<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag Soroti Kemampuan Baca Alquran Mahasiswa</title><description>Amien juga  menegaskan bahwa program ma?? hadisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) menjadi agenda strategis nasional.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3201103/kemenag-soroti-kemampuan-baca-alquran-mahasiswa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3201103/kemenag-soroti-kemampuan-baca-alquran-mahasiswa"/><item><title>Kemenag Soroti Kemampuan Baca Alquran Mahasiswa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3201103/kemenag-soroti-kemampuan-baca-alquran-mahasiswa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/11/337/3201103/kemenag-soroti-kemampuan-baca-alquran-mahasiswa</guid><pubDate>Rabu 11 Februari 2026 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/11/337/3201103/pemerintah-ydkx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenag Soroti Kemampuan Baca Alquran Mahasiswa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/11/337/3201103/pemerintah-ydkx_large.jpg</image><title>Kemenag Soroti Kemampuan Baca Alquran Mahasiswa</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menekankan pentingnya transformasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk mencetak lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendidikan tinggi keagamaan Islam harus unggul secara akademik, bereputasi global, dan relevan dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan moderasi beragama,&amp;quot;ujar Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, dalam Rapat Koordinasi PTIK, di Jakarta, dikutip, Rabu (11/2/2026).&#13;
&#13;
Amien juga&amp;nbsp; menegaskan bahwa program ma&amp;rsquo;hadisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) menjadi agenda strategis nasional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ma&amp;rsquo;hadisasi bukan sekadar membangun asrama mahasiswa, tetapi membangun Ma&amp;rsquo;had al-Jamiah yang sesungguhnya, dengan tata kelola pesantren, kurikulum kepesantrenan, dan sistem pembinaan karakter yang terstruktur,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Setiap PTKIN kata dia harus memiliki Ma&amp;rsquo;had al-Jamiah yang dikelola dengan baik, bukan kos-kosan yang hanya berfungsi sebagai tempat tinggal mahasiswa.&#13;
&#13;
Menurutnya, kebijakan ma&amp;rsquo;hadisasi dilatarbelakangi oleh tantangan serius kualitas input mahasiswa PTKIN, khususnya terkait literasi dasar keislaman seperti kemampuan baca Alquran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persoalan ini tidak bisa diselesaikan di hilir. Harus ditata dari hulu. Ma&amp;rsquo;had menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki kualitas akademik dan karakter mahasiswa sejak awal,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Amien menambahkan, tanggung jawab peningkatan mutu lulusan pendidikan Islam tidak bisa dilepaskan dari peran PTKIN sebagai produsen utama tenaga pendidik dan akademisi Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain berdampak pada penguatan akademik dan karakter, dia menilai ma&amp;rsquo;hadisasi juga memberikan keuntungan ekonomi institusional bagi kampus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ma&amp;rsquo;had al-Jamiah memiliki double advantage. Di satu sisi memperkuat pembinaan mahasiswa, di sisi lain dapat meningkatkan pendapatan BLU kampus secara signifikan tanpa harus menaikkan UKT,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Tahun ini akan menjadi barometer. Kami ingin melihat keseriusan PTKIN dalam membangun Ma&amp;rsquo;had yang nyata, bukan simbolik,&amp;rsquo;&amp;rsquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa pendanaan ma&amp;rsquo;had bukan proyek spekulatif, melainkan investasi jangka panjang yang relatif aman karena bersifat terprogram dan terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi Islam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Kebijakan ini harus diiringi dengan diskusi mendalam terkait standar mutu pendidikan tinggi, termasuk standar dosen, sarana prasarana, dan sistem kepangkatan akademik, tandasnya.&#13;
&#13;
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), &amp;nbsp;Sahiron, menegaskan. berbagai masukan dari komisi-komisi yang dibahas dalam rakor telah menghasilkan banyak poin penting yang perlu segera ditindaklanjuti.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komisi kelembagaan dan akademik sudah menghasilkan banyak hal strategis yang sangat penting dan harus segera kita tindaklanjuti. Kalau bisa dipercepat, tentu lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menekankan pentingnya transformasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk mencetak lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendidikan tinggi keagamaan Islam harus unggul secara akademik, bereputasi global, dan relevan dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan moderasi beragama,&amp;quot;ujar Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, dalam Rapat Koordinasi PTIK, di Jakarta, dikutip, Rabu (11/2/2026).&#13;
&#13;
Amien juga&amp;nbsp; menegaskan bahwa program ma&amp;rsquo;hadisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) menjadi agenda strategis nasional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ma&amp;rsquo;hadisasi bukan sekadar membangun asrama mahasiswa, tetapi membangun Ma&amp;rsquo;had al-Jamiah yang sesungguhnya, dengan tata kelola pesantren, kurikulum kepesantrenan, dan sistem pembinaan karakter yang terstruktur,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Setiap PTKIN kata dia harus memiliki Ma&amp;rsquo;had al-Jamiah yang dikelola dengan baik, bukan kos-kosan yang hanya berfungsi sebagai tempat tinggal mahasiswa.&#13;
&#13;
Menurutnya, kebijakan ma&amp;rsquo;hadisasi dilatarbelakangi oleh tantangan serius kualitas input mahasiswa PTKIN, khususnya terkait literasi dasar keislaman seperti kemampuan baca Alquran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persoalan ini tidak bisa diselesaikan di hilir. Harus ditata dari hulu. Ma&amp;rsquo;had menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki kualitas akademik dan karakter mahasiswa sejak awal,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Amien menambahkan, tanggung jawab peningkatan mutu lulusan pendidikan Islam tidak bisa dilepaskan dari peran PTKIN sebagai produsen utama tenaga pendidik dan akademisi Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain berdampak pada penguatan akademik dan karakter, dia menilai ma&amp;rsquo;hadisasi juga memberikan keuntungan ekonomi institusional bagi kampus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ma&amp;rsquo;had al-Jamiah memiliki double advantage. Di satu sisi memperkuat pembinaan mahasiswa, di sisi lain dapat meningkatkan pendapatan BLU kampus secara signifikan tanpa harus menaikkan UKT,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Tahun ini akan menjadi barometer. Kami ingin melihat keseriusan PTKIN dalam membangun Ma&amp;rsquo;had yang nyata, bukan simbolik,&amp;rsquo;&amp;rsquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa pendanaan ma&amp;rsquo;had bukan proyek spekulatif, melainkan investasi jangka panjang yang relatif aman karena bersifat terprogram dan terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi Islam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Kebijakan ini harus diiringi dengan diskusi mendalam terkait standar mutu pendidikan tinggi, termasuk standar dosen, sarana prasarana, dan sistem kepangkatan akademik, tandasnya.&#13;
&#13;
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), &amp;nbsp;Sahiron, menegaskan. berbagai masukan dari komisi-komisi yang dibahas dalam rakor telah menghasilkan banyak poin penting yang perlu segera ditindaklanjuti.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komisi kelembagaan dan akademik sudah menghasilkan banyak hal strategis yang sangat penting dan harus segera kita tindaklanjuti. Kalau bisa dipercepat, tentu lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
