<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erupsi Gunung Ibu Luncurkan Abu 300 Meter, Warga Diminta Waspada</title><description>Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada Minggu (22/2/2026) pukul 17.33 WIB. Letusan tersebut melontarkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/22/340/3203061/erupsi-gunung-ibu-luncurkan-abu-300-meter-warga-diminta-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/22/340/3203061/erupsi-gunung-ibu-luncurkan-abu-300-meter-warga-diminta-waspada"/><item><title>Erupsi Gunung Ibu Luncurkan Abu 300 Meter, Warga Diminta Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/22/340/3203061/erupsi-gunung-ibu-luncurkan-abu-300-meter-warga-diminta-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/22/340/3203061/erupsi-gunung-ibu-luncurkan-abu-300-meter-warga-diminta-waspada</guid><pubDate>Minggu 22 Februari 2026 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/22/340/3203061/gunung_ibu_erupsi-1wxI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ibu Erupsi (foto freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/22/340/3203061/gunung_ibu_erupsi-1wxI_large.jpg</image><title>Gunung Ibu Erupsi (foto freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada Minggu (22/2/2026) pukul 17.33 WIB. Letusan tersebut melontarkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis melalui laman Magma ESDM, erupsi terjadi pada pukul 17.33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn;300 meter di atas puncak atau sekitar 1.625 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, status Gunung Ibu berada pada Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif, serta di perluasan sektoral sejauh 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara.&#13;
&#13;
Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut, seperti masker.&#13;
&#13;
Pemerintah juga mengimbau seluruh pihak menjaga kondusivitas situasi, tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), serta selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada Minggu (22/2/2026) pukul 17.33 WIB. Letusan tersebut melontarkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis melalui laman Magma ESDM, erupsi terjadi pada pukul 17.33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn;300 meter di atas puncak atau sekitar 1.625 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, status Gunung Ibu berada pada Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif, serta di perluasan sektoral sejauh 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara.&#13;
&#13;
Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut, seperti masker.&#13;
&#13;
Pemerintah juga mengimbau seluruh pihak menjaga kondusivitas situasi, tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), serta selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
