<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, KPK Akhirnya Turun Tangan!</title><description>Budi mengingatkan, bahwa sektor pengadaan barang dan jasa kerap menjadi area rawan terjadinya tindak pidana korupsi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/28/337/3204192/viral-mobil-dinas-gubernur-kaltim-rp8-5-miliar-kpk-akhirnya-turun-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/02/28/337/3204192/viral-mobil-dinas-gubernur-kaltim-rp8-5-miliar-kpk-akhirnya-turun-tangan"/><item><title>Viral Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, KPK Akhirnya Turun Tangan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/02/28/337/3204192/viral-mobil-dinas-gubernur-kaltim-rp8-5-miliar-kpk-akhirnya-turun-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/02/28/337/3204192/viral-mobil-dinas-gubernur-kaltim-rp8-5-miliar-kpk-akhirnya-turun-tangan</guid><pubDate>Sabtu 28 Februari 2026 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/28/337/3204192/kpk-es4K_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas&amp;#039;ud/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/28/337/3204192/kpk-es4K_large.jpg</image><title>Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas&amp;#039;ud/ist</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi viralnya kendaraan dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas&amp;#39;ud yang disebut-sebut bernilai Rp8,5 miliar. KPK mengaku turut memantau perkembangan pemberitaan terkait hal tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu memang cukup ramai di media sosial dan kami juga mengikuti isu pemberitaannya,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (28/2/2026).&#13;
&#13;
Budi mengingatkan, bahwa sektor pengadaan barang dan jasa kerap menjadi area rawan terjadinya tindak pidana korupsi. Masih kata Budi, praktik korupsi dalam pengadaan bisa terjadi dalam berbagai bentuk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengondisian, penyimpangan, mark-up harga, hingga downgrade spesifikasi. Itu semua harus benar-benar kita lihat, apakah seluruh mekanisme sudah dijalankan sebagaimana mestinya,&amp;quot; ujar Budi.&#13;
&#13;
Selain itu, Budi menekankan bahwa setiap pengadaan barang dan jasa harus mempertimbangkan aspek kebutuhan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal tersebut berlaku baik di tingkat kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk juga soal kebutuhan. Apakah barang dan jasa yang dibelanjakan atau diadakan, baik di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai yang dibutuhkan A, tetapi yang dibelanjakan justru B,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi viralnya kendaraan dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas&amp;#39;ud yang disebut-sebut bernilai Rp8,5 miliar. KPK mengaku turut memantau perkembangan pemberitaan terkait hal tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu memang cukup ramai di media sosial dan kami juga mengikuti isu pemberitaannya,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (28/2/2026).&#13;
&#13;
Budi mengingatkan, bahwa sektor pengadaan barang dan jasa kerap menjadi area rawan terjadinya tindak pidana korupsi. Masih kata Budi, praktik korupsi dalam pengadaan bisa terjadi dalam berbagai bentuk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengondisian, penyimpangan, mark-up harga, hingga downgrade spesifikasi. Itu semua harus benar-benar kita lihat, apakah seluruh mekanisme sudah dijalankan sebagaimana mestinya,&amp;quot; ujar Budi.&#13;
&#13;
Selain itu, Budi menekankan bahwa setiap pengadaan barang dan jasa harus mempertimbangkan aspek kebutuhan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal tersebut berlaku baik di tingkat kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk juga soal kebutuhan. Apakah barang dan jasa yang dibelanjakan atau diadakan, baik di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai yang dibutuhkan A, tetapi yang dibelanjakan justru B,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
