<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dicecar Jaksa soal Zoom Tak Boleh Direkam, Nadiem: Memang di Kejaksaan Direkam?</title><description>Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan alasan rapat daring melalui Zoom di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tidak diperbolehkan untuk direkam.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206155/dicecar-jaksa-soal-zoom-tak-boleh-direkam-nadiem-memang-di-kejaksaan-direkam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206155/dicecar-jaksa-soal-zoom-tak-boleh-direkam-nadiem-memang-di-kejaksaan-direkam"/><item><title>Dicecar Jaksa soal Zoom Tak Boleh Direkam, Nadiem: Memang di Kejaksaan Direkam?</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206155/dicecar-jaksa-soal-zoom-tak-boleh-direkam-nadiem-memang-di-kejaksaan-direkam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206155/dicecar-jaksa-soal-zoom-tak-boleh-direkam-nadiem-memang-di-kejaksaan-direkam</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2026 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/10/337/3206155/nadiem_makarim-Nctg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiem Makarim saat sidang kasus korupsi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/10/337/3206155/nadiem_makarim-Nctg_large.jpg</image><title>Nadiem Makarim saat sidang kasus korupsi (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan alasan rapat daring melalui Zoom di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tidak diperbolehkan untuk direkam.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
Dalam perkara tersebut, Nadiem dihadirkan sebagai saksi untuk tiga terdakwa, yakni Ibrahim Arief (mantan konsultan Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih (mantan Direktur SD Kemendikbudristek), dan Mulyatsyah (mantan Direktur SMP Kemendikbudristek).&#13;
&#13;
Awalnya, jaksa mempertanyakan kebiasaan rapat daring di kementerian tersebut yang tidak diperbolehkan untuk direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang Saudara kalau Zoom, lazim tidak boleh direkam atau bagaimana?&amp;rdquo; tanya jaksa di persidangan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua Zoom meeting, Pak. Tidak direkam,&amp;rdquo; jawab Nadiem.&#13;
&#13;
Jaksa kemudian kembali memastikan apakah rapat tersebut juga tidak menggunakan video atau rekaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada videonya? Tidak boleh direkam?&amp;rdquo; tanya jaksa lagi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sama dengan meeting biasa, Pak. Meeting non-Zoom pun tidak direkam,&amp;rdquo; jawab Nadiem.&#13;
&#13;
Jaksa kemudian mendalami apakah larangan tersebut merupakan kebiasaan atau kebijakan tertentu di lingkungan kementerian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebiasaannya seperti itu?&amp;rdquo; tanya jaksa.&#13;
&#13;
Nadiem lalu menanggapi dengan mempertanyakan praktik rapat internal di lingkungan Kejaksaan Agung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau Bapak meeting internal di kejaksaan juga direkam, pakai video?&amp;rdquo; tanya Nadiem.&#13;
&#13;
Jaksa menjawab bahwa rapat internal di Kejaksaan Agung diperbolehkan untuk direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Boleh (direkam),&amp;rdquo; jawab jaksa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan boleh, direkam atau tidak?&amp;rdquo; tanya Nadiem kembali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Direkam saja. Rekam,&amp;rdquo; jawab jaksa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mendengar jawaban tersebut, Nadiem mengaku terkejut dan menilai pada umumnya rapat internal tidak direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meeting internal direkam? Saya rasa hampir semua orang kalau meeting internal itu tidak direkam, Pak,&amp;rdquo; ujar Nadiem.&#13;
&#13;
Perdebatan tersebut kemudian dipotong oleh Ketua Majelis Hakim, Purwanto S Abdullah, yang meminta saksi fokus menjawab pertanyaan terkait alasan rapat Zoom tidak direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, saya kira pertanyaannya kepada saksi adalah, pada saat Saudara Zoom, apa alasan sehingga tidak diperbolehkan merekam?&amp;rdquo; tanya hakim.&#13;
&#13;
Nadiem kemudian menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan standar dalam rapat daring di lingkungan kementeriannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alasannya adalah itu standar untuk semua meeting Zoom, tidak direkam,&amp;rdquo; tandas Nadiem.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan alasan rapat daring melalui Zoom di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tidak diperbolehkan untuk direkam.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
Dalam perkara tersebut, Nadiem dihadirkan sebagai saksi untuk tiga terdakwa, yakni Ibrahim Arief (mantan konsultan Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih (mantan Direktur SD Kemendikbudristek), dan Mulyatsyah (mantan Direktur SMP Kemendikbudristek).&#13;
&#13;
Awalnya, jaksa mempertanyakan kebiasaan rapat daring di kementerian tersebut yang tidak diperbolehkan untuk direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang Saudara kalau Zoom, lazim tidak boleh direkam atau bagaimana?&amp;rdquo; tanya jaksa di persidangan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua Zoom meeting, Pak. Tidak direkam,&amp;rdquo; jawab Nadiem.&#13;
&#13;
Jaksa kemudian kembali memastikan apakah rapat tersebut juga tidak menggunakan video atau rekaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada videonya? Tidak boleh direkam?&amp;rdquo; tanya jaksa lagi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sama dengan meeting biasa, Pak. Meeting non-Zoom pun tidak direkam,&amp;rdquo; jawab Nadiem.&#13;
&#13;
Jaksa kemudian mendalami apakah larangan tersebut merupakan kebiasaan atau kebijakan tertentu di lingkungan kementerian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebiasaannya seperti itu?&amp;rdquo; tanya jaksa.&#13;
&#13;
Nadiem lalu menanggapi dengan mempertanyakan praktik rapat internal di lingkungan Kejaksaan Agung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau Bapak meeting internal di kejaksaan juga direkam, pakai video?&amp;rdquo; tanya Nadiem.&#13;
&#13;
Jaksa menjawab bahwa rapat internal di Kejaksaan Agung diperbolehkan untuk direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Boleh (direkam),&amp;rdquo; jawab jaksa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan boleh, direkam atau tidak?&amp;rdquo; tanya Nadiem kembali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Direkam saja. Rekam,&amp;rdquo; jawab jaksa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mendengar jawaban tersebut, Nadiem mengaku terkejut dan menilai pada umumnya rapat internal tidak direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meeting internal direkam? Saya rasa hampir semua orang kalau meeting internal itu tidak direkam, Pak,&amp;rdquo; ujar Nadiem.&#13;
&#13;
Perdebatan tersebut kemudian dipotong oleh Ketua Majelis Hakim, Purwanto S Abdullah, yang meminta saksi fokus menjawab pertanyaan terkait alasan rapat Zoom tidak direkam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, saya kira pertanyaannya kepada saksi adalah, pada saat Saudara Zoom, apa alasan sehingga tidak diperbolehkan merekam?&amp;rdquo; tanya hakim.&#13;
&#13;
Nadiem kemudian menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan standar dalam rapat daring di lingkungan kementeriannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alasannya adalah itu standar untuk semua meeting Zoom, tidak direkam,&amp;rdquo; tandas Nadiem.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
