<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awal Ramadan Berpotensi Berbeda, Waketum MUI: Tak Perlu Dibawa Perpecahan</title><description>Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, mengatakan awal Ramadan 1447 H berpotensi berbeda di Indonesia. Ia meminta agar perbedaan tersebut tidak dibawa ke arah perpecahan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/16/337/3201848/awal-ramadan-berpotensi-berbeda-waketum-mui-tak-perlu-dibawa-perpecahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/16/337/3201848/awal-ramadan-berpotensi-berbeda-waketum-mui-tak-perlu-dibawa-perpecahan"/><item><title>Awal Ramadan Berpotensi Berbeda, Waketum MUI: Tak Perlu Dibawa Perpecahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/16/337/3201848/awal-ramadan-berpotensi-berbeda-waketum-mui-tak-perlu-dibawa-perpecahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/16/337/3201848/awal-ramadan-berpotensi-berbeda-waketum-mui-tak-perlu-dibawa-perpecahan</guid><pubDate>Senin 16 Februari 2026 08:28 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/16/337/3201848/mui-kvh4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/16/337/3201848/mui-kvh4_large.jpg</image><title>Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, mengatakan awal Ramadan 1447 H berpotensi berbeda di Indonesia. Ia meminta agar perbedaan tersebut tidak dibawa ke arah perpecahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikr, masalah perbedaan pemikiran. Dan tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak,&amp;quot; kata Cholil, Senin (16/2/2026).&#13;
&#13;
Ia menerangkan, sebagian umat Muslim telah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Sementara sebagian lainnya menilai hilal belum memenuhi kriteria pada tanggal tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kiai Cholil menjelaskan, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat. Adapun ketentuan Mabims&amp;mdash;forum ulama Asia Tenggara yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam&amp;mdash;menyepakati bahwa hilal dapat terlihat jika sudah berada di atas 3 derajat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Cholil menekankan agar tidak terjadi gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Ia menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai jalan untuk mendekatkan umat Islam kepada Allah SWT.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, mengatakan awal Ramadan 1447 H berpotensi berbeda di Indonesia. Ia meminta agar perbedaan tersebut tidak dibawa ke arah perpecahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikr, masalah perbedaan pemikiran. Dan tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak,&amp;quot; kata Cholil, Senin (16/2/2026).&#13;
&#13;
Ia menerangkan, sebagian umat Muslim telah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Sementara sebagian lainnya menilai hilal belum memenuhi kriteria pada tanggal tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kiai Cholil menjelaskan, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat. Adapun ketentuan Mabims&amp;mdash;forum ulama Asia Tenggara yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam&amp;mdash;menyepakati bahwa hilal dapat terlihat jika sudah berada di atas 3 derajat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Cholil menekankan agar tidak terjadi gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Ia menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai jalan untuk mendekatkan umat Islam kepada Allah SWT.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
