<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Keamanan Makin Kompleks, Polri Bentuk 16 Pusat Studi Baru</title><description>Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebut, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kata Dedi, Polri menyiapkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan spesialisasi keilmuan untuk menghadapi berbagai dinamika keamanan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/11/337/3206218/tantangan-keamanan-makin-kompleks-polri-bentuk-16-pusat-studi-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/11/337/3206218/tantangan-keamanan-makin-kompleks-polri-bentuk-16-pusat-studi-baru"/><item><title>Tantangan Keamanan Makin Kompleks, Polri Bentuk 16 Pusat Studi Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/11/337/3206218/tantangan-keamanan-makin-kompleks-polri-bentuk-16-pusat-studi-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/11/337/3206218/tantangan-keamanan-makin-kompleks-polri-bentuk-16-pusat-studi-baru</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2026 00:25 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/11/337/3206218/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-P12f_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/11/337/3206218/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-P12f_large.jpg</image><title>Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebut, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kata Dedi, Polri menyiapkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan spesialisasi keilmuan untuk menghadapi berbagai dinamika keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mentransformasi pola pikir anggota agar semakin kritis, analitis, dan visioner dalam menjawab berbagai tantangan keamanan modern yang semakin kompleks,&amp;rdquo; kata Dedi di PTIK, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
Adapun 16 Pusat Studi Kepolisian tersebut antara lain:&#13;
&#13;
1. Pusat Studi Polmas&#13;
&#13;
2. Pusat Studi Antikorupsi&#13;
&#13;
3. Pusat Studi Terorisme&#13;
&#13;
4. Pusat Studi Ilmu Kepolisian&#13;
&#13;
5. Pusat Studi Kamsel Lantas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
6. Pusat Studi Siber&#13;
&#13;
7. Pusat Studi SDM&#13;
&#13;
8. Pusat Studi Pasifik Oseania&#13;
&#13;
9. Pusat Studi Kehumasan Polri&#13;
&#13;
10. Pusat Studi Teknologi Kepolisian&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
11. Pusat Studi Forensik Kepolisian&#13;
&#13;
12. Pusat Studi Internasional Kepolisian&#13;
&#13;
13. Pusat Studi Keamanan Nasional&#13;
&#13;
14. Pusat Studi PPA&#13;
&#13;
15. Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik&#13;
&#13;
16. Pusat Studi Intelijen Kepolisian&#13;
&#13;
Dedi menegaskan, bahwa penamaan gedung pusat studi tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh insan Polri terhadap kontribusi besar Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo dalam sejarah bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui pemilihan nama Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo sebagai gedung pusat studi kepolisian, diharapkan dapat mengilhami seluruh personel Polri atas semangat dan jasa-jasa beliau sebagai founding father Indonesia serta salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri,&amp;rdquo; ujar Dedi.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan interdisipliner, pusat-pusat studi ini diharapkan menjadi motor penggerak inovasi kepolisian sekaligus ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Spesialisasi bidang kajian tersebut akan memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi tantangan era digital serta dinamika sosial yang terus berkembang,&amp;rdquo; pungkasnya..&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebut, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kata Dedi, Polri menyiapkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan spesialisasi keilmuan untuk menghadapi berbagai dinamika keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mentransformasi pola pikir anggota agar semakin kritis, analitis, dan visioner dalam menjawab berbagai tantangan keamanan modern yang semakin kompleks,&amp;rdquo; kata Dedi di PTIK, Selasa (10/3/2026).&#13;
&#13;
Adapun 16 Pusat Studi Kepolisian tersebut antara lain:&#13;
&#13;
1. Pusat Studi Polmas&#13;
&#13;
2. Pusat Studi Antikorupsi&#13;
&#13;
3. Pusat Studi Terorisme&#13;
&#13;
4. Pusat Studi Ilmu Kepolisian&#13;
&#13;
5. Pusat Studi Kamsel Lantas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
6. Pusat Studi Siber&#13;
&#13;
7. Pusat Studi SDM&#13;
&#13;
8. Pusat Studi Pasifik Oseania&#13;
&#13;
9. Pusat Studi Kehumasan Polri&#13;
&#13;
10. Pusat Studi Teknologi Kepolisian&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
11. Pusat Studi Forensik Kepolisian&#13;
&#13;
12. Pusat Studi Internasional Kepolisian&#13;
&#13;
13. Pusat Studi Keamanan Nasional&#13;
&#13;
14. Pusat Studi PPA&#13;
&#13;
15. Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik&#13;
&#13;
16. Pusat Studi Intelijen Kepolisian&#13;
&#13;
Dedi menegaskan, bahwa penamaan gedung pusat studi tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh insan Polri terhadap kontribusi besar Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo dalam sejarah bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui pemilihan nama Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo sebagai gedung pusat studi kepolisian, diharapkan dapat mengilhami seluruh personel Polri atas semangat dan jasa-jasa beliau sebagai founding father Indonesia serta salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri,&amp;rdquo; ujar Dedi.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan interdisipliner, pusat-pusat studi ini diharapkan menjadi motor penggerak inovasi kepolisian sekaligus ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Spesialisasi bidang kajian tersebut akan memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi tantangan era digital serta dinamika sosial yang terus berkembang,&amp;rdquo; pungkasnya..&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
