<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Depan Mapolda DIY Protes Tewasnya Siswa di Maluku, Massa Lempar Pagar hingga Polisi Ketiban</title><description>Aksi demonstrasi di depan Mapolda DIY sempat memanas, pada Selasa (24/2/2026) malam. Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat meluapkan kemarahan atas tindakan oknum Brimob yang menewaskan seorang anak di Maluku.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/24/340/3203501/demo-depan-mapolda-diy-protes-tewasnya-siswa-di-maluku-massa-lempar-pagar-hingga-polisi-ketiban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/24/340/3203501/demo-depan-mapolda-diy-protes-tewasnya-siswa-di-maluku-massa-lempar-pagar-hingga-polisi-ketiban"/><item><title>Demo Depan Mapolda DIY Protes Tewasnya Siswa di Maluku, Massa Lempar Pagar hingga Polisi Ketiban</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/24/340/3203501/demo-depan-mapolda-diy-protes-tewasnya-siswa-di-maluku-massa-lempar-pagar-hingga-polisi-ketiban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/24/340/3203501/demo-depan-mapolda-diy-protes-tewasnya-siswa-di-maluku-massa-lempar-pagar-hingga-polisi-ketiban</guid><pubDate>Selasa 24 Februari 2026 23:40 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/24/340/3203501/demonstrasi-Ougs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa mengangkat pagar dan melemparnya ke arah polisi (Foto: IG PoldaJogja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/24/340/3203501/demonstrasi-Ougs_large.jpg</image><title>Massa mengangkat pagar dan melemparnya ke arah polisi (Foto: IG PoldaJogja)</title></images><description>JAKARTA - Aksi demonstrasi di depan Mapolda DIY sempat memanas, pada Selasa (24/2/2026) malam. Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat meluapkan kemarahan atas tindakan oknum Brimob yang menewaskan seorang pelajar di Maluku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ajak dialog dengan adat kromo alus gak bisa,&amp;quot; demikian diunggah akun @poldajogja.&#13;
&#13;
Dalam aksi tersebut, pihak kepolisian sempat mengimbau massa untuk tidak melakukan aksi anarkis dengan mengedepankan adat Jawa yang santun. Namun, disebutkan justru massa melakukan aksi anarkis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari video yang dibagikan, sekira pukul 20.00 WIB, terlihat massa mengangkat pagar kemudian melemparkannya sehingga menimpa sejumlah petugas. Belum diketahui, kondisi terkini petugas tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polda DIY tetap berkomitmen menjaga stabilitas Kamtibmas bersama dengan seluruh warga masyarakat yang tinggal dan menetap di DIY,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Namun, Humas Pemda DIY melalui unggahannya menyebutkan aksi tersebut akhirnya berjalan kondusif. &amp;quot;Aparat melakukan pengamanan secara persuasif dan humanis. Merski terdapat kerusakan pada pagar serta coretan di area sekitar, situasi tetap dapat dikendalikan tanpa kericuhan maupun gesekan antarpihak,&amp;quot; tulis @humasjogja.&#13;
&#13;
Untuk sementara ruas Ring Road Utara di depan Mapolda DIY ditutup dan arus lalu lintas dialihkan. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif serta tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama menjaga situasi tetap aman dan damai,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dari video yang dibagikan, tampak massa menggelar sholat berjamaah di jalanan. Bahkan, ada yang bermain bola dan aksi vandalisme.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan cara Sholat Gaib dan banyak aksi okupasi, kita berharap seenggaknya polisi akan sadar dan melakukan reformasi,&amp;quot; kata salah seorang peserta aksi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi demonstrasi di depan Mapolda DIY sempat memanas, pada Selasa (24/2/2026) malam. Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat meluapkan kemarahan atas tindakan oknum Brimob yang menewaskan seorang pelajar di Maluku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ajak dialog dengan adat kromo alus gak bisa,&amp;quot; demikian diunggah akun @poldajogja.&#13;
&#13;
Dalam aksi tersebut, pihak kepolisian sempat mengimbau massa untuk tidak melakukan aksi anarkis dengan mengedepankan adat Jawa yang santun. Namun, disebutkan justru massa melakukan aksi anarkis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari video yang dibagikan, sekira pukul 20.00 WIB, terlihat massa mengangkat pagar kemudian melemparkannya sehingga menimpa sejumlah petugas. Belum diketahui, kondisi terkini petugas tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polda DIY tetap berkomitmen menjaga stabilitas Kamtibmas bersama dengan seluruh warga masyarakat yang tinggal dan menetap di DIY,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Namun, Humas Pemda DIY melalui unggahannya menyebutkan aksi tersebut akhirnya berjalan kondusif. &amp;quot;Aparat melakukan pengamanan secara persuasif dan humanis. Merski terdapat kerusakan pada pagar serta coretan di area sekitar, situasi tetap dapat dikendalikan tanpa kericuhan maupun gesekan antarpihak,&amp;quot; tulis @humasjogja.&#13;
&#13;
Untuk sementara ruas Ring Road Utara di depan Mapolda DIY ditutup dan arus lalu lintas dialihkan. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif serta tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama menjaga situasi tetap aman dan damai,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dari video yang dibagikan, tampak massa menggelar sholat berjamaah di jalanan. Bahkan, ada yang bermain bola dan aksi vandalisme.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan cara Sholat Gaib dan banyak aksi okupasi, kita berharap seenggaknya polisi akan sadar dan melakukan reformasi,&amp;quot; kata salah seorang peserta aksi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
