<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Berantas Tengkulak dan Rentenir yang Rugikan Petani!</title><description>Polri menyatakan terus memperkuat langkah pencegahan, dan pemberantasan permainan harga oleh oknum tengkulak serta praktik rentenir yang merugikan para petani.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/337/3205764/polri-berantas-tengkulak-dan-rentenir-yang-rugikan-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/08/337/3205764/polri-berantas-tengkulak-dan-rentenir-yang-rugikan-petani"/><item><title>Polri Berantas Tengkulak dan Rentenir yang Rugikan Petani!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/337/3205764/polri-berantas-tengkulak-dan-rentenir-yang-rugikan-petani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/08/337/3205764/polri-berantas-tengkulak-dan-rentenir-yang-rugikan-petani</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2026 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/08/337/3205764/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-Anav_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/08/337/3205764/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-Anav_large.jpg</image><title>Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polri menyatakan terus memperkuat langkah pencegahan, dan pemberantasan permainan harga oleh oknum tengkulak serta praktik rentenir yang merugikan para petani.&#13;
&#13;
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.&#13;
&#13;
Menurut Dedi, gugus tugas pangan Polri juga bersinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi para petani binaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Polri dalam membangun ekosistem pertanian yang sehat sekaligus memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir,&amp;rdquo; kata Dedi kepada awak media, Minggu (8/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dedi menjelaskan, selama ini keterbatasan modal kerap membuat petani terjebak dalam siklus utang kepada tengkulak maupun lintah darat yang memanfaatkan kebutuhan biaya tanam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melalui kerja sama tersebut, para petani diharapkan dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan bunga ringan sekitar 3 hingga 6 persen per tahun.&#13;
&#13;
Skema pembiayaan tersebut juga memberikan kemudahan karena tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga petani tidak perlu mempertaruhkan aset pribadi untuk memperoleh modal usaha.&#13;
&#13;
Dedi menegaskan langkah ini merupakan komitmen nyata Polri untuk melindungi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada tahun 2026 ini, Polri memfasilitasi akses permodalan langsung bagi petani melalui bank-bank Himbara. Tujuannya jelas, memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain memperkuat akses pembiayaan, Polri juga mendorong peningkatan produktivitas melalui perluasan lahan serta pemanfaatan teknologi pertanian.&#13;
&#13;
Hingga Februari 2026, luas penanaman jagung nasional tercatat mencapai 135.723 hektare, sebagai bagian dari target nasional pengembangan hingga 1 juta hektare guna mendorong produksi jagung menembus lebih dari 4 juta ton pada tahun ini.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polri menyatakan terus memperkuat langkah pencegahan, dan pemberantasan permainan harga oleh oknum tengkulak serta praktik rentenir yang merugikan para petani.&#13;
&#13;
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.&#13;
&#13;
Menurut Dedi, gugus tugas pangan Polri juga bersinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi para petani binaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Polri dalam membangun ekosistem pertanian yang sehat sekaligus memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir,&amp;rdquo; kata Dedi kepada awak media, Minggu (8/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dedi menjelaskan, selama ini keterbatasan modal kerap membuat petani terjebak dalam siklus utang kepada tengkulak maupun lintah darat yang memanfaatkan kebutuhan biaya tanam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melalui kerja sama tersebut, para petani diharapkan dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan bunga ringan sekitar 3 hingga 6 persen per tahun.&#13;
&#13;
Skema pembiayaan tersebut juga memberikan kemudahan karena tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga petani tidak perlu mempertaruhkan aset pribadi untuk memperoleh modal usaha.&#13;
&#13;
Dedi menegaskan langkah ini merupakan komitmen nyata Polri untuk melindungi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada tahun 2026 ini, Polri memfasilitasi akses permodalan langsung bagi petani melalui bank-bank Himbara. Tujuannya jelas, memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain memperkuat akses pembiayaan, Polri juga mendorong peningkatan produktivitas melalui perluasan lahan serta pemanfaatan teknologi pertanian.&#13;
&#13;
Hingga Februari 2026, luas penanaman jagung nasional tercatat mencapai 135.723 hektare, sebagai bagian dari target nasional pengembangan hingga 1 juta hektare guna mendorong produksi jagung menembus lebih dari 4 juta ton pada tahun ini.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
