<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu RI Lobi Iran agar 2 Kapal Tanker Pertamina Dapat Lewat Selat Hormuz</title><description>Kemlu melalui KBRI Tehran terus berupaya komunikasi dengan pihak Iran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/06/18/3205443/kemlu-ri-lobi-iran-agar-2-kapal-tanker-pertamina-dapat-lewat-selat-hormuz</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/06/18/3205443/kemlu-ri-lobi-iran-agar-2-kapal-tanker-pertamina-dapat-lewat-selat-hormuz"/><item><title>Kemlu RI Lobi Iran agar 2 Kapal Tanker Pertamina Dapat Lewat Selat Hormuz</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/06/18/3205443/kemlu-ri-lobi-iran-agar-2-kapal-tanker-pertamina-dapat-lewat-selat-hormuz</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/06/18/3205443/kemlu-ri-lobi-iran-agar-2-kapal-tanker-pertamina-dapat-lewat-selat-hormuz</guid><pubDate>Jum'at 06 Maret 2026 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/06/18/3205443/kemlu-ICeo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemlu RI Lobi Iran agar 2 Kapal Tanker Pertamina Dapat Lewat Selat Hormuz (Riyan Rizki)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/06/18/3205443/kemlu-ICeo_large.jpg</image><title>Kemlu RI Lobi Iran agar 2 Kapal Tanker Pertamina Dapat Lewat Selat Hormuz (Riyan Rizki)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran tengah melakukan diplomasi terhadap pemerintah Iran. Hal ini agar kapal milik Pertamina bisa melintasi Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait dengan yang terjadi saat ini dengan dua tanker dari pihak Pertamina, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran. Karena memang conversation-nya harus dilakukan dengan pihak Iran. Nah, oleh karena itu, memang saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi,&amp;quot; kata Direktur Jenderal ASPASAF Kemlu Santo Darmosumarto kepada wartawan Jumat (6/3/2026).&#13;
&#13;
Santo menyebutkan, diplomasi ini untuk memastikan kapal Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Diplomasi juga dilakukan agar kapal Pertamina diberikan perlindungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk memastikan kepentingan Indonesia terkait dengan Pertamina itu dapat terus diberikan perlindungan, dari sisi dapat melintas Selat Hormuz itu dengan aman,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, saat ini kondisi di Iran masih belum kondusif. Meski begitu, Kemlu melalui KBRI Tehran terus berupaya komunikasi dengan pihak Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang kondisinya secara umum memang masih belum kondusif di sana. Tapi, terus kita upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Selat Hormus ditutup Iran dan membuat kapal Pertamina pengangkut minyak mentah terjebak di jalur vital perdagangan energi dunia tersebut. Pemerintah Indonesia kini melakukan langkah diplomasi untuk mengatasi situasi tersebut.&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan terdapat dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di kawasan Selat Hormus.&#13;
&#13;
Kedua kapal tersebut sedang membawa minyak mentah dari kawasan Timur Tengah menuju Indonesia. Kapal itu kini bersandar di lokasi yang dinilai lebih aman sambil menunggu perkembangan situasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormus milik Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk mencari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,&amp;rdquo; kata Bahlil Lahadalia.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran tengah melakukan diplomasi terhadap pemerintah Iran. Hal ini agar kapal milik Pertamina bisa melintasi Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait dengan yang terjadi saat ini dengan dua tanker dari pihak Pertamina, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran. Karena memang conversation-nya harus dilakukan dengan pihak Iran. Nah, oleh karena itu, memang saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi,&amp;quot; kata Direktur Jenderal ASPASAF Kemlu Santo Darmosumarto kepada wartawan Jumat (6/3/2026).&#13;
&#13;
Santo menyebutkan, diplomasi ini untuk memastikan kapal Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Diplomasi juga dilakukan agar kapal Pertamina diberikan perlindungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk memastikan kepentingan Indonesia terkait dengan Pertamina itu dapat terus diberikan perlindungan, dari sisi dapat melintas Selat Hormuz itu dengan aman,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, saat ini kondisi di Iran masih belum kondusif. Meski begitu, Kemlu melalui KBRI Tehran terus berupaya komunikasi dengan pihak Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang kondisinya secara umum memang masih belum kondusif di sana. Tapi, terus kita upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Selat Hormus ditutup Iran dan membuat kapal Pertamina pengangkut minyak mentah terjebak di jalur vital perdagangan energi dunia tersebut. Pemerintah Indonesia kini melakukan langkah diplomasi untuk mengatasi situasi tersebut.&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan terdapat dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di kawasan Selat Hormus.&#13;
&#13;
Kedua kapal tersebut sedang membawa minyak mentah dari kawasan Timur Tengah menuju Indonesia. Kapal itu kini bersandar di lokasi yang dinilai lebih aman sambil menunggu perkembangan situasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormus milik Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk mencari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,&amp;rdquo; kata Bahlil Lahadalia.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
