<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerindra Belum Bahas Parliamentary Threshold, Dasco: Kami Baru Lakukan Simulasi Internal</title><description>Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa partainya belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurutnya, Gerindra saat ini baru melakukan simulasi internal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/07/337/3200151/gerindra-belum-bahas-parliamentary-threshold-dasco-kami-baru-lakukan-simulasi-internal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/07/337/3200151/gerindra-belum-bahas-parliamentary-threshold-dasco-kami-baru-lakukan-simulasi-internal"/><item><title>Gerindra Belum Bahas Parliamentary Threshold, Dasco: Kami Baru Lakukan Simulasi Internal</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/07/337/3200151/gerindra-belum-bahas-parliamentary-threshold-dasco-kami-baru-lakukan-simulasi-internal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/07/337/3200151/gerindra-belum-bahas-parliamentary-threshold-dasco-kami-baru-lakukan-simulasi-internal</guid><pubDate>Sabtu 07 Februari 2026 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/07/337/3200151/ketua_harian_dpp_partai_gerindra_sufmi_dasco_ahmad-CjgG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/07/337/3200151/ketua_harian_dpp_partai_gerindra_sufmi_dasco_ahmad-CjgG_large.jpg</image><title>Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa partainya belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurutnya, Gerindra saat ini baru melakukan simulasi internal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau di internal Gerindra, kami baru pada tahap awal melakukan simulasi-simulasi internal,&amp;rdquo; kata Dasco di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Dasco menegaskan, bahwa kajian tersebut masih bersifat simulasi dan belum bersifat final. Oleh karena itu, Gerindra belum dapat menyampaikan sikap resminya kepada publik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi hal itu masih bersifat simulasi dan belum final, sehingga kami belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyoroti dampak negatif penerapan ambang batas parlemen terhadap kualitas demokrasi. Penerapan parliamentary threshold dinilai memicu tingginya angka disproporsionalitas hasil pemilu.&#13;
&#13;
Peneliti Perludem Heroik M Pratama menyampaikan bahwa semakin tinggi angka parliamentary threshold, maka semakin besar pula potensi suara pemilih yang terbuang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Data terakhir pada pemilu dengan ambang batas 4 persen menunjukkan ada sekitar 17,3 juta suara pemilih yang terbuang dari total kurang lebih 10 partai politik peserta pemilu,&amp;rdquo; ujar Heroik dalam rapat di Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa partainya belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurutnya, Gerindra saat ini baru melakukan simulasi internal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau di internal Gerindra, kami baru pada tahap awal melakukan simulasi-simulasi internal,&amp;rdquo; kata Dasco di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Dasco menegaskan, bahwa kajian tersebut masih bersifat simulasi dan belum bersifat final. Oleh karena itu, Gerindra belum dapat menyampaikan sikap resminya kepada publik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi hal itu masih bersifat simulasi dan belum final, sehingga kami belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyoroti dampak negatif penerapan ambang batas parlemen terhadap kualitas demokrasi. Penerapan parliamentary threshold dinilai memicu tingginya angka disproporsionalitas hasil pemilu.&#13;
&#13;
Peneliti Perludem Heroik M Pratama menyampaikan bahwa semakin tinggi angka parliamentary threshold, maka semakin besar pula potensi suara pemilih yang terbuang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Data terakhir pada pemilu dengan ambang batas 4 persen menunjukkan ada sekitar 17,3 juta suara pemilih yang terbuang dari total kurang lebih 10 partai politik peserta pemilu,&amp;rdquo; ujar Heroik dalam rapat di Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
