<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Milik Bangsa, Bukan Pengusaha!</title><description>Prabowo mengingatkan, kepemilikan sumber daya alam tetap berada di tangan negara, meskipun pengusaha diberi ruang untuk mengelola.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206867/prabowo-tegaskan-semua-kekayaan-alam-milik-bangsa-bukan-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206867/prabowo-tegaskan-semua-kekayaan-alam-milik-bangsa-bukan-pengusaha"/><item><title>Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Milik Bangsa, Bukan Pengusaha!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206867/prabowo-tegaskan-semua-kekayaan-alam-milik-bangsa-bukan-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206867/prabowo-tegaskan-semua-kekayaan-alam-milik-bangsa-bukan-pengusaha</guid><pubDate>Sabtu 14 Maret 2026 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/14/337/3206867/prabowo_subianto-7I4E_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Milik Bangsa, Bukan Pengusaha! (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/14/337/3206867/prabowo_subianto-7I4E_large.jpg</image><title>Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Milik Bangsa, Bukan Pengusaha! (Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh kekayaan alam Indonesia pada dasarnya merupakan milik bangsa dan negara, bukan pengusaha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo menanggapi laporan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia terkait kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) komoditas batu bara.&#13;
&#13;
Prabowo mengingatkan, kepemilikan sumber daya alam tetap berada di tangan negara, meskipun pengusaha diberi ruang untuk mengelola melalui skema perizinan atau konsesi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi benar itu peringatan dari Menteri ESDM, semua itu milik bangsa Indonesia, bukan milik pengusaha,&amp;rdquo; ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karena itu, pemerintah memastikan pemanfaatan kekayaan alam seperti batu bara harus terlebih dahulu mengutamakan kepentingan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua produksi batu bara diutamakan untuk kepentingan kebutuhan nasional kita. Itu juga tentang semua (kekayaan alam), termasuk kelapa sawit,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kita harus penuhi kebutuhan bangsa kita dulu, baru kita izinin ekspor,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah telah mewajibkan perusahaan batu bara untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebelum memperoleh izin ekspor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang perusahaan-perusahaan batubara yang sudah memberikan RKAB, kita mewajibkan untuk DMO. Kalau tidak, Pak, kalau kebutuhan nasional tidak tercukupi, maka tidak kita keluarkan izin ekspor,&amp;rdquo; ungkap Bahlil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) yang mengatur prioritas pemanfaatan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi orientasi kita adalah kebutuhan domestik. Bahkan kami telah menyiapkan Kepmen bahwa seluruh produk batu bara yang kita hasilkan untuk memenuhi kebutuhan negeri, sisanya baru kita ekspor,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah memastikan kebijakan ini dapat menjamin ketersediaan energi nasional tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh kekayaan alam Indonesia pada dasarnya merupakan milik bangsa dan negara, bukan pengusaha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo menanggapi laporan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia terkait kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) komoditas batu bara.&#13;
&#13;
Prabowo mengingatkan, kepemilikan sumber daya alam tetap berada di tangan negara, meskipun pengusaha diberi ruang untuk mengelola melalui skema perizinan atau konsesi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi benar itu peringatan dari Menteri ESDM, semua itu milik bangsa Indonesia, bukan milik pengusaha,&amp;rdquo; ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karena itu, pemerintah memastikan pemanfaatan kekayaan alam seperti batu bara harus terlebih dahulu mengutamakan kepentingan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Semua produksi batu bara diutamakan untuk kepentingan kebutuhan nasional kita. Itu juga tentang semua (kekayaan alam), termasuk kelapa sawit,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kita harus penuhi kebutuhan bangsa kita dulu, baru kita izinin ekspor,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah telah mewajibkan perusahaan batu bara untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebelum memperoleh izin ekspor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang perusahaan-perusahaan batubara yang sudah memberikan RKAB, kita mewajibkan untuk DMO. Kalau tidak, Pak, kalau kebutuhan nasional tidak tercukupi, maka tidak kita keluarkan izin ekspor,&amp;rdquo; ungkap Bahlil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) yang mengatur prioritas pemanfaatan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi orientasi kita adalah kebutuhan domestik. Bahkan kami telah menyiapkan Kepmen bahwa seluruh produk batu bara yang kita hasilkan untuk memenuhi kebutuhan negeri, sisanya baru kita ekspor,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah memastikan kebijakan ini dapat menjamin ketersediaan energi nasional tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
