<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Kutuk Iran, Sebut Langgar Kedaulatan Negara Teluk</title><description>Target militer AS dan Israel di beberapa negara Teluk telah menjadi sasaran tembakan rudal Iran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/28/18/3204253/arab-saudi-kutuk-iran-sebut-langgar-kedaulatan-negara-teluk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/28/18/3204253/arab-saudi-kutuk-iran-sebut-langgar-kedaulatan-negara-teluk"/><item><title>Arab Saudi Kutuk Iran, Sebut Langgar Kedaulatan Negara Teluk</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/28/18/3204253/arab-saudi-kutuk-iran-sebut-langgar-kedaulatan-negara-teluk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/28/18/3204253/arab-saudi-kutuk-iran-sebut-langgar-kedaulatan-negara-teluk</guid><pubDate>Sabtu 28 Februari 2026 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/28/18/3204253/ilustrasi-JMBL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/28/18/3204253/ilustrasi-JMBL_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>RIYADH &amp;mdash; Arab Saudi mengutuk keras apa yang digambarkan Riyadh sebagai pelanggaran otonomi beberapa negara Teluk dan regional oleh Iran, demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri Kerajaan pada Jumat (27/2/2026).&#13;
&#13;
Dalam pernyataan resmi, Kementerian mengecam apa yang disebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang &amp;quot;terang-terangan&amp;quot; terhadap Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania. Arab Saudi menyatakan solidaritas penuh dengan negara-negara tersebut serta dukungan untuk setiap tindakan yang mungkin mereka ambil.&#13;
&#13;
Kerajaan memperingatkan konsekuensi serius dari pelanggaran otonomi negara dan pelanggaran hukum internasional yang berkelanjutan, menekankan bahwa tindakan tersebut mengancam keamanan dan stabilitas regional.&#13;
&#13;
Arab Saudi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk tindakan Iran yang diduga dilakukan tersebut, serta mengambil langkah tegas untuk menghadapi pelanggaran yang merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset milik Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan, termasuk di beberapa negara Teluk, menyusul serangan terhadap Republik Islam itu pada Sabtu (28/2/2026). Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Arab Saudi menjadi tuan rumah aset militer AS yang digunakan untuk menyerang Iran.&#13;
</description><content:encoded>RIYADH &amp;mdash; Arab Saudi mengutuk keras apa yang digambarkan Riyadh sebagai pelanggaran otonomi beberapa negara Teluk dan regional oleh Iran, demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri Kerajaan pada Jumat (27/2/2026).&#13;
&#13;
Dalam pernyataan resmi, Kementerian mengecam apa yang disebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang &amp;quot;terang-terangan&amp;quot; terhadap Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania. Arab Saudi menyatakan solidaritas penuh dengan negara-negara tersebut serta dukungan untuk setiap tindakan yang mungkin mereka ambil.&#13;
&#13;
Kerajaan memperingatkan konsekuensi serius dari pelanggaran otonomi negara dan pelanggaran hukum internasional yang berkelanjutan, menekankan bahwa tindakan tersebut mengancam keamanan dan stabilitas regional.&#13;
&#13;
Arab Saudi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengutuk tindakan Iran yang diduga dilakukan tersebut, serta mengambil langkah tegas untuk menghadapi pelanggaran yang merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset milik Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan, termasuk di beberapa negara Teluk, menyusul serangan terhadap Republik Islam itu pada Sabtu (28/2/2026). Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Arab Saudi menjadi tuan rumah aset militer AS yang digunakan untuk menyerang Iran.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
