<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasto Sebut PDIP Masih Kaji Sikap Terkait Ambang Batas Parlemen</title><description>Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen (parliamentary threshold), yang tengah dibahas dalam Revisi Undang-Undang Pemilu. Hingga kini, PDIP masih melakukan kajian mendalam mengenai kebijakan tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198724/hasto-sebut-pdip-masih-kaji-sikap-terkait-ambang-batas-parlemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198724/hasto-sebut-pdip-masih-kaji-sikap-terkait-ambang-batas-parlemen"/><item><title>Hasto Sebut PDIP Masih Kaji Sikap Terkait Ambang Batas Parlemen</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198724/hasto-sebut-pdip-masih-kaji-sikap-terkait-ambang-batas-parlemen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198724/hasto-sebut-pdip-masih-kaji-sikap-terkait-ambang-batas-parlemen</guid><pubDate>Sabtu 31 Januari 2026 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/31/337/3198724/sekjen_pdip_hasto_kristiyanto-Nw1X_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/31/337/3198724/sekjen_pdip_hasto_kristiyanto-Nw1X_large.jpg</image><title>Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen (parliamentary threshold), yang tengah dibahas dalam Revisi Undang-Undang Pemilu. Hingga kini, PDIP masih melakukan kajian mendalam mengenai kebijakan tersebut.&#13;
&#13;
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya telah membentuk tim ahli untuk mengkaji ambang batas parlemen, termasuk melibatkan Megawati Institute sebagai lembaga pemikir (think tank).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PDI Perjuangan masih melakukan kajian-kajian. Kami membentuk tim ahli, termasuk keberadaan Megawati Institute sebagai think tank untuk melakukan kajian yang mendalam,&amp;rdquo; kata Hasto di Kantor Megawati Institute, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasto menjelaskan, ambang batas parlemen pada awalnya dirancang sebagai instrumen konsolidasi demokrasi. Menurutnya, sistem multipartai sederhana dinilai dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itulah diperlukan parliamentary threshold. Itu merupakan cara-cara demokratis, di mana rakyat yang menentukan partai-partai mana yang berhak lolos ke parlemen, termasuk soal besarannya dan apakah diterapkan secara berjenjang dari pusat hingga daerah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, Hasto menilai ketiadaan ambang batas juga berpotensi melahirkan konfigurasi partai yang terlalu ekstrem di parlemen. Ia mengakui, kondisi multipartai ekstrem pernah terjadi dalam sejarah demokrasi Indonesia.&#13;
&#13;
Meski begitu, Hasto menegaskan kebijakan ambang batas parlemen perlu dikaji secara komprehensif, termasuk penerapannya di tingkat daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu kami melakukan kajian. Kita harus berbicara bagaimana penerapannya di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten/kota, sekaligus melihat kehendak rakyat terkait pentingnya aspek representasi melalui keberadaan partai politik di parlemen,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen (parliamentary threshold), yang tengah dibahas dalam Revisi Undang-Undang Pemilu. Hingga kini, PDIP masih melakukan kajian mendalam mengenai kebijakan tersebut.&#13;
&#13;
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya telah membentuk tim ahli untuk mengkaji ambang batas parlemen, termasuk melibatkan Megawati Institute sebagai lembaga pemikir (think tank).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PDI Perjuangan masih melakukan kajian-kajian. Kami membentuk tim ahli, termasuk keberadaan Megawati Institute sebagai think tank untuk melakukan kajian yang mendalam,&amp;rdquo; kata Hasto di Kantor Megawati Institute, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasto menjelaskan, ambang batas parlemen pada awalnya dirancang sebagai instrumen konsolidasi demokrasi. Menurutnya, sistem multipartai sederhana dinilai dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itulah diperlukan parliamentary threshold. Itu merupakan cara-cara demokratis, di mana rakyat yang menentukan partai-partai mana yang berhak lolos ke parlemen, termasuk soal besarannya dan apakah diterapkan secara berjenjang dari pusat hingga daerah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, Hasto menilai ketiadaan ambang batas juga berpotensi melahirkan konfigurasi partai yang terlalu ekstrem di parlemen. Ia mengakui, kondisi multipartai ekstrem pernah terjadi dalam sejarah demokrasi Indonesia.&#13;
&#13;
Meski begitu, Hasto menegaskan kebijakan ambang batas parlemen perlu dikaji secara komprehensif, termasuk penerapannya di tingkat daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu kami melakukan kajian. Kita harus berbicara bagaimana penerapannya di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten/kota, sekaligus melihat kehendak rakyat terkait pentingnya aspek representasi melalui keberadaan partai politik di parlemen,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
