<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak</title><description>Lebih dari 1.500 jiwa terdampak bencana banjir yang terjadi di Lombok Barat dan Bima.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/23/340/3203235/banjir-terjang-lombok-barat-dan-bima-ntb-1-500-warga-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/23/340/3203235/banjir-terjang-lombok-barat-dan-bima-ntb-1-500-warga-terdampak"/><item><title>Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/23/340/3203235/banjir-terjang-lombok-barat-dan-bima-ntb-1-500-warga-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/23/340/3203235/banjir-terjang-lombok-barat-dan-bima-ntb-1-500-warga-terdampak</guid><pubDate>Senin 23 Februari 2026 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/23/340/3203235/banjir_di_ntb-2GMQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/23/340/3203235/banjir_di_ntb-2GMQ_large.jpg</image><title>Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima NTB, 1.500 Warga Terdampak (BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Barat dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lebih dari 1.500 jiwa terdampak bencana banjir.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan genangan dirasakan masyarakat di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, pada Minggu (22/2/2026). Kejadian tersebut dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat pada 14.00 Wita.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak peristiwa ini. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi,&amp;rdquo; ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan pada Minggu petang, petugas masih mendata dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi bahaya susulan. Sementara genangan terpantau berangsur surut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sehari sebelumnya di provinsi yang sama, Sabtu (21/2), banjir melanda tujuh desa di tiga kecamatan, Kabupaten Bima. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu,&amp;rdquo; kata Abdul.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, BPBD Kabupaten Bima melaporkan adanya kerugian material, diantaranya rumah rusak berat 1 unit, fasilitas terdampak di sektor pendidikan 2 unit serta tempat ibadah, kantor desa dan pasar masing-masing 1 unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada Minggu malam, genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tinggi muka air antara 10 - 70 cm, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na&amp;rsquo;e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Pada wilayah Nusa Tenggara Barat, peringatan dini cuaca masih terpantau di provinsi tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Barat dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lebih dari 1.500 jiwa terdampak bencana banjir.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan genangan dirasakan masyarakat di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, pada Minggu (22/2/2026). Kejadian tersebut dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat pada 14.00 Wita.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak peristiwa ini. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi,&amp;rdquo; ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan pada Minggu petang, petugas masih mendata dan bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi bahaya susulan. Sementara genangan terpantau berangsur surut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sehari sebelumnya di provinsi yang sama, Sabtu (21/2), banjir melanda tujuh desa di tiga kecamatan, Kabupaten Bima. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu,&amp;rdquo; kata Abdul.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, BPBD Kabupaten Bima melaporkan adanya kerugian material, diantaranya rumah rusak berat 1 unit, fasilitas terdampak di sektor pendidikan 2 unit serta tempat ibadah, kantor desa dan pasar masing-masing 1 unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada Minggu malam, genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tinggi muka air antara 10 - 70 cm, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na&amp;rsquo;e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Pada wilayah Nusa Tenggara Barat, peringatan dini cuaca masih terpantau di provinsi tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
