>https://women.okezone.com/read/2026/01/24/482/3197272/mengenal-diet-water-fasting-manfaat-risiko-dan-hal-yang-perlu-diwaspadai</link><guid isPermaLink="false">https://women.okezone.com/read/2026/01/24/482/3197272/mengenal-diet-water-fasting-manfaat-risiko-dan-hal-yang-perlu-diwaspadai</guid><pubDate>Sabtu 24 Januari 2026 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/24/482/3197272/diet-rZ9s_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/24/482/3197272/diet-rZ9s_large.jpg</image><title>Mengenal Diet Water Fasting: Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Diwaspadai (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Diet water fasting atau puasa air belakangan ini semakin populer, terutama di media sosial, sebagai metode cepat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Diet ini hanya memperbolehkan konsumsi air putih tanpa asupan makanan apa pun selama periode tertentu.&#13;
&#13;
Meski disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan, para ahli menegaskan bahwa water fasting juga menyimpan risiko serius, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan medis.&#13;
&#13;
Melansir healthline, water fasting adalah metode puasa ekstrem di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan sama sekali, hanya minum air putih. Umumnya dilakukan selama 24&amp;ndash;72 jam, dan tidak dianjurkan lebih lama tanpa pengawasan tenaga kesehatan.&#13;
&#13;
Alasan orang mencoba water fasting antara lain:&#13;
&#13;
&#13;
	Alasan spiritual atau keagamaan&#13;
	Menurunkan berat badan&#13;
	Klaim detoksifikasi tubuh&#13;
	Mencari manfaat kesehatan tertentu&#13;
&#13;
&#13;
Namun, penting dipahami bahwa tubuh tetap membutuhkan nutrisi, sehingga puasa air tidak cocok untuk semua orang.&#13;
&#13;
Manfaat Potensial Water Fasting&#13;
&#13;
Beberapa penelitian terutama pada hewan dan studi terbatas pada manusia&amp;mdash;menunjukkan potensi manfaat berikut:&#13;
&#13;
1. Mendorong Autofagi&#13;
&#13;
Autofagi adalah proses alami tubuh untuk membersihkan dan mendaur ulang sel-sel yang rusak. Proses ini dikaitkan dengan:&#13;
&#13;
&#13;
	Perlindungan terhadap penyakit kronis&#13;
	Perbaikan fungsi sel&#13;
	Potensi perlambatan penuaan&#13;
	Namun, bukti kuat pada manusia masih terbatas.&#13;
&#13;
&#13;
2. Menurunkan Tekanan Darah&#13;
&#13;
Puasa air yang dilakukan dengan pengawasan medis dilaporkan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.&#13;
&#13;
3. Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Leptin&#13;
&#13;
Puasa dapat membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin dan leptin, hormon yang berperan dalam pengaturan gula darah dan rasa kenyang.&#13;
&#13;
4. Menurunkan Faktor Risiko Penyakit Kronis&#13;
&#13;
Beberapa studi menunjukkan penurunan kadar trigliserida dan peradangan, yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung.&#13;
&#13;
Catatan penting: sebagian besar manfaat ini belum cukup kuat untuk dijadikan rekomendasi umum, terutama tanpa pengawasan medis.&#13;
&#13;
Bahaya dan Risiko Water Fasting&#13;
&#13;
Meski terlihat sederhana, water fasting memiliki risiko nyata:&#13;
&#13;
1. Kehilangan Massa Otot&#13;
&#13;
2. Dehidrasi&#13;
&#13;
3. Hipotensi Ortostatik&#13;
&#13;
4. Memperburuk Kondisi Medis Tertentu&#13;
&#13;
Tidak dianjurkan bagi:&#13;
&#13;
&#13;
	Penderita diabetes tipe 1 &amp;amp; 2&#13;
	Penderita asam urat&#13;
	Orang dengan riwayat gangguan makan&#13;
	Lansia, ibu hamil, dan anak-anak&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Diet water fasting atau puasa air belakangan ini semakin populer, terutama di media sosial, sebagai metode cepat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan. Diet ini hanya memperbolehkan konsumsi air putih tanpa asupan makanan apa pun selama periode tertentu.&#13;
&#13;
Meski disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan, para ahli menegaskan bahwa water fasting juga menyimpan risiko serius, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan medis.&#13;
&#13;
Melansir healthline, water fasting adalah metode puasa ekstrem di mana seseorang tidak mengonsumsi makanan sama sekali, hanya minum air putih. Umumnya dilakukan selama 24&amp;ndash;72 jam, dan tidak dianjurkan lebih lama tanpa pengawasan tenaga kesehatan.&#13;
&#13;
Alasan orang mencoba water fasting antara lain:&#13;
&#13;
&#13;
	Alasan spiritual atau keagamaan&#13;
	Menurunkan berat badan&#13;
	Klaim detoksifikasi tubuh&#13;
	Mencari manfaat kesehatan tertentu&#13;
&#13;
&#13;
Namun, penting dipahami bahwa tubuh tetap membutuhkan nutrisi, sehingga puasa air tidak cocok untuk semua orang.&#13;
&#13;
Manfaat Potensial Water Fasting&#13;
&#13;
Beberapa penelitian terutama pada hewan dan studi terbatas pada manusia&amp;mdash;menunjukkan potensi manfaat berikut:&#13;
&#13;
1. Mendorong Autofagi&#13;
&#13;
Autofagi adalah proses alami tubuh untuk membersihkan dan mendaur ulang sel-sel yang rusak. Proses ini dikaitkan dengan:&#13;
&#13;
&#13;
	Perlindungan terhadap penyakit kronis&#13;
	Perbaikan fungsi sel&#13;
	Potensi perlambatan penuaan&#13;
	Namun, bukti kuat pada manusia masih terbatas.&#13;
&#13;
&#13;
2. Menurunkan Tekanan Darah&#13;
&#13;
Puasa air yang dilakukan dengan pengawasan medis dilaporkan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.&#13;
&#13;
3. Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Leptin&#13;
&#13;
Puasa dapat membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin dan leptin, hormon yang berperan dalam pengaturan gula darah dan rasa kenyang.&#13;
&#13;
4. Menurunkan Faktor Risiko Penyakit Kronis&#13;
&#13;
Beberapa studi menunjukkan penurunan kadar trigliserida dan peradangan, yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung.&#13;
&#13;
Catatan penting: sebagian besar manfaat ini belum cukup kuat untuk dijadikan rekomendasi umum, terutama tanpa pengawasan medis.&#13;
&#13;
Bahaya dan Risiko Water Fasting&#13;
&#13;
Meski terlihat sederhana, water fasting memiliki risiko nyata:&#13;
&#13;
1. Kehilangan Massa Otot&#13;
&#13;
2. Dehidrasi&#13;
&#13;
3. Hipotensi Ortostatik&#13;
&#13;
4. Memperburuk Kondisi Medis Tertentu&#13;
&#13;
Tidak dianjurkan bagi:&#13;
&#13;
&#13;
	Penderita diabetes tipe 1 &amp;amp; 2&#13;
	Penderita asam urat&#13;
	Orang dengan riwayat gangguan makan&#13;
	Lansia, ibu hamil, dan anak-anak&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
