<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jembatan Gantung Percepat Akses Warga dan Pelajar di Pameungpeuk Garut</title><description>Keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membawa dampak besar bagi aktivitas warga, khususnya para pelajar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/25/340/3197493/jembatan-gantung-percepat-akses-warga-dan-pelajar-di-pameungpeuk-garut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/25/340/3197493/jembatan-gantung-percepat-akses-warga-dan-pelajar-di-pameungpeuk-garut"/><item><title>Jembatan Gantung Percepat Akses Warga dan Pelajar di Pameungpeuk Garut</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/25/340/3197493/jembatan-gantung-percepat-akses-warga-dan-pelajar-di-pameungpeuk-garut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/25/340/3197493/jembatan-gantung-percepat-akses-warga-dan-pelajar-di-pameungpeuk-garut</guid><pubDate>Minggu 25 Januari 2026 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/25/340/3197493/sinta_siswa_kelas_vi_sdn_4_mandala_kasih-lhoX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sinta, Siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/25/340/3197493/sinta_siswa_kelas_vi_sdn_4_mandala_kasih-lhoX_large.jpg</image><title>Sinta, Siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih (foto: dok ist)</title></images><description>GARUT - Keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membawa dampak besar bagi aktivitas warga, khususnya para pelajar.&#13;
&#13;
Sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar hingga satu jam untuk menuju kampung seberang. Kini, waktu tempuh antarkampung hanya sekitar lima menit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku kalau muter atau nyebrang dulu selalu lama sampai ke rumah teman. Kalau lewat sini, lewat jembatan gantung, cuma lima menit,&amp;quot; kata Sinta, siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih, Sabtu 24 Januari 2026.&#13;
&#13;
Sinta berharap jembatan gantung tersebut bisa bertahan lama agar terus dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal senada disampaikan Aisya Albi Kamila, siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih lainnya. Ia mengaku senang dengan hadirnya jembatan gantung sepanjang 80 meter dan lebar 1,2 meter itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau main dulu harus muter ke jalan raya. Sekarang, setelah ada jembatan ini, jadi bisa langsung nyebrang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Manfaat jembatan gantung juga dirasakan warga setempat. Soni Irmawan, warga Kampung Punaga Jolok, menyebut kehadiran jembatan tersebut sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keberadaan jembatan ini sangat krusial. Sangat membantu untuk berdagang, bertani, sampai aktivitas nelayan,&amp;rdquo; kata Soni.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, jembatan gantung yang baru dibangun ini memiliki konstruksi lebih kokoh dibanding jembatan sebelumnya yang sempat berdiri di lokasi yang sama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dulu sling-nya cuma dua, sekarang enam dan ukurannya lebih besar. Mudah-mudahan bisa awet,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Soni pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan jembatan gantung tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak yang telah membangun jembatan gantung ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>GARUT - Keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membawa dampak besar bagi aktivitas warga, khususnya para pelajar.&#13;
&#13;
Sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar hingga satu jam untuk menuju kampung seberang. Kini, waktu tempuh antarkampung hanya sekitar lima menit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku kalau muter atau nyebrang dulu selalu lama sampai ke rumah teman. Kalau lewat sini, lewat jembatan gantung, cuma lima menit,&amp;quot; kata Sinta, siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih, Sabtu 24 Januari 2026.&#13;
&#13;
Sinta berharap jembatan gantung tersebut bisa bertahan lama agar terus dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal senada disampaikan Aisya Albi Kamila, siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih lainnya. Ia mengaku senang dengan hadirnya jembatan gantung sepanjang 80 meter dan lebar 1,2 meter itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau main dulu harus muter ke jalan raya. Sekarang, setelah ada jembatan ini, jadi bisa langsung nyebrang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Manfaat jembatan gantung juga dirasakan warga setempat. Soni Irmawan, warga Kampung Punaga Jolok, menyebut kehadiran jembatan tersebut sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keberadaan jembatan ini sangat krusial. Sangat membantu untuk berdagang, bertani, sampai aktivitas nelayan,&amp;rdquo; kata Soni.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, jembatan gantung yang baru dibangun ini memiliki konstruksi lebih kokoh dibanding jembatan sebelumnya yang sempat berdiri di lokasi yang sama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dulu sling-nya cuma dua, sekarang enam dan ukurannya lebih besar. Mudah-mudahan bisa awet,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Soni pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan jembatan gantung tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak yang telah membangun jembatan gantung ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
