<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua BEM UGM Diteror, Natalius Pigai: Bukan dari Pemerintah!</title><description>Ketua BEM UGM mengaku diteror usai menyuarakan peristiwa meninggalnya siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/21/337/3202775/ketua-bem-ugm-diteror-natalius-pigai-bukan-dari-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/21/337/3202775/ketua-bem-ugm-diteror-natalius-pigai-bukan-dari-pemerintah"/><item><title>Ketua BEM UGM Diteror, Natalius Pigai: Bukan dari Pemerintah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/21/337/3202775/ketua-bem-ugm-diteror-natalius-pigai-bukan-dari-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/21/337/3202775/ketua-bem-ugm-diteror-natalius-pigai-bukan-dari-pemerintah</guid><pubDate>Sabtu 21 Februari 2026 02:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/20/337/3202775/natalius_pigai-zyP1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua BEM UGM Diteror, Natalius Pigai: Bukan dari Pemerintah! (Nur Khabibi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/20/337/3202775/natalius_pigai-zyP1_large.jpg</image><title>Ketua BEM UGM Diteror, Natalius Pigai: Bukan dari Pemerintah! (Nur Khabibi)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan teror yang diterima Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, bukan dari pemerintah. Tiyo mengaku diteror usai menyuarakan peristiwa meninggalnya siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
&#13;
&amp;quot;Teror semacam ini, yang jelas saya menegaskan, pemerintah tidak pernah. Tidak akan pernah,&amp;quot; kata Pigai saat ditemui di kantornya, Jumat (20/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pigai menyatakan dirinya belum mengetahui secara detail perihal teror yang dimaksud.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita belum pernah membaca apa bentuk terornya ya. Kita juga tidak tahu siapa yang mengirimkan,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia melanjutkan, Presiden RI, Prabowo sudah menegaskan hukum tidak akan dijadikan alat untuk membungkam kritik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itulah saya pastikan teror tidak mungkin dari pemerintah,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, kepolisian perlu bergerak guna mengusut perihal dugaan teror tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka kita minta polisi cek, polisi tanya, lakukan penyelidikan. Menurut saya, memang polisi yang harus mengungkap sebenarnya siapa pelaku itu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan teror yang diterima Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, bukan dari pemerintah. Tiyo mengaku diteror usai menyuarakan peristiwa meninggalnya siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
&#13;
&amp;quot;Teror semacam ini, yang jelas saya menegaskan, pemerintah tidak pernah. Tidak akan pernah,&amp;quot; kata Pigai saat ditemui di kantornya, Jumat (20/2/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pigai menyatakan dirinya belum mengetahui secara detail perihal teror yang dimaksud.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita belum pernah membaca apa bentuk terornya ya. Kita juga tidak tahu siapa yang mengirimkan,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia melanjutkan, Presiden RI, Prabowo sudah menegaskan hukum tidak akan dijadikan alat untuk membungkam kritik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itulah saya pastikan teror tidak mungkin dari pemerintah,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, kepolisian perlu bergerak guna mengusut perihal dugaan teror tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka kita minta polisi cek, polisi tanya, lakukan penyelidikan. Menurut saya, memang polisi yang harus mengungkap sebenarnya siapa pelaku itu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
