<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Ramadhan, Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar Selama 14 Hari</title><description>Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2026 yang digelar pada Senin (2/2/2026). Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/02/338/3199009/jelang-ramadhan-operasi-keselamatan-jaya-2026-digelar-selama-14-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/02/338/3199009/jelang-ramadhan-operasi-keselamatan-jaya-2026-digelar-selama-14-hari"/><item><title>Jelang Ramadhan, Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar Selama 14 Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/02/338/3199009/jelang-ramadhan-operasi-keselamatan-jaya-2026-digelar-selama-14-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/02/338/3199009/jelang-ramadhan-operasi-keselamatan-jaya-2026-digelar-selama-14-hari</guid><pubDate>Senin 02 Februari 2026 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/02/338/3199009/apel_operasi_keselamatan_jaya_2026-D6KH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/02/338/3199009/apel_operasi_keselamatan_jaya_2026-D6KH_large.jpg</image><title>Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2026 yang digelar pada Senin (2/2/2026). Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.&#13;
&#13;
Dalam amanatnya, Dekananto menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk kesiapan Polri bersama para pemangku kepentingan terkait, baik dari sisi personel, sarana prasarana, hingga pola tindak di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apel gelar pasukan ini menjadi wujud kesiapan Polri dan seluruh stakeholder dalam melaksanakan Operasi Keselamatan Jaya 2026, sekaligus menandai dimulainya operasi kewilayahan di bidang lalu lintas,&amp;quot; ujar Dekananto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, menjelang Bulan Suci Ramadhan, mobilitas masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya cenderung meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, meningkatnya angka kecelakaan, serta pelanggaran lalu lintas.&#13;
&#13;
&amp;quot;DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai pusat aktivitas nasional merupakan etalase bangsa. Karena itu, lalu lintas yang tertib dan aman mencerminkan tingkat kedisiplinan serta budaya masyarakat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Dekananto, Operasi Keselamatan Jaya 2026 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Operasi ini tidak dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan. Saya tegaskan kembali, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.&#13;
&#13;
Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda Metro Jaya akan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan. Kehadiran personel ditingkatkan di titik-titik rawan, serta penegakan hukum dilakukan secara profesional dengan memaksimalkan ETLE statis dan mobile, drone patrol presisi, serta penindakan manual yang efektif dan humanis,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2026 yang digelar pada Senin (2/2/2026). Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.&#13;
&#13;
Dalam amanatnya, Dekananto menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk kesiapan Polri bersama para pemangku kepentingan terkait, baik dari sisi personel, sarana prasarana, hingga pola tindak di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apel gelar pasukan ini menjadi wujud kesiapan Polri dan seluruh stakeholder dalam melaksanakan Operasi Keselamatan Jaya 2026, sekaligus menandai dimulainya operasi kewilayahan di bidang lalu lintas,&amp;quot; ujar Dekananto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, menjelang Bulan Suci Ramadhan, mobilitas masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya cenderung meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, meningkatnya angka kecelakaan, serta pelanggaran lalu lintas.&#13;
&#13;
&amp;quot;DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai pusat aktivitas nasional merupakan etalase bangsa. Karena itu, lalu lintas yang tertib dan aman mencerminkan tingkat kedisiplinan serta budaya masyarakat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Dekananto, Operasi Keselamatan Jaya 2026 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Operasi ini tidak dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan. Saya tegaskan kembali, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.&#13;
&#13;
Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda Metro Jaya akan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan. Kehadiran personel ditingkatkan di titik-titik rawan, serta penegakan hukum dilakukan secara profesional dengan memaksimalkan ETLE statis dan mobile, drone patrol presisi, serta penindakan manual yang efektif dan humanis,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
