<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Dalami Dua Safe House Terkait Korupsi Bea Cukai, Tempat Simpan Uang Miliaran Rupiah</title><description>Ketua KPK, Setyo Budiyanto menjelaskan, pihaknya telah menemukan dua safe house dalam operasi tangkap tangan (OTT) perkara tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/20/337/3202713/kpk-dalami-dua-safe-house-terkait-korupsi-bea-cukai-tempat-simpan-uang-miliaran-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/20/337/3202713/kpk-dalami-dua-safe-house-terkait-korupsi-bea-cukai-tempat-simpan-uang-miliaran-rupiah"/><item><title>KPK Dalami Dua Safe House Terkait Korupsi Bea Cukai, Tempat Simpan Uang Miliaran Rupiah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/20/337/3202713/kpk-dalami-dua-safe-house-terkait-korupsi-bea-cukai-tempat-simpan-uang-miliaran-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/20/337/3202713/kpk-dalami-dua-safe-house-terkait-korupsi-bea-cukai-tempat-simpan-uang-miliaran-rupiah</guid><pubDate>Jum'at 20 Februari 2026 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/20/337/3202713/kpk-K2rY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPK Setyo Budiyanto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/20/337/3202713/kpk-K2rY_large.jpg</image><title>Ketua KPK Setyo Budiyanto/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mendalami lokasi lain yang digunakan untuk safe house terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. &amp;nbsp;Safe house tersebut menyimpan uang yang diduga terkait dengan praktik haram itu.&#13;
&#13;
Ketua KPK, Setyo Budiyanto menjelaskan, pihaknya telah menemukan dua safe house dalam operasi tangkap tangan (OTT) perkara tersebut.&#13;
&#13;
Setelah itu, pihaknya kembali menemukan safe house lain yang menyimpan beberapa koper yang berisi uang miliaran rupiah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berarti ada indikasi bahwa mereka menggunakan cara-cara seperti itu. Kami akan melakukan pendalaman gitu untuk bisa menelusuri apakah masih ada safe house yang lain,&amp;quot; kata Setyo saat ditemui Jumat (20/2/2026).&#13;
&#13;
Saat disinggung modus ini, Setyo menyatakan merupakan hal yang biasa dilakukan untuk menyimpan barang bukti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya masalah penyebutan safe house itu kan dari istilah mereka saja. Ya safe house bisa saja rumah, bisa saja apartemen,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, KPK menyita uang Rp5 miliar yang tersimpan di lima koper. Penyitaan ini usai penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi impor barang di Ditjen Bea Cukai di kawasan Ciputat beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
KPK juga telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap impor barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).&#13;
&#13;
Salah satunya Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai dengan Januari 2026.&#13;
&#13;
Penetapan ini kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah pada Rabu 4 Februari 2026.&#13;
&#13;
Dalam OTT di wilayah Jakarta dan Lampung itu, awalnya KPK menangkap 17 orang. Namun, setelah proses penyidikan enam orang dijadikan tersangka dalam perkara tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mendalami lokasi lain yang digunakan untuk safe house terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. &amp;nbsp;Safe house tersebut menyimpan uang yang diduga terkait dengan praktik haram itu.&#13;
&#13;
Ketua KPK, Setyo Budiyanto menjelaskan, pihaknya telah menemukan dua safe house dalam operasi tangkap tangan (OTT) perkara tersebut.&#13;
&#13;
Setelah itu, pihaknya kembali menemukan safe house lain yang menyimpan beberapa koper yang berisi uang miliaran rupiah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berarti ada indikasi bahwa mereka menggunakan cara-cara seperti itu. Kami akan melakukan pendalaman gitu untuk bisa menelusuri apakah masih ada safe house yang lain,&amp;quot; kata Setyo saat ditemui Jumat (20/2/2026).&#13;
&#13;
Saat disinggung modus ini, Setyo menyatakan merupakan hal yang biasa dilakukan untuk menyimpan barang bukti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya masalah penyebutan safe house itu kan dari istilah mereka saja. Ya safe house bisa saja rumah, bisa saja apartemen,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, KPK menyita uang Rp5 miliar yang tersimpan di lima koper. Penyitaan ini usai penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi impor barang di Ditjen Bea Cukai di kawasan Ciputat beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
KPK juga telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap impor barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).&#13;
&#13;
Salah satunya Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai dengan Januari 2026.&#13;
&#13;
Penetapan ini kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah pada Rabu 4 Februari 2026.&#13;
&#13;
Dalam OTT di wilayah Jakarta dan Lampung itu, awalnya KPK menangkap 17 orang. Namun, setelah proses penyidikan enam orang dijadikan tersangka dalam perkara tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
