<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Prihatin Hakim di Depok Kena OTT Padahal Sudah Naik Gaji</title><description>Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi prihatin dengan kasus hakim di Depok, Jawa Barat yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/06/337/3200093/istana-prihatin-hakim-di-depok-kena-ott-padahal-sudah-naik-gaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/06/337/3200093/istana-prihatin-hakim-di-depok-kena-ott-padahal-sudah-naik-gaji"/><item><title>Istana Prihatin Hakim di Depok Kena OTT Padahal Sudah Naik Gaji</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/06/337/3200093/istana-prihatin-hakim-di-depok-kena-ott-padahal-sudah-naik-gaji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/06/337/3200093/istana-prihatin-hakim-di-depok-kena-ott-padahal-sudah-naik-gaji</guid><pubDate>Jum'at 06 Februari 2026 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/06/337/3200093/mensesneg_prasetyo_hadi-g1V9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mensesneg Prasetyo Hadi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/06/337/3200093/mensesneg_prasetyo_hadi-g1V9_large.jpg</image><title>Mensesneg Prasetyo Hadi (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi prihatin dengan kasus hakim di Depok, Jawa Barat yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT).&#13;
&#13;
Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah menaikkan gaji hakim yang bertujuan agar cukup dan tidak korupsi. Prasetyo pun mengakui, kenaikan gaji juga tidak otomatis menghilangkan praktik korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya kan tidak kemudian secara otomatis sebuah upaya itu akan mampu menghilangkan secara menyeluruh praktik-praktik yang tidak baik di peradilan kita,&amp;rdquo; ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi, bahwa sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hakim, kan kita berharap itu dengan diberikan kesejahteraan, kita berharap tidak akan tergoda untuk melakukan hal-hal &amp;nbsp;yang kurang baik,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan rasa prihatinnya terkait peristiwa tersebut. Dia mengimbau agar semua institusi untuk memperbaiki diri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya bahwa masih ada yang terjadi tentu kita prihatin, tapi ya terus menerus kita imbau kepada semua institusi untuk memperbaiki diri, ya kalau bicaranya korupsi ya bagaimana menghentikan budaya-budaya korupsi, kongkalikong dan sebagainya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi bahwa tim Lembaga Antirasuah dalam operasi senyap tersebut turut mengamankan oknum hakim. Namun, identitasnya oknum hakim yang ditangkap itu belum disebut. &amp;ldquo;Benar,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Fitroh belum menginformasikan lebih lanjut terkait operasi senyap yang dimaksud. &amp;ldquo;Ada (uang) ratusan juta,&amp;rdquo; kata Fitroh dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi prihatin dengan kasus hakim di Depok, Jawa Barat yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT).&#13;
&#13;
Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah menaikkan gaji hakim yang bertujuan agar cukup dan tidak korupsi. Prasetyo pun mengakui, kenaikan gaji juga tidak otomatis menghilangkan praktik korupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya kan tidak kemudian secara otomatis sebuah upaya itu akan mampu menghilangkan secara menyeluruh praktik-praktik yang tidak baik di peradilan kita,&amp;rdquo; ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi, bahwa sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hakim, kan kita berharap itu dengan diberikan kesejahteraan, kita berharap tidak akan tergoda untuk melakukan hal-hal &amp;nbsp;yang kurang baik,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan rasa prihatinnya terkait peristiwa tersebut. Dia mengimbau agar semua institusi untuk memperbaiki diri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya bahwa masih ada yang terjadi tentu kita prihatin, tapi ya terus menerus kita imbau kepada semua institusi untuk memperbaiki diri, ya kalau bicaranya korupsi ya bagaimana menghentikan budaya-budaya korupsi, kongkalikong dan sebagainya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi bahwa tim Lembaga Antirasuah dalam operasi senyap tersebut turut mengamankan oknum hakim. Namun, identitasnya oknum hakim yang ditangkap itu belum disebut. &amp;ldquo;Benar,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Fitroh belum menginformasikan lebih lanjut terkait operasi senyap yang dimaksud. &amp;ldquo;Ada (uang) ratusan juta,&amp;rdquo; kata Fitroh dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
