<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendanaan Tak Disahkan, Pemerintah AS Shutdown Sementara</title><description>Shutdown ini diwarnai tuntutan reformasi ICE setelah kematian dua warga AS. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/31/18/3198735/pendanaan-tak-disahkan-pemerintah-as-shutdown-sementara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/31/18/3198735/pendanaan-tak-disahkan-pemerintah-as-shutdown-sementara"/><item><title>Pendanaan Tak Disahkan, Pemerintah AS Shutdown Sementara</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/31/18/3198735/pendanaan-tak-disahkan-pemerintah-as-shutdown-sementara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/31/18/3198735/pendanaan-tak-disahkan-pemerintah-as-shutdown-sementara</guid><pubDate>Sabtu 31 Januari 2026 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/31/18/3198735/ilustrasi-owLs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/31/18/3198735/ilustrasi-owLs_large.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami penutupan (shutdown) sementara pada Sabtu (31/1/2026) setelah tidak ada undang-undang pendanaan yang disahkan. Meski Senat telah mengesahkan paket pendanaan pada Jumat (30/1/2026) sebelum batas waktu tengah malam, paket tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat, yang diperkirakan tidak akan kembali ke Washington hingga Senin (1/2/2026).&#13;
&#13;
Para senator memberikan suara 71&amp;ndash;29 untuk paket tersebut, yang mencakup lima rancangan undang-undang alokasi anggaran jangka panjang, sambil memperpanjang pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) selama dua minggu guna memungkinkan negosiasi tentang penegakan hukum imigrasi.&#13;
&#13;
Setelah agen federal di negara bagian Minnesota menembak mati warga negara Amerika, Alex Pretti &amp;mdash; pembunuhan kedua oleh petugas penegakan hukum imigrasi bulan ini &amp;mdash; Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer mengatakan ia dan Demokrat lainnya tidak akan mendukung paket tersebut kecuali langkah alokasi anggaran yang mencakup dana untuk DHS dihapus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jika Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan langkah tersebut pada awal minggu depan, gangguan yang terjadi diperkirakan akan minimal.&#13;
&#13;
Pemerintah AS tampaknya tidak ingin mengulangi penutupan panjang seperti yang berlangsung selama 43 hari pada akhir tahun lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tuntutan Reformasi ICE&#13;
&#13;
Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengatakan pada Jumat bahwa Demokrat akan &amp;ldquo;mengevaluasi undang-undang pengeluaran yang disahkan oleh Senat berdasarkan manfaatnya dan kemudian memutuskan bagaimana melanjutkan secara legislatif.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintahan Trump harus menetapkan jalan tegas yang secara dramatis mereformasi ICE dan lembaga-lembaga DHS lainnya, yang diketahui rakyat Amerika telah menjadi tidak taat hukum dan bertindak sewenang-wenang.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Demi kepentingan terbaik negara, hal ini harus dilakukan sebelum Kongres bersidang kembali pada Senin malam dan undang-undang tersebut dibawa ke sidang DPR,&amp;rdquo; kata Jeffries dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Reuters.&#13;
&#13;
Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran pada Jumat mengarahkan lembaga-lembaga yang terkena dampak &amp;mdash; termasuk Departemen Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri, Luar Negeri, Keuangan, Tenaga Kerja, Kesehatan dan Layanan Sosial, Pendidikan, Transportasi, serta Perumahan dan Pembangunan Perkotaan &amp;mdash; yang pendanaannya akan berakhir pada tengah malam, untuk mulai mempersiapkan penutupan pemerintahan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami penutupan (shutdown) sementara pada Sabtu (31/1/2026) setelah tidak ada undang-undang pendanaan yang disahkan. Meski Senat telah mengesahkan paket pendanaan pada Jumat (30/1/2026) sebelum batas waktu tengah malam, paket tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat, yang diperkirakan tidak akan kembali ke Washington hingga Senin (1/2/2026).&#13;
&#13;
Para senator memberikan suara 71&amp;ndash;29 untuk paket tersebut, yang mencakup lima rancangan undang-undang alokasi anggaran jangka panjang, sambil memperpanjang pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) selama dua minggu guna memungkinkan negosiasi tentang penegakan hukum imigrasi.&#13;
&#13;
Setelah agen federal di negara bagian Minnesota menembak mati warga negara Amerika, Alex Pretti &amp;mdash; pembunuhan kedua oleh petugas penegakan hukum imigrasi bulan ini &amp;mdash; Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer mengatakan ia dan Demokrat lainnya tidak akan mendukung paket tersebut kecuali langkah alokasi anggaran yang mencakup dana untuk DHS dihapus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jika Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan langkah tersebut pada awal minggu depan, gangguan yang terjadi diperkirakan akan minimal.&#13;
&#13;
Pemerintah AS tampaknya tidak ingin mengulangi penutupan panjang seperti yang berlangsung selama 43 hari pada akhir tahun lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tuntutan Reformasi ICE&#13;
&#13;
Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengatakan pada Jumat bahwa Demokrat akan &amp;ldquo;mengevaluasi undang-undang pengeluaran yang disahkan oleh Senat berdasarkan manfaatnya dan kemudian memutuskan bagaimana melanjutkan secara legislatif.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintahan Trump harus menetapkan jalan tegas yang secara dramatis mereformasi ICE dan lembaga-lembaga DHS lainnya, yang diketahui rakyat Amerika telah menjadi tidak taat hukum dan bertindak sewenang-wenang.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Demi kepentingan terbaik negara, hal ini harus dilakukan sebelum Kongres bersidang kembali pada Senin malam dan undang-undang tersebut dibawa ke sidang DPR,&amp;rdquo; kata Jeffries dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Reuters.&#13;
&#13;
Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran pada Jumat mengarahkan lembaga-lembaga yang terkena dampak &amp;mdash; termasuk Departemen Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri, Luar Negeri, Keuangan, Tenaga Kerja, Kesehatan dan Layanan Sosial, Pendidikan, Transportasi, serta Perumahan dan Pembangunan Perkotaan &amp;mdash; yang pendanaannya akan berakhir pada tengah malam, untuk mulai mempersiapkan penutupan pemerintahan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
