<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbedaan Awal Ramadhan, MUI Ingatkan Sikap Toleran Empat Imam Mazhab</title><description>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan, umat Islam sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Salah satu yang mencolok adalah terkait pandangan empat mazhab.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/18/337/3202183/perbedaan-awal-ramadhan-mui-ingatkan-sikap-toleran-empat-imam-mazhab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/18/337/3202183/perbedaan-awal-ramadhan-mui-ingatkan-sikap-toleran-empat-imam-mazhab"/><item><title>Perbedaan Awal Ramadhan, MUI Ingatkan Sikap Toleran Empat Imam Mazhab</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/18/337/3202183/perbedaan-awal-ramadhan-mui-ingatkan-sikap-toleran-empat-imam-mazhab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/18/337/3202183/perbedaan-awal-ramadhan-mui-ingatkan-sikap-toleran-empat-imam-mazhab</guid><pubDate>Rabu 18 Februari 2026 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/18/337/3202183/wakil_ketua_umum_mui_anwar_abbas-g5el_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/18/337/3202183/wakil_ketua_umum_mui_anwar_abbas-g5el_large.jpg</image><title>Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan, umat Islam sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Salah satu yang mencolok adalah terkait pandangan empat mazhab.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Anwar Abbas saat merespons adanya perbedaan penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu hal menarik dari mereka adalah sikap toleran yang telah mereka perlihatkan kepada kita,&amp;quot; kata Anwar, Rabu (18/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, meski memiliki perbedaan pandangan dalam banyak hal, mereka tetap saling menghormati dan tidak memaksakan pendapatnya kepada yang lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal itu bisa terjadi karena mereka, selain sangat mengutamakan ukhuwah islamiyah, juga melihat perbedaan pendapat tersebut bukan sebagai sebuah bencana atau malapetaka, melainkan sebuah rahmat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, mereka tidak pernah disibukkan oleh perbedaan, apalagi menjadikan perbedaan itu sebagai dasar untuk memvonis atau menyalahkan pihak lain,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia kemudian mencontohkan Imam Syafi&amp;#39;i yang menggunakan qunut dalam salat Subuh dan Imam Abu Hanifah yang tidak membaca qunut.&#13;
&#13;
Ketika Imam Syafi&amp;#39;i berziarah ke makam Imam Abu Hanifah di Baghdad, dalam kesempatan tersebut Imam Syafi&amp;#39;i tidak membaca qunut saat salat Subuh dengan alasan menghormati Imam Abu Hanifah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal serupa juga diperlihatkan Imam Ahmad bin Hanbal kepada Imam Syafi&amp;#39;i. Kita tahu beliau berdua sering berbeda pendapat dalam masalah fikih, tetapi meskipun demikian, Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa beliau selalu mendoakan Imam Syafi&amp;#39;i dalam salatnya. Bahkan hal itu sudah beliau lakukan selama 40 tahun,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Akan hal itu, menurut Anwar Abbas, sebagai pengikut imam-imam tersebut, seharusnya kita tetap menghormati perbedaan awal Ramadan ini demi terciptanya kerukunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, sikap terbaik yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan sikap saling hormat-menghormati di antara kita karena memang dengan cara seperti itulah kita akan dapat menegakkan ketertiban, ukhuwah islamiyah, serta persatuan dan kesatuan yang baik dan kuat di antara kita,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan, umat Islam sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Salah satu yang mencolok adalah terkait pandangan empat mazhab.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Anwar Abbas saat merespons adanya perbedaan penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu hal menarik dari mereka adalah sikap toleran yang telah mereka perlihatkan kepada kita,&amp;quot; kata Anwar, Rabu (18/2/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, meski memiliki perbedaan pandangan dalam banyak hal, mereka tetap saling menghormati dan tidak memaksakan pendapatnya kepada yang lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal itu bisa terjadi karena mereka, selain sangat mengutamakan ukhuwah islamiyah, juga melihat perbedaan pendapat tersebut bukan sebagai sebuah bencana atau malapetaka, melainkan sebuah rahmat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, mereka tidak pernah disibukkan oleh perbedaan, apalagi menjadikan perbedaan itu sebagai dasar untuk memvonis atau menyalahkan pihak lain,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia kemudian mencontohkan Imam Syafi&amp;#39;i yang menggunakan qunut dalam salat Subuh dan Imam Abu Hanifah yang tidak membaca qunut.&#13;
&#13;
Ketika Imam Syafi&amp;#39;i berziarah ke makam Imam Abu Hanifah di Baghdad, dalam kesempatan tersebut Imam Syafi&amp;#39;i tidak membaca qunut saat salat Subuh dengan alasan menghormati Imam Abu Hanifah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal serupa juga diperlihatkan Imam Ahmad bin Hanbal kepada Imam Syafi&amp;#39;i. Kita tahu beliau berdua sering berbeda pendapat dalam masalah fikih, tetapi meskipun demikian, Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa beliau selalu mendoakan Imam Syafi&amp;#39;i dalam salatnya. Bahkan hal itu sudah beliau lakukan selama 40 tahun,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Akan hal itu, menurut Anwar Abbas, sebagai pengikut imam-imam tersebut, seharusnya kita tetap menghormati perbedaan awal Ramadan ini demi terciptanya kerukunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, sikap terbaik yang perlu kita lakukan adalah mengembangkan sikap saling hormat-menghormati di antara kita karena memang dengan cara seperti itulah kita akan dapat menegakkan ketertiban, ukhuwah islamiyah, serta persatuan dan kesatuan yang baik dan kuat di antara kita,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
