<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir</title><description>Ruas Jalan Kapten Tendean hingga permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya terdampak banjir.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205700/kali-mampang-meluap-jalan-tendean-hingga-kompleks-pondok-karya-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205700/kali-mampang-meluap-jalan-tendean-hingga-kompleks-pondok-karya-banjir"/><item><title>Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205700/kali-mampang-meluap-jalan-tendean-hingga-kompleks-pondok-karya-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205700/kali-mampang-meluap-jalan-tendean-hingga-kompleks-pondok-karya-banjir</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2026 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/08/338/3205700/banjir-PGYv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir (iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/08/338/3205700/banjir-PGYv_large.jpg</image><title>Kali Mampang Meluap, Jalan Tendean hingga Kompleks Pondok Karya Banjir (iNews)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak kemarin malam hingga Minggu (8/3/2026) pagi menyebabkan Kali Mampang meluap dan merendam sejumlah kawasan di Jakarta Selatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ruas Jalan Kapten Tendean hingga permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya terdampak banjir, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, Minggu (8/3/2026).&#13;
&#13;
Ketinggian air di ruas Jalan Kapten Tendean mencapai sekitar 30 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari arah Tendean menuju Pancoran maupun sebaliknya tersendat.&#13;
&#13;
Sejumlah pengendara mobil terlihat memilih memutar balik kendaraannya untuk menghindari banjir. Namun, tidak sedikit juga yang tetap nekat menerobos genangan air.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, beberapa pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya. Bahkan ada yang menaikkan motor ke atas gerobak yang disediakan warga agar dapat melintasi area banjir.&#13;
&#13;
Banjir juga merendam permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 1 hingga 2 meter dan merendam belasan rukun tetangga (RT).&#13;
&#13;
Ketua RT setempat, Rusmin, mengatakan banjir kali ini merendam sedikitnya empat RT di wilayahnya. Sebagian warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;RT 9, RT 7, RT 2, dan RT 12 ada empat RT yang terdampak. Warga sebagian masih di rumah di lantai atas, ada juga yang memilih pergi mengungsi,&amp;rdquo; ujar Rusmin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, banjir seperti ini sudah jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap pemerintah dapat melakukan normalisasi atau pengerukan Kali Mampang agar kejadian serupa tidak terus berulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lima tahunan ini biasanya tidak banjir. Harapannya kali itu dinormalisasi atau dikeruk supaya tidak banjir terus,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Rusmin juga menyebut hingga saat ini bantuan untuk warga terdampak belum terlihat datang. Biasanya, bantuan awal datang dari pihak kelurahan setempat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Biasanya ada bantuan dari kelurahan, tapi sampai sekarang belum ada yang turun,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Hingga kini warga masih berharap intensitas hujan segera mereda agar ketinggian air tidak terus bertambah dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak kemarin malam hingga Minggu (8/3/2026) pagi menyebabkan Kali Mampang meluap dan merendam sejumlah kawasan di Jakarta Selatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ruas Jalan Kapten Tendean hingga permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya terdampak banjir, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, Minggu (8/3/2026).&#13;
&#13;
Ketinggian air di ruas Jalan Kapten Tendean mencapai sekitar 30 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari arah Tendean menuju Pancoran maupun sebaliknya tersendat.&#13;
&#13;
Sejumlah pengendara mobil terlihat memilih memutar balik kendaraannya untuk menghindari banjir. Namun, tidak sedikit juga yang tetap nekat menerobos genangan air.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, beberapa pengendara sepeda motor terpaksa menuntun kendaraannya. Bahkan ada yang menaikkan motor ke atas gerobak yang disediakan warga agar dapat melintasi area banjir.&#13;
&#13;
Banjir juga merendam permukiman warga di Kompleks Polri Pondok Karya. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 1 hingga 2 meter dan merendam belasan rukun tetangga (RT).&#13;
&#13;
Ketua RT setempat, Rusmin, mengatakan banjir kali ini merendam sedikitnya empat RT di wilayahnya. Sebagian warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;RT 9, RT 7, RT 2, dan RT 12 ada empat RT yang terdampak. Warga sebagian masih di rumah di lantai atas, ada juga yang memilih pergi mengungsi,&amp;rdquo; ujar Rusmin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, banjir seperti ini sudah jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap pemerintah dapat melakukan normalisasi atau pengerukan Kali Mampang agar kejadian serupa tidak terus berulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lima tahunan ini biasanya tidak banjir. Harapannya kali itu dinormalisasi atau dikeruk supaya tidak banjir terus,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Rusmin juga menyebut hingga saat ini bantuan untuk warga terdampak belum terlihat datang. Biasanya, bantuan awal datang dari pihak kelurahan setempat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Biasanya ada bantuan dari kelurahan, tapi sampai sekarang belum ada yang turun,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Hingga kini warga masih berharap intensitas hujan segera mereda agar ketinggian air tidak terus bertambah dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
