<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tewas Serangan Teroris di Balochistan Mencapai 250 Orang</title><description>Pasukan keamanan Pakistan meluncurkan operasi kontra-terorisme di Balochistan menyusul serangan tersebut. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/04/18/3199685/korban-tewas-serangan-teroris-di-balochistan-mencapai-250-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/04/18/3199685/korban-tewas-serangan-teroris-di-balochistan-mencapai-250-orang"/><item><title>Korban Tewas Serangan Teroris di Balochistan Mencapai 250 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/04/18/3199685/korban-tewas-serangan-teroris-di-balochistan-mencapai-250-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/04/18/3199685/korban-tewas-serangan-teroris-di-balochistan-mencapai-250-orang</guid><pubDate>Rabu 04 Februari 2026 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/04/18/3199685/ilustrasi-fRyG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/04/18/3199685/ilustrasi-fRyG_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA - Lebih dari 250 orang tewas dalam serangan terkoordinasi yang dilancarkan oleh teroris di seluruh provinsi Balochistan, Pakistan, sejak Sabtu (31/1/2026), kata seorang pejabat keamanan. Pertempuran antara pasukan keamanan dengan kelompok militan di Balochistan masih terus berlanjut.&#13;
&#13;
Pakistan telah memerangi pemberontakan Baloch selama beberapa dekade, dengan serangan bersenjata yang sering terjadi terhadap pasukan keamanan, warga negara asing, dan warga Pakistan non-lokal di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran.&#13;
&#13;
Seorang pejabat senior, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada AFP pada Rabu (4/2/2026) bahwa &amp;quot;197 teroris telah tewas dalam operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung.&amp;quot;&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa setidaknya 36 warga sipil dan 22 personel keamanan tewas selama serangan terkoordinasi di Balochistan yang bergejolak.&#13;
&#13;
Bentrokan sporadis masih terjadi di beberapa distrik, setelah militan menyerbu bank, penjara, kantor polisi, dan instalasi militer selama akhir pekan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menteri Utama Balochistan, Sarfraz Bugti, mengatakan dalam konferensi pers di Quetta pada Minggu (1/2/2026) bahwa semua distrik yang diserang telah dibersihkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengejar mereka, kami tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Tentara Pembebasan Baloch (BLA), kelompok separatis bersenjata paling aktif di provinsi itu, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.&#13;
&#13;
Kelompok tersebut, yang telah ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris, mengatakan telah menargetkan instalasi militer serta polisi dan pejabat administrasi sipil dalam serangan senjata dan bom bunuh diri.&#13;
&#13;
BLA telah meningkatkan serangan terhadap warga Pakistan dari provinsi lain yang bekerja di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, serta perusahaan energi asing.&#13;
&#13;
Tahun lalu, para teroris menyerang kereta api dengan 450 penumpang di dalamnya, memicu pengepungan mematikan selama dua hari.&#13;
&#13;
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (3/2/2026) menyebut serangan baru-baru ini sebagai &amp;quot;keji dan pengecut.&amp;quot;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Lebih dari 250 orang tewas dalam serangan terkoordinasi yang dilancarkan oleh teroris di seluruh provinsi Balochistan, Pakistan, sejak Sabtu (31/1/2026), kata seorang pejabat keamanan. Pertempuran antara pasukan keamanan dengan kelompok militan di Balochistan masih terus berlanjut.&#13;
&#13;
Pakistan telah memerangi pemberontakan Baloch selama beberapa dekade, dengan serangan bersenjata yang sering terjadi terhadap pasukan keamanan, warga negara asing, dan warga Pakistan non-lokal di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran.&#13;
&#13;
Seorang pejabat senior, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada AFP pada Rabu (4/2/2026) bahwa &amp;quot;197 teroris telah tewas dalam operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung.&amp;quot;&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa setidaknya 36 warga sipil dan 22 personel keamanan tewas selama serangan terkoordinasi di Balochistan yang bergejolak.&#13;
&#13;
Bentrokan sporadis masih terjadi di beberapa distrik, setelah militan menyerbu bank, penjara, kantor polisi, dan instalasi militer selama akhir pekan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menteri Utama Balochistan, Sarfraz Bugti, mengatakan dalam konferensi pers di Quetta pada Minggu (1/2/2026) bahwa semua distrik yang diserang telah dibersihkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengejar mereka, kami tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Tentara Pembebasan Baloch (BLA), kelompok separatis bersenjata paling aktif di provinsi itu, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.&#13;
&#13;
Kelompok tersebut, yang telah ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris, mengatakan telah menargetkan instalasi militer serta polisi dan pejabat administrasi sipil dalam serangan senjata dan bom bunuh diri.&#13;
&#13;
BLA telah meningkatkan serangan terhadap warga Pakistan dari provinsi lain yang bekerja di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, serta perusahaan energi asing.&#13;
&#13;
Tahun lalu, para teroris menyerang kereta api dengan 450 penumpang di dalamnya, memicu pengepungan mematikan selama dua hari.&#13;
&#13;
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (3/2/2026) menyebut serangan baru-baru ini sebagai &amp;quot;keji dan pengecut.&amp;quot;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
