<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awal Puasa Ramadhan Berbeda, Yenny Wahid: Sesuai Keyakinan Masing-Masing!</title><description>Yenny menyebut, tidak ada masalah terkait perbedaan awal Ramadhan. Menurutnya, tergantung kepada keyakinan setiap orang dalam mengikuti awal Ramadhan yang telah ditentukan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/17/337/3202099/awal-puasa-ramadhan-berbeda-yenny-wahid-sesuai-keyakinan-masing-masing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/17/337/3202099/awal-puasa-ramadhan-berbeda-yenny-wahid-sesuai-keyakinan-masing-masing"/><item><title>Awal Puasa Ramadhan Berbeda, Yenny Wahid: Sesuai Keyakinan Masing-Masing!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/17/337/3202099/awal-puasa-ramadhan-berbeda-yenny-wahid-sesuai-keyakinan-masing-masing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/17/337/3202099/awal-puasa-ramadhan-berbeda-yenny-wahid-sesuai-keyakinan-masing-masing</guid><pubDate>Selasa 17 Februari 2026 18:31 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/17/337/3202099/pbnu-N4pK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Awal Puasa Ramadhan Berbeda, Yenny Wahid: Sesuai Keyakinan Masing-Masing!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/17/337/3202099/pbnu-N4pK_large.jpg</image><title>Awal Puasa Ramadhan Berbeda, Yenny Wahid: Sesuai Keyakinan Masing-Masing!</title></images><description>JAKARTA - Putri Kedua Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menegaskan bahwa dia serta Nahdlatul Ulama menghormati setiap perbedaan yang ada, termasuk dalam metode pemantauan hilal yang dilakukan Pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cuma kalau di masjid ini dan yang kami ikuti memang kita memakai metode rukyatul hilal,&amp;rdquo; tegas Yenny saat diwawancarai awak media, Selasa (17/2/2026).&#13;
&#13;
Yenny menyebut, tidak ada masalah terkait perbedaan awal Ramadhan. Menurutnya, tergantung kepada keyakinan setiap orang dalam mengikuti awal Ramadhan yang telah ditentukan dengan metode manapun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak masalah ya sesuai keyakinan masing-masing sesuai metode yang dipakai. Memang kalau mungkin ada yang memakai hitung dengan hitungannya sendiri, hisabnya sendiri. Nah, kemudian menentukan terjadinya Ramadan itu besok,&amp;rdquo; ucap dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yenny menekankan bahwa meskipun metode Rukyatul Hilal ditentukan oleh wilayah pemantauan, namun jika memang malam ini terlihat hilal secara kasat mata maka awal Ramadhan akan jatuh pada esok hari.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat bisa mengikuti keyakinan masing-masing terkait awal Ramadhan.&#13;
&#13;
Namun hal tersebut harus didasarkan pada metode yang digunakan oleh para ahli dan tidak menentukan sembarangan oleh diri sendiri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang terbaik adalah sesuai keyakinan kita masing-masing. Jadi kayak kalau yang yakin dengan metode yang diikuti oleh para ahli yang diikutinya itu menunjukkan bahwa bulan Ramadhan mulainya besok silakan saja,&amp;#39;&amp;#39;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi kalau di sini kami yakinnya kalau sudah terlihat bulannya, Insya Allah kalau sudah bila terlihat kapanpun itu kita hormati keputusan itu,&amp;rdquo; lanjut&amp;nbsp;Yenny.&#13;
&#13;
Apalagi, metode yang dipakai oleh para ahli baik hisab maupun Rukyatul Hilal semuanya adalah metode yang sudah teruji dalam pemantauan hilal awal Ramadhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dipakai juga dengan menggunakan metode apa metode yang sudah teruji. Nah, jadi itu yang akan kita kita lihat karena kan memang namanya puasa bulan Ramadhan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Putri Kedua Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menegaskan bahwa dia serta Nahdlatul Ulama menghormati setiap perbedaan yang ada, termasuk dalam metode pemantauan hilal yang dilakukan Pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cuma kalau di masjid ini dan yang kami ikuti memang kita memakai metode rukyatul hilal,&amp;rdquo; tegas Yenny saat diwawancarai awak media, Selasa (17/2/2026).&#13;
&#13;
Yenny menyebut, tidak ada masalah terkait perbedaan awal Ramadhan. Menurutnya, tergantung kepada keyakinan setiap orang dalam mengikuti awal Ramadhan yang telah ditentukan dengan metode manapun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak masalah ya sesuai keyakinan masing-masing sesuai metode yang dipakai. Memang kalau mungkin ada yang memakai hitung dengan hitungannya sendiri, hisabnya sendiri. Nah, kemudian menentukan terjadinya Ramadan itu besok,&amp;rdquo; ucap dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Yenny menekankan bahwa meskipun metode Rukyatul Hilal ditentukan oleh wilayah pemantauan, namun jika memang malam ini terlihat hilal secara kasat mata maka awal Ramadhan akan jatuh pada esok hari.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat bisa mengikuti keyakinan masing-masing terkait awal Ramadhan.&#13;
&#13;
Namun hal tersebut harus didasarkan pada metode yang digunakan oleh para ahli dan tidak menentukan sembarangan oleh diri sendiri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang terbaik adalah sesuai keyakinan kita masing-masing. Jadi kayak kalau yang yakin dengan metode yang diikuti oleh para ahli yang diikutinya itu menunjukkan bahwa bulan Ramadhan mulainya besok silakan saja,&amp;#39;&amp;#39;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi kalau di sini kami yakinnya kalau sudah terlihat bulannya, Insya Allah kalau sudah bila terlihat kapanpun itu kita hormati keputusan itu,&amp;rdquo; lanjut&amp;nbsp;Yenny.&#13;
&#13;
Apalagi, metode yang dipakai oleh para ahli baik hisab maupun Rukyatul Hilal semuanya adalah metode yang sudah teruji dalam pemantauan hilal awal Ramadhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dipakai juga dengan menggunakan metode apa metode yang sudah teruji. Nah, jadi itu yang akan kita kita lihat karena kan memang namanya puasa bulan Ramadhan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
