<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Penyidik Sebut Jika KPK Dapat Dukungan Alat Canggih, Bisa 30 Kali OTT Setahun</title><description>Dengan dukungan alat canggih yang semakin banyak, KPK bisa lebih banyak menggelar OTT. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/02/337/3198975/eks-penyidik-sebut-jika-kpk-dapat-dukungan-alat-canggih-bisa-30-kali-ott-setahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/02/337/3198975/eks-penyidik-sebut-jika-kpk-dapat-dukungan-alat-canggih-bisa-30-kali-ott-setahun"/><item><title>Eks Penyidik Sebut Jika KPK Dapat Dukungan Alat Canggih, Bisa 30 Kali OTT Setahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/02/337/3198975/eks-penyidik-sebut-jika-kpk-dapat-dukungan-alat-canggih-bisa-30-kali-ott-setahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/02/337/3198975/eks-penyidik-sebut-jika-kpk-dapat-dukungan-alat-canggih-bisa-30-kali-ott-setahun</guid><pubDate>Senin 02 Februari 2026 01:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/01/337/3198975/kpk-wYxT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eks Penyidik Sebut Jika KPK Dapat Dukungan Alat Canggih, Bisa 30 Kali OTT Setahun (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/01/337/3198975/kpk-wYxT_large.jpg</image><title>Eks Penyidik Sebut Jika KPK Dapat Dukungan Alat Canggih, Bisa 30 Kali OTT Setahun (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Eks penyidik KPK, Praswad Nugraha menyatakan, permintaan KPK terkait peralatan yang canggih merupakan alasan relevan. Itu karena modus operandi para koruptor juga terus berkembang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu Praswad sampaikan merespons pernyataan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto terkait butuh anggaran guna pembaruan alat, termasuk untuk kepentingan operasi tangkap tangan (OTT).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berkembangnya modus operandi dan dukungan alat komunikasi yang dimiliki koruptor tanpa diimbangi pembaharuan alat maka akan menghambat pelaksanaan OTT,&amp;quot; kata Praswad dalam keterangannya, dikutip pada Senin (2/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, permintaan tersebut semestinya dipenuhi mengingat korupsi kerap kali digaungkan sebagai musuh bersama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dukungan alat tersebut juga merupakan representasi dari komitmen politik pemerintahan dalam pemberantasan korupsi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Praswad meyakini, jika hal tersebut dipenuhi maka akan lebih banyak lagi operasi senyap yang dilakukan Lembaga Antirasuah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami optimis, jika KPK diberikan dukungan alat yang lebih canggih, KPK dapat melaksanakan OTT setidak-tidaknya 30 kali per tahun,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK berharap mendapatkan anggaran yang besar. Anggaran ini untuk membeli alat canggih guna mempermudah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).&#13;
&#13;
Mulanya, Fitroh bicara hambatan paling besar yang dihadapi dalam melakukan OTT. Dia menyebut, salah satunya adalah alat yang dimiliki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang? Ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya satu sebulan,&amp;quot; kata Fitroh.&#13;
&#13;
Dia menyebut, peralatan yang ada saat ini kurang canggih. Bahkan, alat yang ada itu dikatakannya sudah ketinggalan zaman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barangkali OTT (bisa) lebih masif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Eks penyidik KPK, Praswad Nugraha menyatakan, permintaan KPK terkait peralatan yang canggih merupakan alasan relevan. Itu karena modus operandi para koruptor juga terus berkembang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu Praswad sampaikan merespons pernyataan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto terkait butuh anggaran guna pembaruan alat, termasuk untuk kepentingan operasi tangkap tangan (OTT).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berkembangnya modus operandi dan dukungan alat komunikasi yang dimiliki koruptor tanpa diimbangi pembaharuan alat maka akan menghambat pelaksanaan OTT,&amp;quot; kata Praswad dalam keterangannya, dikutip pada Senin (2/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, permintaan tersebut semestinya dipenuhi mengingat korupsi kerap kali digaungkan sebagai musuh bersama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dukungan alat tersebut juga merupakan representasi dari komitmen politik pemerintahan dalam pemberantasan korupsi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Praswad meyakini, jika hal tersebut dipenuhi maka akan lebih banyak lagi operasi senyap yang dilakukan Lembaga Antirasuah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami optimis, jika KPK diberikan dukungan alat yang lebih canggih, KPK dapat melaksanakan OTT setidak-tidaknya 30 kali per tahun,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK berharap mendapatkan anggaran yang besar. Anggaran ini untuk membeli alat canggih guna mempermudah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).&#13;
&#13;
Mulanya, Fitroh bicara hambatan paling besar yang dihadapi dalam melakukan OTT. Dia menyebut, salah satunya adalah alat yang dimiliki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa sih sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang? Ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya satu sebulan,&amp;quot; kata Fitroh.&#13;
&#13;
Dia menyebut, peralatan yang ada saat ini kurang canggih. Bahkan, alat yang ada itu dikatakannya sudah ketinggalan zaman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barangkali OTT (bisa) lebih masif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
