<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Minta Anggaran Ditambah Buat Beli Alat Canggih, OTT Bisa Makin Masif&amp;nbsp;</title><description>Anggaran ini ditujukan untuk membeli alat canggih agar bisa melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/29/337/3198208/kpk-minta-anggaran-ditambah-buat-beli-alat-canggih-ott-bisa-makin-masif-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/29/337/3198208/kpk-minta-anggaran-ditambah-buat-beli-alat-canggih-ott-bisa-makin-masif-nbsp"/><item><title>KPK Minta Anggaran Ditambah Buat Beli Alat Canggih, OTT Bisa Makin Masif&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/29/337/3198208/kpk-minta-anggaran-ditambah-buat-beli-alat-canggih-ott-bisa-makin-masif-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/29/337/3198208/kpk-minta-anggaran-ditambah-buat-beli-alat-canggih-ott-bisa-makin-masif-nbsp</guid><pubDate>Kamis 29 Januari 2026 06:13 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/29/337/3198208/kpk-zh8I_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK Minta Anggaran Ditambah Buat Beli Alat Canggih, OTT Bisa Makin Masif&amp;nbsp; (Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/29/337/3198208/kpk-zh8I_large.jpg</image><title>KPK Minta Anggaran Ditambah Buat Beli Alat Canggih, OTT Bisa Makin Masif&amp;nbsp; (Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap bisa mendapatkan anggaran yang besar. Anggaran ini ditujukan untuk membeli alat canggih agar bisa melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
1. Alat Canggih&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).&#13;
&#13;
Awalnya, Fitroh mengungkap hambatan paling besar yang dihadapi saat pihaknya menggelar OTT. Ia menyebutkan, salah satunya adalah kekurangan alat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa sih sebenernya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih supaya OTT tidak hanya 1 sebulan,&amp;quot; kata Fitroh, dikutip Kamis (29/1/2026).&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, peralatan yang ada saat ini kurang canggih. Bahkan, alat yang ada itu dikatakannya sudah ketinggalan zaman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kurang canggih Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barang kali OTT (bisa-red) lebih masif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto melaporkan sebanyak 116 perkara yang telah ditangani lembaga antirasuah selama tahun 2025. Data ini dimutakhirkan hingga 31 Desember lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk penanganan perkara ada 116 di mana 48 perkara terkait penyuapan dan atau gratifikasi dan 11 kegiatan tertangkap tangan,&amp;quot; kata Setyo dalam kesempatan yang sama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia merincikan, untuk tingkat penyelidikan sebanyak 70 perkara, penyidikan 116 perkara, penuntutan 115 perkara, dan eksekusi ada 78 perkara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari semua itu perkara yang berkekuatan hukum (inkrah) jumlahnya ada 87 perkara,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap bisa mendapatkan anggaran yang besar. Anggaran ini ditujukan untuk membeli alat canggih agar bisa melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
1. Alat Canggih&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).&#13;
&#13;
Awalnya, Fitroh mengungkap hambatan paling besar yang dihadapi saat pihaknya menggelar OTT. Ia menyebutkan, salah satunya adalah kekurangan alat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa sih sebenernya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih supaya OTT tidak hanya 1 sebulan,&amp;quot; kata Fitroh, dikutip Kamis (29/1/2026).&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, peralatan yang ada saat ini kurang canggih. Bahkan, alat yang ada itu dikatakannya sudah ketinggalan zaman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kurang canggih Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barang kali OTT (bisa-red) lebih masif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto melaporkan sebanyak 116 perkara yang telah ditangani lembaga antirasuah selama tahun 2025. Data ini dimutakhirkan hingga 31 Desember lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk penanganan perkara ada 116 di mana 48 perkara terkait penyuapan dan atau gratifikasi dan 11 kegiatan tertangkap tangan,&amp;quot; kata Setyo dalam kesempatan yang sama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia merincikan, untuk tingkat penyelidikan sebanyak 70 perkara, penyidikan 116 perkara, penuntutan 115 perkara, dan eksekusi ada 78 perkara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari semua itu perkara yang berkekuatan hukum (inkrah) jumlahnya ada 87 perkara,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
