<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kali Anak Ciliwung Meluap, Permukiman Karet Pasar Baru Kebanjiran hingga 1 Meter</title><description>Hujan yang melanda Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) malam, menyebabkan sejumlah kali meluap. Akibatnya, luapan air menggenangi permukiman warga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205732/kali-anak-ciliwung-meluap-permukiman-karet-pasar-baru-kebanjiran-hingga-1-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205732/kali-anak-ciliwung-meluap-permukiman-karet-pasar-baru-kebanjiran-hingga-1-meter"/><item><title>Kali Anak Ciliwung Meluap, Permukiman Karet Pasar Baru Kebanjiran hingga 1 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205732/kali-anak-ciliwung-meluap-permukiman-karet-pasar-baru-kebanjiran-hingga-1-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/08/338/3205732/kali-anak-ciliwung-meluap-permukiman-karet-pasar-baru-kebanjiran-hingga-1-meter</guid><pubDate>Minggu 08 Maret 2026 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/08/338/3205732/banjir-NbOo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Karet Pasar Baru (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/08/338/3205732/banjir-NbOo_large.jpg</image><title>Banjir di Karet Pasar Baru (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Hujan yang melanda Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) malam, menyebabkan sejumlah kali meluap. Akibatnya, luapan air menggenangi permukiman warga.&#13;
&#13;
Hal itu terjadi di permukiman padat penduduk di Jalan Karet Pasar Baru, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Banjir yang mencapai lebih dari satu meter tersebut diakibatkan luapan Kali Anak Ciliwung. Air mulai menggenangi kawasan tersebut sejak Minggu (8/3/2026) dini hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mulai masuk (air banjir) jam 2 atau 3 dini hari,&amp;rdquo; kata warga setempat, Aseng.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, luapan Kali Anak Ciliwung terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak malam hari. Aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air akhirnya meluap ke permukiman warga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sini paling tinggi kadang-kadang 1 meter, bahkan hampir 2 meter,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Aseng menyatakan, daerahnya sudah menjadi langganan banjir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa warga meninggikan pondasi rumah mereka.&#13;
&#13;
Sementara warga yang rumahnya belum ditinggikan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Hujan yang melanda Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) malam, menyebabkan sejumlah kali meluap. Akibatnya, luapan air menggenangi permukiman warga.&#13;
&#13;
Hal itu terjadi di permukiman padat penduduk di Jalan Karet Pasar Baru, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Banjir yang mencapai lebih dari satu meter tersebut diakibatkan luapan Kali Anak Ciliwung. Air mulai menggenangi kawasan tersebut sejak Minggu (8/3/2026) dini hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mulai masuk (air banjir) jam 2 atau 3 dini hari,&amp;rdquo; kata warga setempat, Aseng.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, luapan Kali Anak Ciliwung terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak malam hari. Aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air akhirnya meluap ke permukiman warga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sini paling tinggi kadang-kadang 1 meter, bahkan hampir 2 meter,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Aseng menyatakan, daerahnya sudah menjadi langganan banjir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa warga meninggikan pondasi rumah mereka.&#13;
&#13;
Sementara warga yang rumahnya belum ditinggikan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
