<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Komunikasi Politik: Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis Bisa Jadi Anugerah atau Musibah</title><description>Lely mengatakan bahwa dampak dari pertemuan ini akan terjawab sejalan dengan waktu. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3200905/pakar-komunikasi-politik-pertemuan-prabowo-dengan-tokoh-kritis-bisa-jadi-anugerah-atau-musibah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3200905/pakar-komunikasi-politik-pertemuan-prabowo-dengan-tokoh-kritis-bisa-jadi-anugerah-atau-musibah"/><item><title>Pakar Komunikasi Politik: Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis Bisa Jadi Anugerah atau Musibah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3200905/pakar-komunikasi-politik-pertemuan-prabowo-dengan-tokoh-kritis-bisa-jadi-anugerah-atau-musibah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3200905/pakar-komunikasi-politik-pertemuan-prabowo-dengan-tokoh-kritis-bisa-jadi-anugerah-atau-musibah</guid><pubDate>Rabu 11 Februari 2026 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/11/337/3200905/presiden_prabowo_subianto-b0op_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/11/337/3200905/presiden_prabowo_subianto-b0op_large.jpeg</image><title>Presiden Prabowo Subianto. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh kriitis baru-baru ini bisa menjadi anugerah atau musibah, demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie. Menurutnya, dampak dari pertemuan Presiden tersebut bisa terjawab seiring berjalannya waktu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, kalau kita mengamati apakah kehadiran Kak Susno Duadji dan teman-teman itu adalah sebuah berkah, anugerah, atau musibah? Itu bisa kita lihat nanti dalam perjalanannya,&amp;rdquo; kata Lely dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (10/2/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, pertemuan tersebut bisa menjadi musibah bila daya kritis para tokoh yang hadir menurun. Namun, ketika mereka tetap kritis, hal itu akan menjadi anugerah bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa setelah bertemu dengan Pak Presiden, (para tokoh) daya kritisnya berkurang setelah dijelaskan dan lain-lain sebagainya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Lely mengatakan setiap presiden di Indonesia memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, mulai dari Soekarno hingga Prabowo.&#13;
&#13;
Ia kemudian menjelaskan dalam teori self-compassion, seorang pemimpin menilai dirinya dengan sikap welas asih dan berupaya menghadirkan kebijakan yang membawa kebaikan bagi rakyat. Setelah itu berkembang konsep common humanity, yang membuka ruang bagi para pengkritik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, itulah yang muncul kemudian para pengkritik. Para pengkritik itu muncul dari teori semacam ini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah tokoh bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) malam. Para tokoh itu antara lain Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro serta mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan Prabowo berdiskusi tentang kepemiluan hingga penegakan hukum bersama tokoh-tokoh tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,&amp;rdquo; kata Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).&#13;
&#13;
Prasetyo mengatakan Prabowo terbuka untuk berdialog dengan semua tokoh, termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo, katanya, juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan, yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Prasetyo pun mengungkapkan pertemuan itu dilaksanakan di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh kriitis baru-baru ini bisa menjadi anugerah atau musibah, demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie. Menurutnya, dampak dari pertemuan Presiden tersebut bisa terjawab seiring berjalannya waktu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, kalau kita mengamati apakah kehadiran Kak Susno Duadji dan teman-teman itu adalah sebuah berkah, anugerah, atau musibah? Itu bisa kita lihat nanti dalam perjalanannya,&amp;rdquo; kata Lely dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (10/2/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, pertemuan tersebut bisa menjadi musibah bila daya kritis para tokoh yang hadir menurun. Namun, ketika mereka tetap kritis, hal itu akan menjadi anugerah bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa setelah bertemu dengan Pak Presiden, (para tokoh) daya kritisnya berkurang setelah dijelaskan dan lain-lain sebagainya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Lely mengatakan setiap presiden di Indonesia memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, mulai dari Soekarno hingga Prabowo.&#13;
&#13;
Ia kemudian menjelaskan dalam teori self-compassion, seorang pemimpin menilai dirinya dengan sikap welas asih dan berupaya menghadirkan kebijakan yang membawa kebaikan bagi rakyat. Setelah itu berkembang konsep common humanity, yang membuka ruang bagi para pengkritik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, itulah yang muncul kemudian para pengkritik. Para pengkritik itu muncul dari teori semacam ini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah tokoh bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) malam. Para tokoh itu antara lain Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro serta mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan Prabowo berdiskusi tentang kepemiluan hingga penegakan hukum bersama tokoh-tokoh tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,&amp;rdquo; kata Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).&#13;
&#13;
Prasetyo mengatakan Prabowo terbuka untuk berdialog dengan semua tokoh, termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo, katanya, juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan, yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Prasetyo pun mengungkapkan pertemuan itu dilaksanakan di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
