<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Lengkap Driver Ojol Diduga Dipukuli dan Kepalanya Dihantam Besi oleh Perwira TNI</title><description>Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi membantah pelaku berasal dari Paspampres.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/10/338/3200695/kronologi-lengkap-driver-ojol-diduga-dipukuli-dan-kepalanya-dihantam-besi-oleh-perwira-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/10/338/3200695/kronologi-lengkap-driver-ojol-diduga-dipukuli-dan-kepalanya-dihantam-besi-oleh-perwira-tni"/><item><title>Kronologi Lengkap Driver Ojol Diduga Dipukuli dan Kepalanya Dihantam Besi oleh Perwira TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/10/338/3200695/kronologi-lengkap-driver-ojol-diduga-dipukuli-dan-kepalanya-dihantam-besi-oleh-perwira-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/10/338/3200695/kronologi-lengkap-driver-ojol-diduga-dipukuli-dan-kepalanya-dihantam-besi-oleh-perwira-tni</guid><pubDate>Selasa 10 Februari 2026 05:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/10/338/3200695/viral-qSXV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Prajurit TNI/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/10/338/3200695/viral-qSXV_large.jpg</image><title>Ilustrasi Prajurit TNI/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) diduga menjadi korban penganiayaan oleh perwira oknum TNI di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut viral di media sosial.&#13;
&#13;
Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi membantah pelaku berasal dari Paspampres. Dia membenarkan, pelaku penganiayaan merupakan oknum TNI yang berdinas di Denma Mabes TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,&amp;quot; ujar Junaidi, Senin (9/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini kata dia, kasus penganiayaan driver ojol tersebut sepenuhnya telah ditangani oleh Mabes TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes,&amp;quot;tutup Mulyo Junaidi.&#13;
&#13;
Kronologi Kejadian&#13;
&#13;
Peristiwa pemukulan oleh oknum TNI itu terjadi pada Rabu (4/2), saat itu korban bertanya mengenai titik lokasi rumah lantaran alamat tidak sesuai aplikasi.&#13;
&#13;
Hasan menjemput penumpang bernama Nur di Jalan Mawar dengan tujuan Jalan Haji Lebar di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.&#13;
&#13;
Namun rupanya penumpang tersebut rupanya tak mengetahui arah jalan, sehingga korban mengantar penumpang mengikuti titik lokasi dalam aplikasi.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi tujuan, penumpang mengatakan bahwa rumahnya bukan disini. Penumpang itu kemudian memberikan fitur share location yang dikirim oleh pelaku, namun tidak bisa dibuka.&#13;
&#13;
Hasan pun kemudian berinisiatif mengecek titik merah pada peta yang mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari titik awal di aplikasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setibanya di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpangnya menelepon pelaku untuk memastikan alamat. Saat telepon tersambung, ponsel diserahkan kepada Hasan agar ia bisa bertanya langsung.Namun, alih-alih mendapat petunjuk arah, Hasan justru menerima makian dari pelaku di ujung telepon.&#13;
&#13;
Hasan mencoba merespons dengan tenang karena merasa hanya bertanya alamat, namun pelaku justru semakin emosi.&#13;
&#13;
Setelah mendapat makian, Hasan sempat enggan mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku. Namun, dia merasa kasihan dengan penumpang yang merupakan ibu-ibu dan pergi sendirian saat malam hari.&#13;
&#13;
Sesampainya di lokasi, seorang pria yang merupakan anak dari pelaku ternyata sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang.&#13;
&#13;
Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga akhirnya anak pelaku menendang motor Hasan. Keributan pun terjadi antara Hasan dan anak pelaku.&#13;
&#13;
Namun di tengah perkelahian, pelaku yang diduga anggota TNI keluar rumah membawa batang besi dan memukulinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah mendapat penganiayaan, korba melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek Kembangan. Namun, pihak kepolisian sempat menyatakan kesulitan memproses kasus tersebut karena status pelaku sebagai anggota militer.&#13;
&#13;
Dia pun akhirnya membagikan keluhannya tersebut ke media sosial Instagram karena merasa kasusnya mandek. Setelah unggahannya viral, ia pun kembali dipanggil oleh pihak Polsek Kembangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Kembangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung. Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) diduga menjadi korban penganiayaan oleh perwira oknum TNI di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut viral di media sosial.&#13;
&#13;
Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres) Kolonel Inf Mulyo Junaidi membantah pelaku berasal dari Paspampres. Dia membenarkan, pelaku penganiayaan merupakan oknum TNI yang berdinas di Denma Mabes TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,&amp;quot; ujar Junaidi, Senin (9/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini kata dia, kasus penganiayaan driver ojol tersebut sepenuhnya telah ditangani oleh Mabes TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah kami klarifikasi, (terduga pelaku) Kapten Cpm Antoni Anggota Denma Mabes,&amp;quot;tutup Mulyo Junaidi.&#13;
&#13;
Kronologi Kejadian&#13;
&#13;
Peristiwa pemukulan oleh oknum TNI itu terjadi pada Rabu (4/2), saat itu korban bertanya mengenai titik lokasi rumah lantaran alamat tidak sesuai aplikasi.&#13;
&#13;
Hasan menjemput penumpang bernama Nur di Jalan Mawar dengan tujuan Jalan Haji Lebar di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.&#13;
&#13;
Namun rupanya penumpang tersebut rupanya tak mengetahui arah jalan, sehingga korban mengantar penumpang mengikuti titik lokasi dalam aplikasi.&#13;
&#13;
Setibanya di lokasi tujuan, penumpang mengatakan bahwa rumahnya bukan disini. Penumpang itu kemudian memberikan fitur share location yang dikirim oleh pelaku, namun tidak bisa dibuka.&#13;
&#13;
Hasan pun kemudian berinisiatif mengecek titik merah pada peta yang mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari titik awal di aplikasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setibanya di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpangnya menelepon pelaku untuk memastikan alamat. Saat telepon tersambung, ponsel diserahkan kepada Hasan agar ia bisa bertanya langsung.Namun, alih-alih mendapat petunjuk arah, Hasan justru menerima makian dari pelaku di ujung telepon.&#13;
&#13;
Hasan mencoba merespons dengan tenang karena merasa hanya bertanya alamat, namun pelaku justru semakin emosi.&#13;
&#13;
Setelah mendapat makian, Hasan sempat enggan mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku. Namun, dia merasa kasihan dengan penumpang yang merupakan ibu-ibu dan pergi sendirian saat malam hari.&#13;
&#13;
Sesampainya di lokasi, seorang pria yang merupakan anak dari pelaku ternyata sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang.&#13;
&#13;
Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga akhirnya anak pelaku menendang motor Hasan. Keributan pun terjadi antara Hasan dan anak pelaku.&#13;
&#13;
Namun di tengah perkelahian, pelaku yang diduga anggota TNI keluar rumah membawa batang besi dan memukulinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah mendapat penganiayaan, korba melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek Kembangan. Namun, pihak kepolisian sempat menyatakan kesulitan memproses kasus tersebut karena status pelaku sebagai anggota militer.&#13;
&#13;
Dia pun akhirnya membagikan keluhannya tersebut ke media sosial Instagram karena merasa kasusnya mandek. Setelah unggahannya viral, ia pun kembali dipanggil oleh pihak Polsek Kembangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Kembangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung. Terkait informasi terduga pelaku, hal itu masih didalami dalam proses penyelidikan,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
