<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seskab Teddy Pastikan Guru Tak Diabaikan, Sebut Insentif Naik dan Tunjangan Ditambah</title><description>Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menanggapi narasi yang menyebut guru-guru di Indonesia tidak diperhatikan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan, termasuk insentif bagi guru honorer di daerah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/27/337/3204084/seskab-teddy-pastikan-guru-tak-diabaikan-sebut-insentif-naik-dan-tunjangan-ditambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/27/337/3204084/seskab-teddy-pastikan-guru-tak-diabaikan-sebut-insentif-naik-dan-tunjangan-ditambah"/><item><title>Seskab Teddy Pastikan Guru Tak Diabaikan, Sebut Insentif Naik dan Tunjangan Ditambah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/27/337/3204084/seskab-teddy-pastikan-guru-tak-diabaikan-sebut-insentif-naik-dan-tunjangan-ditambah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/27/337/3204084/seskab-teddy-pastikan-guru-tak-diabaikan-sebut-insentif-naik-dan-tunjangan-ditambah</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2026 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/27/337/3204084/seskab_teddy-H6sO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/27/337/3204084/seskab_teddy-H6sO_large.jpg</image><title>Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (foto: Okezone) </title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menanggapi narasi yang menyebut guru-guru di Indonesia tidak diperhatikan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan, termasuk insentif bagi guru honorer di daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada lagi yang bilang guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya ada tiga. Pertama, mengenai guru honorer. Secara kewenangan, guru honorer itu berada di bawah pemerintah daerah,&amp;rdquo; kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi pemerintah pusat memberi insentif. Insentif itu bukan gaji, melainkan tambahan. Dari 2005 sampai 2025 ada insentif, dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Teddy menyebut terdapat kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedua, ada tunjangan guru non-ASN. Dari Rp1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp2 juta,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menjelaskan perubahan mekanisme penyaluran tunjangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu pemberian tunjangan melalui transfer ke daerah. Tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan langsung diberikan kepada gurunya. Dan itu sudah berjalan,&amp;rdquo; kata Teddy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Teddy juga merespons narasi yang menyebut anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan. Ia menegaskan anggapan tersebut keliru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ingin meluruskan narasi yang keliru. Ada pihak yang menyampaikan program makan bergizi gratis mengurangi anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai dan guru tidak diperhatikan. Itu narasi yang keliru,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Menurut Teddy, program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dari sisi anggaran, kebijakan tersebut telah melalui pembahasan dan persetujuan bersama DPR, termasuk di Badan Anggaran (Banggar).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian pertanyaannya, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Teddy menegaskan tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang dihentikan. Justru, kata dia, sejumlah program ditambah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah sekolah,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain itu, pemerintah juga melakukan renovasi sekolah rusak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tahun 2025 saja sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun,&amp;rdquo; ungkap Teddy.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pemerintah juga mendistribusikan 280.000 unit TV digital untuk pembelajaran di 280.000 sekolah sepanjang 2025, dan jumlah tersebut akan ditingkatkan tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belum lagi ada Sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pembangunan kampus-kampus baru yang sedang berjalan. Jadi, tidak ada program yang dihentikan. Semua berjalan dan bahkan ditambah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menanggapi narasi yang menyebut guru-guru di Indonesia tidak diperhatikan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan, termasuk insentif bagi guru honorer di daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada lagi yang bilang guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya ada tiga. Pertama, mengenai guru honorer. Secara kewenangan, guru honorer itu berada di bawah pemerintah daerah,&amp;rdquo; kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi pemerintah pusat memberi insentif. Insentif itu bukan gaji, melainkan tambahan. Dari 2005 sampai 2025 ada insentif, dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Teddy menyebut terdapat kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedua, ada tunjangan guru non-ASN. Dari Rp1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp2 juta,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menjelaskan perubahan mekanisme penyaluran tunjangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu pemberian tunjangan melalui transfer ke daerah. Tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan langsung diberikan kepada gurunya. Dan itu sudah berjalan,&amp;rdquo; kata Teddy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Teddy juga merespons narasi yang menyebut anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan. Ia menegaskan anggapan tersebut keliru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ingin meluruskan narasi yang keliru. Ada pihak yang menyampaikan program makan bergizi gratis mengurangi anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai dan guru tidak diperhatikan. Itu narasi yang keliru,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Menurut Teddy, program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dari sisi anggaran, kebijakan tersebut telah melalui pembahasan dan persetujuan bersama DPR, termasuk di Badan Anggaran (Banggar).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian pertanyaannya, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Teddy menegaskan tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang dihentikan. Justru, kata dia, sejumlah program ditambah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah sekolah,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain itu, pemerintah juga melakukan renovasi sekolah rusak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tahun 2025 saja sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun,&amp;rdquo; ungkap Teddy.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pemerintah juga mendistribusikan 280.000 unit TV digital untuk pembelajaran di 280.000 sekolah sepanjang 2025, dan jumlah tersebut akan ditingkatkan tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belum lagi ada Sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pembangunan kampus-kampus baru yang sedang berjalan. Jadi, tidak ada program yang dihentikan. Semua berjalan dan bahkan ditambah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
