<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awal Ramadhan, Banjir Rendam Wilayah Cengkareng Usai Hujan Deras Sejak Semalam</title><description>Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mengalami mogok mesin karena nekat menerobos genangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/20/338/3202681/awal-ramadhan-banjir-rendam-wilayah-cengkareng-usai-hujan-deras-sejak-semalam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/20/338/3202681/awal-ramadhan-banjir-rendam-wilayah-cengkareng-usai-hujan-deras-sejak-semalam"/><item><title>Awal Ramadhan, Banjir Rendam Wilayah Cengkareng Usai Hujan Deras Sejak Semalam</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/20/338/3202681/awal-ramadhan-banjir-rendam-wilayah-cengkareng-usai-hujan-deras-sejak-semalam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/20/338/3202681/awal-ramadhan-banjir-rendam-wilayah-cengkareng-usai-hujan-deras-sejak-semalam</guid><pubDate>Jum'at 20 Februari 2026 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/20/338/3202681/viral-ZSO3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Banjir Rendam Wilayah Cengkareng Usai Hujan Deras Sejak Semalam</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/20/338/3202681/viral-ZSO3_large.jpg</image><title> Banjir Rendam Wilayah Cengkareng Usai Hujan Deras Sejak Semalam</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Banjir merendam kawasan padat penduduk di Jalan Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari kedua bulan Ramadhan 1447 H, Jumat (20/2/2026). Banjir terjadi akibat hujan tak kunjung reda sejak Kamis malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi pagi air masuk, dari semalam hujan nggak reda,&amp;quot; ujar Darsih warga setempat saat berbincang dengan Okezone di lokasi.&#13;
&#13;
Selain faktor hujan, banjir juga disebabkan akibat meluapnya Kali Mookevart. Alhasil, banjir merendam kawasan setempat dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. &amp;quot;Ini mah masih kecil (ketinggian air). Ada 30-40 sentimeter,&amp;quot; ujar Darsih.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bagi Darsih, banjir menjadi langganan tahunan ini kembali datang setelah hujan deras mengguyur sejak malam hari. Genangan air tidak hanya masuk ke rumah-rumah warga di RT 14/RW 02, tetapi juga memutus akses jalan utama di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Kondisi ini memaksa warga untuk menerjang air keruh saat hendak keluar atau masuk rumah untuk beribadah maupun beraktivitas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mengalami mogok mesin karena nekat menerobos genangan. &amp;nbsp;Kendati demikian, Darsih berharap Pemerintah bisa memberi solusi atas masalah banjir yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya pengennya nggak banjir, ginana pemerintahnya, orang di sini banjir terus, iya langganan banjir,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Banjir merendam kawasan padat penduduk di Jalan Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari kedua bulan Ramadhan 1447 H, Jumat (20/2/2026). Banjir terjadi akibat hujan tak kunjung reda sejak Kamis malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi pagi air masuk, dari semalam hujan nggak reda,&amp;quot; ujar Darsih warga setempat saat berbincang dengan Okezone di lokasi.&#13;
&#13;
Selain faktor hujan, banjir juga disebabkan akibat meluapnya Kali Mookevart. Alhasil, banjir merendam kawasan setempat dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. &amp;quot;Ini mah masih kecil (ketinggian air). Ada 30-40 sentimeter,&amp;quot; ujar Darsih.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bagi Darsih, banjir menjadi langganan tahunan ini kembali datang setelah hujan deras mengguyur sejak malam hari. Genangan air tidak hanya masuk ke rumah-rumah warga di RT 14/RW 02, tetapi juga memutus akses jalan utama di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Kondisi ini memaksa warga untuk menerjang air keruh saat hendak keluar atau masuk rumah untuk beribadah maupun beraktivitas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mengalami mogok mesin karena nekat menerobos genangan. &amp;nbsp;Kendati demikian, Darsih berharap Pemerintah bisa memberi solusi atas masalah banjir yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya pengennya nggak banjir, ginana pemerintahnya, orang di sini banjir terus, iya langganan banjir,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
