<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuaca Ekstrem, BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca</title><description>Ia menjelaskan, seluruh armada tersebut masih beroperasi hingga 31 Januari 2026 dan akan terus dievaluasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198739/cuaca-ekstrem-bnpb-perpanjang-operasi-modifikasi-cuaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198739/cuaca-ekstrem-bnpb-perpanjang-operasi-modifikasi-cuaca"/><item><title>Cuaca Ekstrem, BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198739/cuaca-ekstrem-bnpb-perpanjang-operasi-modifikasi-cuaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/01/31/337/3198739/cuaca-ekstrem-bnpb-perpanjang-operasi-modifikasi-cuaca</guid><pubDate>Sabtu 31 Januari 2026 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/31/337/3198739/pemerintah-Tc8Q_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cuaca Ekstrem, BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/31/337/3198739/pemerintah-Tc8Q_large.jpg</image><title>Cuaca Ekstrem, BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 3 Februari 2026. Perpanjangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi cuaca ekstrem yang masih meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pelaksanaan OMC bersifat situasional dan akan terus disesuaikan dengan tingkat ancaman cuaca yang berkembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rencana (sampai) 3 Februari 2026 (sesuai situasi dan kondisi ancaman cuaca yang ada),&amp;quot; kata Suharyanto, Sabtu (31/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BNPB mengerahkan total empat pesawat untuk mendukung OMC. Kegiatan modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek telah dimulai sejak 12 Januari 2026 dengan menggunakan satu pesawat.&#13;
&#13;
Namun, seiring meningkatnya ancaman cuaca ekstrem berdasarkan rekomendasi BMKG, jumlah armada ditambah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya eskalasi meningkat ancaman cuaca ekstrem rekomendasi BMKG, maka pada tanggal 23 Januari 2026 ditambah 3 pesawat dengan menggeser armada yang sebelumnya untuk OMC bencana 3 provinsi di Sumatera,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, seluruh armada tersebut masih beroperasi hingga 31 Januari 2026 dan akan terus dievaluasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga total armada BNPB 4 pesawat masih beroperasi hingga 31 Januari 2026, dan akan dievaluasi sesuai dengan ancaman cuaca, apakah dihentikan atau diperpanjang lagi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Adapun penempatan pesawat dilakukan di dua lokasi. Dua pesawat ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, sementara dua lainnya berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.&#13;
&#13;
Suharyanto juga memaparkan capaian operasi hingga saat ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah total penerbangan 152 sortie dengan bahan semai hingga saat ini total: NaCl 83,2 ton dan Cao : 49 ton. Penambahan armada dari BPBD DKI 1 pesawat Cassa TNI AU mulai pagi tadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyebut OMC yang dilakukan di Jabodetabek menunjukkan hasil cukup efektif. Bahkan, mengurangi intensitas hujan hingga 35%. &amp;quot;Jabodetabek (berkurang) 35%,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Budi mengatakan bahwa BMKG telah memberikan imbauan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung pada Februari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara klimatologi berdasarkan data historis, wilayah Jabodetabek puncak musim hujan justru di bulan Februari,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 3 Februari 2026. Perpanjangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi cuaca ekstrem yang masih meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pelaksanaan OMC bersifat situasional dan akan terus disesuaikan dengan tingkat ancaman cuaca yang berkembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rencana (sampai) 3 Februari 2026 (sesuai situasi dan kondisi ancaman cuaca yang ada),&amp;quot; kata Suharyanto, Sabtu (31/1/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BNPB mengerahkan total empat pesawat untuk mendukung OMC. Kegiatan modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek telah dimulai sejak 12 Januari 2026 dengan menggunakan satu pesawat.&#13;
&#13;
Namun, seiring meningkatnya ancaman cuaca ekstrem berdasarkan rekomendasi BMKG, jumlah armada ditambah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya eskalasi meningkat ancaman cuaca ekstrem rekomendasi BMKG, maka pada tanggal 23 Januari 2026 ditambah 3 pesawat dengan menggeser armada yang sebelumnya untuk OMC bencana 3 provinsi di Sumatera,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, seluruh armada tersebut masih beroperasi hingga 31 Januari 2026 dan akan terus dievaluasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga total armada BNPB 4 pesawat masih beroperasi hingga 31 Januari 2026, dan akan dievaluasi sesuai dengan ancaman cuaca, apakah dihentikan atau diperpanjang lagi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Adapun penempatan pesawat dilakukan di dua lokasi. Dua pesawat ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, sementara dua lainnya berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.&#13;
&#13;
Suharyanto juga memaparkan capaian operasi hingga saat ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah total penerbangan 152 sortie dengan bahan semai hingga saat ini total: NaCl 83,2 ton dan Cao : 49 ton. Penambahan armada dari BPBD DKI 1 pesawat Cassa TNI AU mulai pagi tadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyebut OMC yang dilakukan di Jabodetabek menunjukkan hasil cukup efektif. Bahkan, mengurangi intensitas hujan hingga 35%. &amp;quot;Jabodetabek (berkurang) 35%,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Budi mengatakan bahwa BMKG telah memberikan imbauan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung pada Februari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara klimatologi berdasarkan data historis, wilayah Jabodetabek puncak musim hujan justru di bulan Februari,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
