<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Tradisi Ziarah Kubu Jelang Ramadan di TPU Cipinang Besar</title><description>TPU Cipinang Besar, Kebon Nanas, Jakarta Timur, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi keluarga untuk berziarah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/14/338/3201626/mengintip-tradisi-ziarah-kubu-jelang-ramadan-di-tpu-cipinang-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/14/338/3201626/mengintip-tradisi-ziarah-kubu-jelang-ramadan-di-tpu-cipinang-besar"/><item><title>Mengintip Tradisi Ziarah Kubu Jelang Ramadan di TPU Cipinang Besar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/14/338/3201626/mengintip-tradisi-ziarah-kubu-jelang-ramadan-di-tpu-cipinang-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/14/338/3201626/mengintip-tradisi-ziarah-kubu-jelang-ramadan-di-tpu-cipinang-besar</guid><pubDate>Sabtu 14 Februari 2026 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/14/338/3201626/kuburan-zCip_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengintip Tradisi Ziarah Kubu Jelang Ramadan di TPU Cipinang Besar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/14/338/3201626/kuburan-zCip_large.jpg</image><title>Mengintip Tradisi Ziarah Kubu Jelang Ramadan di TPU Cipinang Besar</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat mulai mengunjungi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk berziarah ke sanak keluarga yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini telah menjadi tradisi menjelang bulan Ramadan.&#13;
&#13;
TPU Cipinang Besar, Kebon Nanas, Jakarta Timur, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi keluarga untuk berziarah. Aktivitas menyekar mengalami peningkatan menjelang bulan suci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya mengalami peningkatan dari jumlah peziarah,&amp;quot; kata salah satu petugas kebersihan Enju (49) saat ditemui Okezone di TPU Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tradisi berziarah biasa dilakukan dengan mengirimkan doa, membersihkan makam, hingga menabur bunga. Tak jarang, terlihat masyarakat membawa sapu lidi, pacul dan alat kebersihan lainnya.&#13;
&#13;
Satu hal yang paling tidak lupa dibawa oleh para peziarah yakni bunga mawar untuk ditaburkan di atas makam orang kesayangannya.&#13;
&#13;
TPU Cipinang sendiri tak sulit mencari penjual bunga mawar maupun air mawar. Satu kantongnya dijual dengan harga Rp5 ribu.&#13;
&#13;
Sejurus kemudian, para penjual pun mendapatkan hikmah dari tradisi masyarakat berziarah menjelang Ramadan. Untungnya jauh ketika menjual di hari biasa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penjualan bunga Alhamdulillah meningkat. Sehari bisa meraup untung sampai Rp2 juta,&amp;quot; ujar Enju.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jumlah peziarah belum seberapa. Mengingat, Kementerian Agama (Kemenag) baru melaksanakan sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini masih belum seberapa, nanti akan semakin ramai di hari mendekati Ramadan,&amp;quot; ucap Enju.&#13;
&#13;
Tradisi berziarah pun juga kerap dilakukan bergerombol. Atau datang dengan jumlah keluarga yang banyak, mulai dari orangtua, anak, cucu hingga cicit.&#13;
&#13;
Mereka sekadar hanya ingin mengenalkan anak cucu kepada sosok yang sudah tiada. Walaupun hanya mengetahui nama dari ujung batu nisan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, saya hadir dengan anak saya yang baru lahir. Dia belum sempat bertemu dengan Neneknya,&amp;quot; ujar salah seorang peziarah Ara.&#13;
&#13;
Berziarah sendiri seakan menjadi pelengkap masyarakat ketika menyambut bulan Ramadan. Walaupun sudah tak bisa bertemu secara langsung, tapi mengunjungi makam setidaknya mengobati sedikit rindu bagi keluarga yang ditinggalkan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat mulai mengunjungi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk berziarah ke sanak keluarga yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini telah menjadi tradisi menjelang bulan Ramadan.&#13;
&#13;
TPU Cipinang Besar, Kebon Nanas, Jakarta Timur, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi keluarga untuk berziarah. Aktivitas menyekar mengalami peningkatan menjelang bulan suci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya mengalami peningkatan dari jumlah peziarah,&amp;quot; kata salah satu petugas kebersihan Enju (49) saat ditemui Okezone di TPU Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tradisi berziarah biasa dilakukan dengan mengirimkan doa, membersihkan makam, hingga menabur bunga. Tak jarang, terlihat masyarakat membawa sapu lidi, pacul dan alat kebersihan lainnya.&#13;
&#13;
Satu hal yang paling tidak lupa dibawa oleh para peziarah yakni bunga mawar untuk ditaburkan di atas makam orang kesayangannya.&#13;
&#13;
TPU Cipinang sendiri tak sulit mencari penjual bunga mawar maupun air mawar. Satu kantongnya dijual dengan harga Rp5 ribu.&#13;
&#13;
Sejurus kemudian, para penjual pun mendapatkan hikmah dari tradisi masyarakat berziarah menjelang Ramadan. Untungnya jauh ketika menjual di hari biasa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penjualan bunga Alhamdulillah meningkat. Sehari bisa meraup untung sampai Rp2 juta,&amp;quot; ujar Enju.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jumlah peziarah belum seberapa. Mengingat, Kementerian Agama (Kemenag) baru melaksanakan sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini masih belum seberapa, nanti akan semakin ramai di hari mendekati Ramadan,&amp;quot; ucap Enju.&#13;
&#13;
Tradisi berziarah pun juga kerap dilakukan bergerombol. Atau datang dengan jumlah keluarga yang banyak, mulai dari orangtua, anak, cucu hingga cicit.&#13;
&#13;
Mereka sekadar hanya ingin mengenalkan anak cucu kepada sosok yang sudah tiada. Walaupun hanya mengetahui nama dari ujung batu nisan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, saya hadir dengan anak saya yang baru lahir. Dia belum sempat bertemu dengan Neneknya,&amp;quot; ujar salah seorang peziarah Ara.&#13;
&#13;
Berziarah sendiri seakan menjadi pelengkap masyarakat ketika menyambut bulan Ramadan. Walaupun sudah tak bisa bertemu secara langsung, tapi mengunjungi makam setidaknya mengobati sedikit rindu bagi keluarga yang ditinggalkan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
