<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diguyur Hujan, Pawai Ogoh-Ogoh Meriahkan CFD</title><description>Adapun ogoh-ogoh dengan berbagai karakter diarak dari kawasan Monas ke area CFD Bundaran HI.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205654/diguyur-hujan-pawai-ogoh-ogoh-meriahkan-cfd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205654/diguyur-hujan-pawai-ogoh-ogoh-meriahkan-cfd"/><item><title>Diguyur Hujan, Pawai Ogoh-Ogoh Meriahkan CFD</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205654/diguyur-hujan-pawai-ogoh-ogoh-meriahkan-cfd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205654/diguyur-hujan-pawai-ogoh-ogoh-meriahkan-cfd</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2026 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/08/338/3205654/pawai_ogoh_ogoh-tas2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diguyur Hujan, Pawai Ogoh-Ogoh Meriahkan CFD (Danandaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/08/338/3205654/pawai_ogoh_ogoh-tas2_large.jpg</image><title>Diguyur Hujan, Pawai Ogoh-Ogoh Meriahkan CFD (Danandaya)</title></images><description>JAKARTA - Suasana car free day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dimeriahkan pawai ogoh-ogoh pada Minggu (8/3/2026). Meski diguyur hujan, warga tetap antusias menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.&#13;
&#13;
1. Pawai Ogoh-Ogoh&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan Okezone, panitia penyelenggara mendirikan panggung di sekitar Bundaran HI beserta tempat duduk bagu tamu VIP. Terlihat warga yang bertahan di tengah rintik hujan itu mengenakan payung ataupun mantel hujan.&#13;
&#13;
Adapun ogoh-ogoh dengan berbagai karakter diarak dari kawasan Monas ke area CFD Bundaran HI. Para pembawa ogoh-ogoh juga tampak tetap bersemangat menari-nari meski diguyur hujan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pawai ogoh-ogoh di Bundaran HI akan dimeriahkan dengan pemasangan penjor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian untuk besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh, dan mungkin juga baru pertama kali nanti di Bundaran HI akan dipasang penjor. Hadir Bapak Wakil Gubernur dan saya juga akan hadir,&amp;quot; ucap Pramono, Sabtu (7/3).&#13;
&#13;
Sebagai kota multikultur dan multietnik, sudah selayaknya Jakarta memberikan ruang bagi siapapun untuk mengekspresikan keyakinan dan tradisinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita. Karena memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Suasana car free day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dimeriahkan pawai ogoh-ogoh pada Minggu (8/3/2026). Meski diguyur hujan, warga tetap antusias menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.&#13;
&#13;
1. Pawai Ogoh-Ogoh&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan Okezone, panitia penyelenggara mendirikan panggung di sekitar Bundaran HI beserta tempat duduk bagu tamu VIP. Terlihat warga yang bertahan di tengah rintik hujan itu mengenakan payung ataupun mantel hujan.&#13;
&#13;
Adapun ogoh-ogoh dengan berbagai karakter diarak dari kawasan Monas ke area CFD Bundaran HI. Para pembawa ogoh-ogoh juga tampak tetap bersemangat menari-nari meski diguyur hujan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pawai ogoh-ogoh di Bundaran HI akan dimeriahkan dengan pemasangan penjor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian untuk besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh, dan mungkin juga baru pertama kali nanti di Bundaran HI akan dipasang penjor. Hadir Bapak Wakil Gubernur dan saya juga akan hadir,&amp;quot; ucap Pramono, Sabtu (7/3).&#13;
&#13;
Sebagai kota multikultur dan multietnik, sudah selayaknya Jakarta memberikan ruang bagi siapapun untuk mengekspresikan keyakinan dan tradisinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita. Karena memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
