<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Siaga 1 Diterapkan, Ini Alasan Panglima TNI&amp;nbsp;</title><description>Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto membeberkan alasan penetapan status Siaga 1 untuk seluruh prajurit TNI melalui Surat Telegram Nomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa penetapan Siaga 1 merupakan hal yang biasa di kalangan militer.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206215/status-siaga-1-diterapkan-ini-alasan-panglima-tni-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206215/status-siaga-1-diterapkan-ini-alasan-panglima-tni-nbsp"/><item><title>Status Siaga 1 Diterapkan, Ini Alasan Panglima TNI&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206215/status-siaga-1-diterapkan-ini-alasan-panglima-tni-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/10/337/3206215/status-siaga-1-diterapkan-ini-alasan-panglima-tni-nbsp</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2026 23:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/10/337/3206215/panglima_tni_jenderal_agus_subiyanto-r06V_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/10/337/3206215/panglima_tni_jenderal_agus_subiyanto-r06V_large.jpeg</image><title>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto membeberkan alasan penetapan status Siaga 1 untuk seluruh prajurit TNI melalui Surat Telegram Nomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa penetapan Siaga 1 merupakan hal yang biasa di kalangan militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siaga 1 itu kan istilah di militer, istilah yang biasa. Saya sudah memberlakukan Siaga 1, terutama di satuan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, tiap Kodam memiliki satu batalyon Siaga 1 apabila di wilayahnya terjadi bencana alam,&amp;rdquo; kata Agus usai acara peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
Agus kemudian mengonfirmasi alasan di balik penetapan status Siaga 1 tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, kita menguji kesiapsiagaan personel dan materiil. Jadi ini hal yang biasa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Agus enggan berkomentar saat ditanya apakah penetapan status Siaga 1 tersebut merupakan tindak lanjut dari eskalasi konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oke ya, makasih ya. Itu hal biasa, Siaga 1 itu,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Agus juga menjawab mengenai keberadaan kendaraan taktis serta prajurit di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu untuk menguji kesiapsiagaan personel dan materiilnya. Kita juga menghitung dari wilayah-wilayah tersebut ke Jakarta berapa menit. Jadi kalau terjadi sesuatu di Jakarta, bisa cepat digerakkan,&amp;rdquo; kata Agus.&#13;
&#13;
Ia menyampaikan bahwa personel dan kendaraan taktis tersebut kini sudah kembali ke masing-masing satuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah mulai kita kembalikan ke satuan-satuan, dibantu polisi dalam rangka menghadapi Nyepi dan Idulfitri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Agus pun enggan memberikan tanggapan mengenai ada atau tidaknya rentang waktu penetapan status Siaga 1.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada. Itu kan uji kesiapsiagaan. Kalau sudah kita cek, kita kembalikan lagi ke kesatuan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto membeberkan alasan penetapan status Siaga 1 untuk seluruh prajurit TNI melalui Surat Telegram Nomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa penetapan Siaga 1 merupakan hal yang biasa di kalangan militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siaga 1 itu kan istilah di militer, istilah yang biasa. Saya sudah memberlakukan Siaga 1, terutama di satuan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, tiap Kodam memiliki satu batalyon Siaga 1 apabila di wilayahnya terjadi bencana alam,&amp;rdquo; kata Agus usai acara peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
Agus kemudian mengonfirmasi alasan di balik penetapan status Siaga 1 tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, kita menguji kesiapsiagaan personel dan materiil. Jadi ini hal yang biasa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Agus enggan berkomentar saat ditanya apakah penetapan status Siaga 1 tersebut merupakan tindak lanjut dari eskalasi konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oke ya, makasih ya. Itu hal biasa, Siaga 1 itu,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Agus juga menjawab mengenai keberadaan kendaraan taktis serta prajurit di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu untuk menguji kesiapsiagaan personel dan materiilnya. Kita juga menghitung dari wilayah-wilayah tersebut ke Jakarta berapa menit. Jadi kalau terjadi sesuatu di Jakarta, bisa cepat digerakkan,&amp;rdquo; kata Agus.&#13;
&#13;
Ia menyampaikan bahwa personel dan kendaraan taktis tersebut kini sudah kembali ke masing-masing satuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah mulai kita kembalikan ke satuan-satuan, dibantu polisi dalam rangka menghadapi Nyepi dan Idulfitri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Agus pun enggan memberikan tanggapan mengenai ada atau tidaknya rentang waktu penetapan status Siaga 1.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada. Itu kan uji kesiapsiagaan. Kalau sudah kita cek, kita kembalikan lagi ke kesatuan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
