<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing oleh Eks Pelatih</title><description>Bareskrim Polri mengusut dugaan tindak pidana kekerasan seksual, yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Tim Nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berinisial HB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206134/bareskrim-usut-dugaan-kekerasan-seksual-atlet-panjat-tebing-oleh-eks-pelatih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206134/bareskrim-usut-dugaan-kekerasan-seksual-atlet-panjat-tebing-oleh-eks-pelatih"/><item><title>Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing oleh Eks Pelatih</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206134/bareskrim-usut-dugaan-kekerasan-seksual-atlet-panjat-tebing-oleh-eks-pelatih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206134/bareskrim-usut-dugaan-kekerasan-seksual-atlet-panjat-tebing-oleh-eks-pelatih</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2026 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/10/337/3206134/bareskrim_polri-JDjN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bareskrim Polri (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/10/337/3206134/bareskrim_polri-JDjN_large.jpg</image><title>Bareskrim Polri (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Bareskrim Polri mengusut dugaan tindak pidana kekerasan seksual, yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Tim Nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berinisial HB.&#13;
&#13;
Kasus kekerasan dan pelecehan seksual itu diduga dialami oleh sejumlah atlet putri panjat tebing. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/101/III/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Maret 2026.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah, mengungkapkan bahwa terlapor diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai pelatih terhadap atlet binaannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Modusnya diduga dengan menyalahgunakan kewenangan serta memanfaatkan kerentanan atau keadaan atlet putri untuk melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan,&amp;rdquo; kata Nurul, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nurul, berdasarkan keterangan korban, aksi pelecehan tersebut terjadi sejak 2021 hingga 2025, khususnya di Asrama Atlet Bekasi. Selain itu, pelecehan juga diduga terjadi saat korban mengikuti pertandingan internasional.&#13;
&#13;
Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa enam korban berinisial PJ, RS, PL, KA, NA, dan AV, yang didampingi oleh kuasa hukum berinisial SD.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, penyidik juga telah mendampingi korban (PJ) untuk menjalani visum et repertum di RS Polri Kramat Jati,&amp;rdquo; ujar Nurul.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Bareskrim Polri mengusut dugaan tindak pidana kekerasan seksual, yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Tim Nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berinisial HB.&#13;
&#13;
Kasus kekerasan dan pelecehan seksual itu diduga dialami oleh sejumlah atlet putri panjat tebing. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/101/III/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Maret 2026.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah, mengungkapkan bahwa terlapor diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai pelatih terhadap atlet binaannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Modusnya diduga dengan menyalahgunakan kewenangan serta memanfaatkan kerentanan atau keadaan atlet putri untuk melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan,&amp;rdquo; kata Nurul, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nurul, berdasarkan keterangan korban, aksi pelecehan tersebut terjadi sejak 2021 hingga 2025, khususnya di Asrama Atlet Bekasi. Selain itu, pelecehan juga diduga terjadi saat korban mengikuti pertandingan internasional.&#13;
&#13;
Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa enam korban berinisial PJ, RS, PL, KA, NA, dan AV, yang didampingi oleh kuasa hukum berinisial SD.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, penyidik juga telah mendampingi korban (PJ) untuk menjalani visum et repertum di RS Polri Kramat Jati,&amp;rdquo; ujar Nurul.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
