<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya</title><description>Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejagung melampaui lembaga hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/08/337/3200447/hasil-survei-indikator-ungkap-kejagung-jadi-lembaga-hukum-paling-dipercaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/08/337/3200447/hasil-survei-indikator-ungkap-kejagung-jadi-lembaga-hukum-paling-dipercaya"/><item><title>Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/08/337/3200447/hasil-survei-indikator-ungkap-kejagung-jadi-lembaga-hukum-paling-dipercaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/08/337/3200447/hasil-survei-indikator-ungkap-kejagung-jadi-lembaga-hukum-paling-dipercaya</guid><pubDate>Minggu 08 Februari 2026 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/08/337/3200447/kejagung-E5fd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/08/337/3200447/kejagung-E5fd_large.jpg</image><title>Hasil Survei Indikator Ungkap Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya publik. Hal ini berdasarkan hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan survei nasional periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini melampaui lembaga hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.&#13;
&#13;
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi, memaparkan capaian ini berkat capaian Kejagung dalam menangani kasus-kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik.&#13;
&#13;
Dalam rilis bertajuk &amp;quot;Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara&amp;quot;, Kejagung mencatatkan akumulasi tingkat kepercayaan yang sangat signifikan. Adapun angkanya mencapai 80%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kepercayaan publik, sebanyak 74% responden menyatakan cukup percaya dan 6% menyatakan sangat percaya,&amp;rdquo; kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara virtual, Minggu (28/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini menempatkan Kejagung di posisi teratas di antara lembaga hukum lainnya. Posisi Kejagung diikuti Mahkamah Konstitusi (75,0%), Pengadilan (74,4%), KPK (71,8%), dan Polri (65,5%).&#13;
&#13;
Capaian 80% ini menjadi rekor tertinggi Kejaksaan dalam dua tahun terakhir. Terakhir kali angka kepercayaan di level 80-an persen pada pertengahan tahun 2024. Kemudian tingkat kepercayaan sempat fluktuatif di angka 70-75% pada periode 2025.&#13;
&#13;
Kepercayaan ini selaras dengan persepsi publik terhadap kondisi penegakan hukum secara umum. Data survei menunjukkan, sebanyak 38,6% publik menilai kondisi penegakan hukum saat ini dalam kondisi baik. Sebanyak 3,1% menilainya sangat baik.&#13;
&#13;
Salah satu yang mendorong kepercayaan ini adalah saat Kejagung menunjukkan transparansi hasil kerja. Kejagung menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp6,6 triliun kepada negara melalui Presiden mendapat dukungan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mayoritas publik, yakni sebesar 70,7% (gabungan setuju dan sangat setuju), mengapresiasi langkah Kejaksaan yang menunjukkan tumpukan uang sitaan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat,&amp;quot; ujar Burhanuddin Muhtadi.&#13;
&#13;
Survei ini dilakukan dengan melibatkan 1.220 responden melalui metode multistage random sampling di seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar &amp;plusmn;2,9%.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya publik. Hal ini berdasarkan hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan survei nasional periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini melampaui lembaga hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.&#13;
&#13;
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi, memaparkan capaian ini berkat capaian Kejagung dalam menangani kasus-kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik.&#13;
&#13;
Dalam rilis bertajuk &amp;quot;Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara&amp;quot;, Kejagung mencatatkan akumulasi tingkat kepercayaan yang sangat signifikan. Adapun angkanya mencapai 80%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kepercayaan publik, sebanyak 74% responden menyatakan cukup percaya dan 6% menyatakan sangat percaya,&amp;rdquo; kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara virtual, Minggu (28/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ini menempatkan Kejagung di posisi teratas di antara lembaga hukum lainnya. Posisi Kejagung diikuti Mahkamah Konstitusi (75,0%), Pengadilan (74,4%), KPK (71,8%), dan Polri (65,5%).&#13;
&#13;
Capaian 80% ini menjadi rekor tertinggi Kejaksaan dalam dua tahun terakhir. Terakhir kali angka kepercayaan di level 80-an persen pada pertengahan tahun 2024. Kemudian tingkat kepercayaan sempat fluktuatif di angka 70-75% pada periode 2025.&#13;
&#13;
Kepercayaan ini selaras dengan persepsi publik terhadap kondisi penegakan hukum secara umum. Data survei menunjukkan, sebanyak 38,6% publik menilai kondisi penegakan hukum saat ini dalam kondisi baik. Sebanyak 3,1% menilainya sangat baik.&#13;
&#13;
Salah satu yang mendorong kepercayaan ini adalah saat Kejagung menunjukkan transparansi hasil kerja. Kejagung menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp6,6 triliun kepada negara melalui Presiden mendapat dukungan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mayoritas publik, yakni sebesar 70,7% (gabungan setuju dan sangat setuju), mengapresiasi langkah Kejaksaan yang menunjukkan tumpukan uang sitaan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat,&amp;quot; ujar Burhanuddin Muhtadi.&#13;
&#13;
Survei ini dilakukan dengan melibatkan 1.220 responden melalui metode multistage random sampling di seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar &amp;plusmn;2,9%.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
