<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!</title><description>Hermawan menyebut, muncul kekeliruan terkait sejumlah kebijakan Kapolri termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/04/337/3199673/hermawan-sulistyo-ketegasan-kapolri-sering-disalahartikan-sebagai-sikap-membangkang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/04/337/3199673/hermawan-sulistyo-ketegasan-kapolri-sering-disalahartikan-sebagai-sikap-membangkang"/><item><title>Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/04/337/3199673/hermawan-sulistyo-ketegasan-kapolri-sering-disalahartikan-sebagai-sikap-membangkang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/04/337/3199673/hermawan-sulistyo-ketegasan-kapolri-sering-disalahartikan-sebagai-sikap-membangkang</guid><pubDate>Rabu 04 Februari 2026 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/04/337/3199673/polri-qe8U_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/04/337/3199673/polri-qe8U_large.jpg</image><title>Hermawan Sulistyo: Ketegasan Kapolri Sering Disalahartikan sebagai Sikap Membangkang!</title></images><description>JAKARTA - Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik Hermawan Sulistyo mengungkapkan sejumlah dinamika kebijakan Jenderal Listyo Sigit di tengah bergulirnya wacana reformasi Polri.&#13;
&#13;
Hermawan menyebut, muncul kekeliruan terkait sejumlah kebijakan Kapolri termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,&amp;rdquo; kata Hermawan dalam acara bedah buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan di STIK, Rabu (4/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, hal tersebut juga mengulas keputusan strategis dan taktis Kapolri dalam situasi sulit, khususnya dalam penanganan kasus besar yang berdampak pada institusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana seorang Kapolri harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan institusi, itu tidak mudah. Buku ini tidak untuk memuji, tapi untuk mendudukkan keputusannya secara proporsional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Hermawan juga menilai, ketegasan Kapolri yang terlihat dalam forum-forum resmi kerap disalahartikan sebagai sikap membangkang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, mantan Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya pemahaman konteks demokrasi dalam melihat posisi Polri sebagai polisi sipil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polisi adalah polisi sipil dalam negara demokrasi. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, menjamin hak asasi manusia, serta bekerja secara transparan dan akuntabel,&amp;rdquo; ujar Chryshnanda di kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, reformasi Polri merupakan proses berkelanjutan yang harus ditempatkan dalam kerangka dialog demokratis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita negara demokrasi, berarti ada ruang dialog dan diskusi. Peganglah demokrasi itu dengan baik dan benar,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik Hermawan Sulistyo mengungkapkan sejumlah dinamika kebijakan Jenderal Listyo Sigit di tengah bergulirnya wacana reformasi Polri.&#13;
&#13;
Hermawan menyebut, muncul kekeliruan terkait sejumlah kebijakan Kapolri termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,&amp;rdquo; kata Hermawan dalam acara bedah buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan di STIK, Rabu (4/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, hal tersebut juga mengulas keputusan strategis dan taktis Kapolri dalam situasi sulit, khususnya dalam penanganan kasus besar yang berdampak pada institusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana seorang Kapolri harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan institusi, itu tidak mudah. Buku ini tidak untuk memuji, tapi untuk mendudukkan keputusannya secara proporsional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Hermawan juga menilai, ketegasan Kapolri yang terlihat dalam forum-forum resmi kerap disalahartikan sebagai sikap membangkang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, mantan Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya pemahaman konteks demokrasi dalam melihat posisi Polri sebagai polisi sipil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polisi adalah polisi sipil dalam negara demokrasi. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, menjamin hak asasi manusia, serta bekerja secara transparan dan akuntabel,&amp;rdquo; ujar Chryshnanda di kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, reformasi Polri merupakan proses berkelanjutan yang harus ditempatkan dalam kerangka dialog demokratis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita negara demokrasi, berarti ada ruang dialog dan diskusi. Peganglah demokrasi itu dengan baik dan benar,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
